Tuesday, March 10, 2009

Fate of Imported Wifes...

Short visit in Singapore, few column at Straits Times and half an hour chat with one taxi driver reveal interesting and sad facts..

First, I just found out that there are a lot of Singaporean man, mostly with Blue Collar back ground is importing wifes from various Asian countries .. ie Vietnam, China, Filiphina, including Indonesia. They even have agents who help them setting up this marriages.

A photo, few back ground resumed in some kind of CV, if they like it then buy a ticket, get married and that's it.. According to the cab driver, one of his friend was receiving different "package". When this guy picked up the bride, he saw different face than what he saw on the photos, turned out that 'sending location' is sending the sister not the girl for whatever reason. Somehow they are now already having two children.

The reason being is that these man think that marrying Singaporean ladies becoming more and more expensives .. Hmm not surprising. Some of the marriages end up as love marriages, but some other just end up solely as business contracts.

Inline with business transaction nature, now that economy slows down, things are difficult, a lot of these imported wifes fate is in the edge. No more money, abandoned and if they lucky they will be given one way ticket home... "Sorry, nothing personal, business is facing down turn, limited resources and cost management has to be done..thank you for all your contribution and all the best"

What a disturbing concept of marriages.... why do I feel that this concept is not much different with prostitution in different form???

Helping Out Global Economy..


Being two hours on time before departing at Changi, is not without purpose. I religiously keep my self away from cosmetics and skin care counters during my stay in Singapore and now it’s pay back time..!! the cheapest cosmetics around the world (lebai..) as far as I know is Changi airport .. So I perform my ritual whenever I pass by this airport.. make up shopping lah.. and this time complete with make over!

The guilt arising after swiping that plastic card somehow is being mitigated with a noble thought that I do good in global economy recovery. According to the economist including Stiglitz (I swear I only heard his name yesterday from my dearest young economist Mr. B hahaha), when people start holding back their money and bury it under their yard, the spiral of economy down turn is getting worst. So here I am, honored to be one of those patriots helping out global economy….

Long Week End Get Away..


It supposed to be completely get away with no link to my current world at all.. but apparently I am too social to be completely solitude

Skip the first two days as the details are already diminishing.

I spent my last night in Singapore buying ‘Counterpain’ for my hurt ankle due to a long walk yesterday along Orchad carrying one full bag of books (thanks for the online advise Berly) and some other stuff (yea right..) I guess being an amateur pedestrian and lack of training in safe handling, lifting and proper step pays a price.

But somehow I managed to reach Clarke Quay walking and hop on one of the boat ride and took the 30 minutes ‘cruise’. Not really special actually, but it’s always nice to cruise a long clean river with illuminated by the spark and glow of colourful lights by river. The breeze was just perfect. Along the cruise, couples kissing and hugging, few girl friends hanging out and gossiping (what else?). And I noticed something disturbing, we passed by other boats and in each boat at least one lady sitting with the chin leaning on their fist, looking at the sky and do everything that implies that their mind is definitely lost somewhere in the sky .. Gosh.. and what most disturbing is I am one of them. Hahaha But I really enjoyed the ride, feel so light and relax, I free up my mind from anything and before I realized it, my face was curving a smile .. I can feel that the tour guide is looking at me with awkward look .. hahaha the hell with it..

Alone boat riding was one thing, but hanging out alone in the pub??? Turns out I am not that daring. I turned down the temptation of one great voice coming out from beautiful figure, playing guitar from one of the bar and walk my way back to my Hotel .. I am not that ready to be sitting alone, sipping my orange juice and cater conversation with complete stranger. Then the night ended with superb bean curd with ‘Nori’ layer in between cooked in brown sauce covered with ‘Enoki Mushrom’ completed with free flowing Chinese tea.



Thursday, February 26, 2009

ada yg nyelip-nyelip di antara lembaran baru
seperti bayangan hantu yang menebar haru
sepertinya aku cuma kangen kamu ...

Saturday, December 13, 2008

Kadang aku ingin begitu saja menghampirimu
Menepis semua yang baru

Hanya saja kamu pun ternyata semu..
Kamu.. semu.. pilu.. terlalu..

Monday, June 23, 2008

Harum Kupi di Tepi Sawah

Setelah berapa hari ‘mangkel’ dengan ‘kemahalan’ Jakarta (tapi gue recommend “Pancious” di Pacific Place buat hang out dengan pricing yang acceptable buat mereka yang suka pancake dengan ice cream en coklat sauce yang yummyyy. Yahh setingkat di bawah Gelato Bar pancake lah.. Coba deh “fruity satay pancake” yang gak terlalu besar porsinya, seger karena ada potongan strawberry dan kiwinyah). Gue hari ini bahagia banget ketemu kopi enak di salah satu sempilan jalan di Jogja, deket wilayah Babarsari yang deket dengan Selokan Mataram.

Tadinya gue iseng doang ke “Goeboeq Coffee” ini, entah kenapa gue pengen banget duduk deket sawah nikmatin angin sepoi-sepoi sambil ngupi. Nah abis nemenin makan temen SD gue (aslinye gue dah temenan ama dia 25 tahun!), gue mampir ke warung kopi yang lumayan luas. Pengunjungnya bisa nongkrong persis samping sawah, atau ngeleseh di bagian dalam warungnya. Sepertinya para pengunjung adalah pekerja seni, LSM, atau mahasiswa design graphis kali yeee abisan penampilannya pada nyentrik dan khas. Salah satu waiternya penuh piercing di seputaran bibir, hidung plus di kuping tentu ajah (syeremmm bangettttt!), tapi begitu ngomong lembut pisan ! Jawa abbess hahaha

Cangkir pertama gue adalah kupi Toraja, ga kalah ama Toraja Cafe yang satu chain ama Café Wien!! Harganya.. Rp 3500 ajah buat cangkir, dan Rp 4000 buat gelas! Senangnyah.. Asli enak dan mantabh jadinya langsung tamblas dalam 10 menit. Nah padahal pisang bakar keju gue masih setengah, plus kayaknya masih agak lamaan ngobrolnyah. Gue panggil lagi tuh si Mas Piercing, kali ini gue coba kopi Acehnya. Mayan.. tapi lebih nendang Torajanya. Masih ada juga kopi Lampung ama satu lagi gue lupa. Macem-macem minuman pop berbasis kupi ala starbuck and coffee bean adalah beberapa juga plus basic variant of milkshake. Selebihnya macem-macem dessert local dan makanan standar yang agak berat kayak burger, kentang, mie dan nasi goreng juga ada

Anget-anget kental kupi Toraja plus angin sepoi sawah dan obrolan nostalgia masa SD menjadi agenda yang menyenangkan dalam cuti kali ini. Melengkapi marathon reuni sporadis yang di mulai di Jakarta kemaren. Weittsss tiba-tiba mules gue abis dua cangkir kopi!!!! Aduh mana rumah gue jauh lagi …



Transparansi Keuangan Domestik dan Stabilitas Akomodasi Kepentingan



Salah satu potongan hasil ngerumpi ama temen-temen lama gue berapa waktu lalu menyentuh wilayah transparansi manajemen keuangan dan asset keluarga selagi kita ngebahas kegiatan investasi.

Cerita dimulai dengan salah satu beliau yang dengan wajah sumringah menceritakan salah satu insiden internal di rumah dia, “Pernah suatu waktu Air di rumah gue mati, nah gue ajak deh istri gue ke rumah gue yang laen di bilangan xxx. Kebetulan gue gak pernah bilang tuh gue punya rumah di situ, walhasil istri gue malah pulang lagi ke rumah dan nangis karena gue ga pernah bilang gue ada rumah lagi…” Gue yang ngakak denger insiden ironis itu kontan merespon, “ Jadi loe selama ini ga pernah bilang lu ada rumah laen??? Gila loe ya, pantes aja istri loe marah dan insecure!! Dia pasti langsung mikir lagi, apalagi yg loe sembunyiin atau ga di declare ke dia kalo rumah aja loe ga bilang (buat most people rumah adalah suatu hal yang cukup besar dan signifikan toh) . Gue tau deh loe mapan, tapi tetep dunk… “ (emosi spontan solidaritas kaum wanita)

Nah Beliau ini langsung dengan semangat mempertajam arah pembicaraan, “ Nah ini.. Gue ga setuju banget tuh dengan kesalah kaprahan pemahaman sekarang bahwa semua penghasilan suami harus di serahkan atau di declare ke istri. Konsep basicnya adalah Suami harus menafkahi istri dan mencukupi kebutuhannya lahir dan batin. Itu aja! Selama kebutuhan istri terpenuhi, apa yang dia minta tercukupi yah tunai sudah” Statement di tutup dengan senyum manis bijaksana pada wajah yang merefleksikan kepercayaan diri penuh. (tambahan fakta untuk kasus ini : istri tidak dalam posisi bekerja sedemikian rupa sehingga sejajar sama suami yang sukses membina beberapa perusahaan sekaligus menjadi tokoh yang cukup di perhitungkan di dunia bisnis financial)

Gue yang langsung mules ga trima, protes kenapa harus begitu, bukannya suami istri adalah partner yang harus saling terbuka dalam segala hal dan menjalani kebersamaan secara equal. Beliau ngeliatin gue sebentar sebelum menjawab dan mengawali justifikasi dia dengan statement yang bikin gue nggak suka tapi susah gue bantah, “Loe kan belum married Lin…” (ihh deh penting banget ya di pertegas) , “ Konsep extended family dalam berkeluarga sering bersentuhan dengan implikasi financial. Kadang ada kewajiban-kewajiban financial yang harus kita penuhi kepada keluarga besar kita dan pasangan kita. Nah dengan membatasi visibility pasangan pada peta keuangan dan alokasi dana, kita bisa mengurangi friksi yang mungkin timbul karena itung-itungan gedean mana financial aid ke masing-masing keluarga besar. Kalo ngomong masalah ‘Adil’, buat gue yah adil kalo gue ngasih ke nyokap dan adik adik gue lebih besar. Atau bisa saja pas dari sisi keluarga pasangan membutuhkan, kebetulan kondisi kita tidak memungkinkan. Belum lagi kalau kita punya lebih dari satu pasangan ..yang penting kan masing-masing tercukupi dan sejauh mungkin mereduksi potensi konflik karena komparasi alokasi rejeki. Toh kebutuhan tiap orang lain-lain, jadi gak selalu fair di perbandingkan. Gue gak ngerti kenapa istri gue harus nangis, kan itu Cuma asset yang tidak terdeclare, bukannya gue bawa ke rumah itu trus ada penghuninya lengkap dengan anak-anak kecil yang gue kenalin ke anak gue sebagai saudara tiri dia toh..” di sampaikan tetap dengan senyum manis (tambahan fakta: Beliau adalah pendukung poligami yang dari mula sudah ambil langkah strategis cari istri yang setuju dengan poligami walaupun sampai sekarang belum terealisasi).

Pembahasan subject di atas walaupun singkat, cukup bikin gue terusik (as expected). Gue jadi inget ada temen cewek gue yang setengah mati berusaha memenuhi krisis financial keluarga dia dan stress sendiri gimana ngomonginnya ke suami. Intinya, menyebalkan sekali dalam posisi bergantung ke orang lain dan tidak punya kemerdekaan atau control financial yang kadang di perlukan ke keluarga sendiri. Juga gue gak suka dengan ide tinggal satu rumah dengan orang yang punya banyak sisi kehidupan yang nggak gue tau.

Kalau memang harus begitu, setidaknya posisi harus equal dunk, dalam artian pasangan dalam kondisi equal untuk punya sisi-sisi privacy dan otoritas manajemen keuangan. Masing-masing pasangan harus meraih kemandirian financial dan kesetaraan yang mungkin akan berakibat pada terkorbankannya kehidupan si anak. Nah kalau dalam satu sisi, pasangan dedicated untuk ngurus masalah domestic yang implikasinya dia gak punya kesempatan untuk mencapai kemerdekaan financial, pasangan lainnyanya harus fair enough untuk untuk kasih akses ke hasil pencapaian dia di luar rumah. Toh yang terjadi pada hakikatnya adalah implikasi dari pembagian role di keluarga yang setara (harus ada yg cari nafkah dan harus ada yang lebih focus ke domestic dan terlibat di perkembangan anak secara optimal)

Nah mengingat kondisi ideal adalah opsi yang jarang dalam kehidupan, gue jadi berasa insecure untuk meninggalkan kemandirian gue.. lebih kepada gue merasa gak mau dan gak mampu untuk berada dalam posisi di marjinalkan…(pertarungan ego yang terus berjalan)

Hmm… ketidakseimbangan financial dalam satu keluarga (gap yang begitu lebar antara kondisi financial suami istri) kadang adalah cobaan tersendiri yang merupakan salah satu factor hilangnya kehangatan cinta dan ketenangan….

So… how do you guys manage your finance in the family??






TIGA LELAKI DAN TIGA CERITA

Aduh mulai dari mana ya …. masih temen-temen kongkow di kuliah dulu ...

To be Updated

tapi agak ga janji secara dah lama ketemuannya dan kapasitas ingatan terbatas

padahal ini yang paling seru Jek!

WANITA PERKASA DUA DAN KAJIAN LOGIKA


Sore di lanjutkan dengan ritual gue ke ITC Kuningan dengan alokasi waktu dua jam saja (biasanya 3-4 jam minimal). Tiga puluh menit pertama gue lewati dengan eskalasi hysteria yang konsisten ngeliat baju batik lucu-lucu dan dress-dress “summer” yang penuh bunga dan warna

Lepas dari ITC, makan bentar di Sederhana belakang Sentra Mulia, abis itu berangkat deh gue ngebuntut temen gue, wanita perkasa lain yang gue kenal, ke Al Azhar buat “numpang bergabung” (istilah ustadznya buat gue) dengan pengajian rutin dia yang di pimpin Ustadz pengajian La Tahzan. Kajian ini sendiri rutin tiap minggunya dengan tema yang berbeda pada tiap urutan minggu. Peserta kajian sengaja di batasi untuk menjaga efektifitas, komitmen dan kontinuitas. Malem itu pas lagi seria kajian Logika. Tadinya gue gak ngeh itu belajar apaan. Hmm…coba deh gue rangkumin pemahaman gue

Ustadz mulai dengan pentingnya ilmu, sains dan kebenaran dalam kehidupan manusia beragama. Nah beliau menyampaikan bahwa sains berawal dari pengembangan filsafat, dan filsafat pada dasarnya adalah pemahaman kebenaran. Dan untuk memahami kebenaran, ada beberapa pola Logika tertentu sebagai pola dasar untuk itu. “Mantiq” kalo ga salah itu nama ilmunya. Pola-pola dasar itu di gambarkan dengan Diagram Venn (eh bener ga sih gue nulisnya, maklum terakhir ngebahas kan jaman SMA bow… )

Nah secara gue cuma ikutan satu sesi selama 1.5 jam, yah ga sanggup lah gue ngebahas lebih dalam lagi apalagi in detail (susahnya jadi orang yg ga kuat detail dan ga punya Photographic Memory).Selebihnya buat yang teretarik ada websitenye kok, parapemikir.com, ada mailing listnya juga. Warning!: Mailing listnya berat banget, di sarankan ga ikutan kalo belom siap mental! Hehehe

Background Bintang Tamu:
Lulusan Institute Teknik yang mengaku terbaik di Indonesia, awal gue kenal dia di Balikpapan, beliau lumayan keras dan sulit di patahkan dalam argumentasi (tapi sekarang dah cukup jinak), di lain pihak cukup intense menikmati seni, suka fotografi dan kerajinan tangan (tapi dah lama ga berkarya karena kitab suci craftnya rusak kebanjiran), fashion awareness yang menyenangkan (menebus masa jahiliyah di kala kuliah hahaha), banyak terlibat kegiatan sosial dari baksos, penggalangan dana sosial untuk bencana alam hingga pengobatan massal, dan founder salah satu pengajian kaum professional muda di Jakarta. Oya satu lagi, beliau single

PARTIKELIRAN


Hmm hari ini cukup menarik. Diawali siangnya gue ketemuan ama teman yang ampir 10th ga ketemuan di restoran Kalimantan Cimanggis yang patin bakar bambunya nendang banget plus sambel mangganya bikin gue nangis terisak-isak saking pedesnya. Beliau adalah temen kecentilan di masa muda dulu, jaman eksplorasi idealisme dan persentuhan awal gue dengan dunia politik kampus.

Today’s subject is another survival story di kota yang keras, ga ada aturan, brutal, penuh godaan dan mahal ini. Dari intelektual partikelir sampai konsultan yang hubungannya dengan salah satu department pemerintah dan bisnis networking. Dari bis dan kereta yang penuh sesak , keringetan di masa kuliah, bertahan hidup dengan jualan apa saja di awal perjuangan sambil mata beler melototin buku-buku referensi untuk memproduksi karya intelektual komersial sampai dengan Sedan Eropah yang ‘neleser’ (walopun di jalan yang padat suka bikin khawatir yang punya kalo kebaret ama motor secara dah lama ga nyetir di tinggal supir barusan) dan project sana-sini setelah melewati roller coaster di awal-awal masa. Oya beliau ini lagi nuntasin S2 filsafat, sekaligus lagi ambil S1 Hukum. Kalo gak salah dulu dia ambil S2 juga deh di bidang laen lagi (cuapwee deehhhhh …)

Filosofi hidup yang ngalir ala Jawa sekaligus keberanian ambil resiko untuk lapar sebelum sukses mendulang rejeki silaturahmi. “As Consultant and bearing active role in networking business, when selling your service and closing a deal, Name your price and stick with it!even though you have nothing to survive for the day and Religiously maintain your Credibility”. Menyenangkan! Satu hal menarik adalah prinsip beliau yang ikhlas buat ngebantu dan menyalurkan rejeki ke siapa saja. Dari pengemis lampu merah, staff yang butuh kuliah, hingga rekanan yang butuh koneksi dan konsultasi proposal gratis. All these good things, turns out to be given back to you in double fold, triple fold, you’ll never know!!

Siang di tutup dengan rencana reuni kecil minggu depan pada peluncuran buku temen culun gue yang rencananya di tahbiskan jadi guru besar termuda mantan kampus gue taon depan. Nah makhluk yang tersebut terakhir ini juga penganut kerja keras dan focus hidup yang konsisten dengan segala keculunan dan kenaifan seorang anak daerah yang sering bikin dia jadi bulan-bulanan empuk temen-temen deketnya termasuk gue. Impressive!

ALL ABOUT TAXES



Gue lumayan excited ketemu dua orang mantan temen sekelas gue di kampus. Kelas gue yang penghuninya termasuk standar, ga neko-neko, lurus banyakan belajar dan sederhana ternyata lewat satu decade perjalanan para personilnya cukup variatif dan kompleks. (ga cukup satu novel kalo mau di certain semua)

Tujuan utama sesi malam ini adalah buat cari solusi masalah internal pelaporan pajak pribadi. Ada yang berkepentingan dengan gimana cara terbaik untuk menekan exposure hutang pajak wajib pajak (WP) yang berada di luar negri dengan cara yang baik dan benar. Tahun ini yang di tujukan sebagai tahun pemutihan wajib pajak di barengi agresivitas KPP (kantor pelayanan pajak) yang tinggi, perlu di amati secara seksama kalau gak mau tiba-tiba ketiban STP (surat tagihan pajak) yang bisa bikin darah tinggi mendadak dan kadang berujung kepada pemerasan oknum otoritas kepada WP pribadi.

Intinya hati-hati lah yang belum punya NPWP, karena peningkatan kualitas database KPP akan menjaring mereka yang bertransaksi asset di mana pun. Lewat pajak penjualan tanah, laporan dealer otomotif dan real estate, etc Pokoke menyeluruh banget deh. Beli mobil di bawah 200 juta aja sudah cukup untuk menghadiahi diri sendiri dengan STP dan instruksi untuk mempunyai NPWP. So mending comply dengan peraturan mengingat denda dan penalty yang bisa mengganggu kesehatan jiwa. Tapi harus tau persis apa peraturannya supaya tidak tersesat.


Teman gue yang pertama adalah temen sekelas yang gue punya kedekatan batin dari tingkat pertama entah kenapa walaupun masing-masing kita sering sibuk sendiri selama bertahun-tahun. Cowok Sunda, easy going, menikmati hidup, hobi traveling (foto di Friendster nya update mulu dengan belahan dunia yang berbeda), rutin ke Gym, fashionista, pecinta dan pelakon paduan suara nasional dan internasional, sempet khilaf jadi rekan kerja di SLB, untuk kemudian menetapkan hati jadi konsultan pajak secara kaffah (buat para pengusaha keturunan terutama). Profesi dengan pengaturan waktu yang lebih fleksibel dan kemampuan berhubungan baik dengan para Client, sangat menunjang motto hidup beliau yang gak mau ngoyo kerja (hidup abis di kantor dan di jalan), traveling rutin sementara membangun eksistensi dalam kompetisi Paduan Suara.

Teman kedua adalah seorang wanita polos yang ketulusannya bikin betah siapa saja untuk berkomunikasi dengannya. Uni satu ini setelah bosan beberapa tahun ngurusin Pajak di perusahaan Jepang, banting setir ke salah satu Big Five Accounting Firm di konsultan Pajaknya. Dia mengeluhkan ritme hidupnya yang terserap habis di antara tumpukan berkas-berkas banding pengadilan pajak. Average jam pulang di atas 21.00, nginep di kantor di masa sibuk, pontang-panting nge-draft surat banding yang di cela-cela partner dan manager. Kasus-kasus pajak dalam grey area yang menyita energi jiwa raga. Herannya walaupun dia mengutuki hidupnya yang hilang, tapi matanya berbinar-binar saat menguraikan detail teknis kasus yang sedang di tangani, persis seperti gadis yang sedang menceritakan pacar barunya! Hahaha By end of the day it is your choice my dear … to explore and absorbed by office life or chose something else where you can take care or your own personal life. Trade off.. (glughh.. keselek sendiri gue)

WANITA,KARIR DAN CINTA



Wanita pertama adalah seorang wanita perkasa, single, pintar, hobi berargumentasi, pekerja keras, reliable resource di kantornya, dengan orientasi spiritual kental yang sedang berjuang untuk cintanya dan memenangkan hati keluarganya. Ngobrol ama dia bikin gue berasa di refresh akan orientasi focus yang perlu di perhatikan dalam langkah-langkah untuk menyempurnakan separuh ibadah. Hari gini jangan kebanyakan pacaran, kalo emang ngerasa ada chemistry, langsung ditindaklanjuti dengan background check yang komprehensif dan explore value-value yang di anut untuk melihat compatibility. Salah satu step yang dia jalanin adalah interview orang-orang terdekat Sang Subject. Kumpulan feedback ini harusnya sedikit banyak bisa mengakselerasi formulasi karakter macam apakah yang kita hadapi untuk kemudian jadi bahan pertimbangan. (awas ada yang bilang, “telat banget sih loe Lin..” tampar ya.. hahaha)

Wanita selanjutnya adalah seorang ibu muda, detail dan perfectionist, lagi asik berpacu dalam karir, yang sedang berusaha menyeimbangkan demand keluarga dan pressure di kantor. Mengatasi percikan-percikan godaan hati di kantor di sela-selanya. Pfiuhhh… hidup memang penuh godaan Jek! Dan lebih sulit lagi tatkala sudah menikah, kayaknya kepegang tangan aja beban mental dan dosanya dah gede banget yah.. langsung akhirat urusannya. (Lah emang kalo pacaran kagak apa!! Hahaha)

Wanita dan hari-harinya… tak pernah habis dituangkan dalam cerita…

Napak Tilas...



Ritme Cuti gue kali ini cukup dinamis dan variatif terutama dalam kerangka pengayaan sosial. Di sambut dengan ritme standar Jakarta yang bising, tak peduli, dan macet. Gue menemukan kehangatan di sana-sini, momen-momen dengan keluarga gue dan temen-temen lama gue.

Dari temen-temen kuliah yang dah sekian lama ga ketemu, para wanita yang wajib gue temui ampe kunjungan rutin ke wilayah PIM, Senayan dan ITC hehehe

Marathon reuni sporadis selama beberapa hari di Jakarta bikin gue excited banget for some reasons. Gue yang gak perhatian detail jadi pengen mikir kenapa ya gue seneng banget ama sesi-sesi reuni ini. Seneng nostalgia-an, refresh arahan spiritual dan focus personal life, cela-celaan, seneng ngeliat mereka sukses, fascinated ama perjalanan yang dinamis, variatif dan banyak nekatnya. Khas Jakarta Survivors!Setelah di kristalisasi lebih lanjut, gue agak kaget menyadari bahwa impact signifikan lainnya adalah gue tertantang!!! Gue merasa tertantang buat Survive and Shine di belantara kejam bernama Jakarta ini dalam ketidak teraturan dan ketidakpastiannya! I am not talking about being employee in MNC, justru di rimba bebas yang gak ada aturannya itu yang gue pengen coba. (biasa Gemini banyak maunya, tapi gue sering bermasalah dengan pelaksanaanya)

Hmm.. kalo gue inget-inget dari dulu emang gue enjoy banget dengan diskusi-diskusi ama makhluk-makhluk aneh ini, dari sastra, politik kampus, buku buku baru, deketin Pudek 3 buat cari dana kegiatan dan budget tahunan, sedikit masalah kuliah (makanya IP gue ga bisa buat apply ke konsultan asing! Hehehe), ampe curhat masalah percintaan sambil ngeleseh di lantai atau makan nasi rames pake telor ama mie goreng yang kayak karet di kafe kampus (menu paling murah dan kenyang, satu level di atas indomie telor kornet) Berada dekat mereka selalu memberi energy buat gue untuk terus mengembangkan pemikiran, menantang ego gue untuk terus belajar dan memaksa diri gue buat meningkatkan deliverables buat pemenuhan eksistensi maupun ‘level up’ pemahaman akan berbagai hal.

Selanjutnya gue coba buat mendokumentasikan ‘highlights’ dalam sesi-sesi tersebut. Tapi secara ingatan jangka pendek gue suka dodol, gue gak yakin bisa cover semua detail.. anyway…

Notes: Karakter Oknum-oknum yang akan di bahas adalah karakter yang sangat mungkin anda jumpai dalam kehidupan Anda sehari-hari yang tidak memiliki keistimewaan apa pun. Beliau-beliau menjadi istimewa buat saya lebih kepada nilai historis dan penghargaan proses yang menjadi hak prerogative saya sendiri

Sunday, April 20, 2008

Menkonstruksi Impian

Secara parsial saya akhir-akhir ini agak sibuk mencerna konsep "Law of Attraction" yang di elaborasi lebih lanjut dalam buku quantum ikhlas. Belum mengerti secara 'Kaffah', tapi sejauh ini pengertian saya adalah bagaimana kita mengolah kekuatan pikiran bawah sadar yang di padu dengan "Positive Feeling" atau "Ikhlas" sebagai magnet besar yang akan menarik hal-hal yang kita inginkan dan membantu kita mencapai hal tersebut.

Positive Feeling ini akan semakin terasah dengan meningkatnya kemampuan kita untuk bersyukur. Mensyukuri hal-hal kecil dan meletakkan perasaan pada tataran positive seolah-olah kita sudah berada pada kondisi yang kita inginkan akan memperkuat kekuatan dari afirmasi yang kita lakukan.

Hmm.. secara konseptual udah agak ngeh, tapi perlu mengkaji lebih lanjut neh..

hmm segitu dulu kali ya.. soon to be continued..

most welcome kalo ada yg mau sharing lebih dalam tentang hal ini, secara hal ini saya yakin sudah lama cukup happening ...

Saturday, April 12, 2008

Basic Instinct

Professional rider, swimmer, outdoor activities lover, cigars, drinks, tall, cat walk posture... in brief is everything that I am not and all things that person’s into. Finally I have the answer of my sleepless night.

Sometimes people got interested in something that completely different from their own. Different vibration can seems sexy, appealing or exotic sometimes. We’d like to explore things at certain stage. We potentially change and have our own evolution till the end of times, but most of the time the blue print is still there. Remain, and stays under our subs conscience. And by end of the day, we would come back to that inner print most of the time. Comfort…

One day we might find different color is so appealing; we might want to cruise with that for a while, to realize that we should go back to our basic one. May be we would settle for something at variance of the basic, i.e. not the dark blue, may be a lighter one but still within the gradation range.

Then I guess may be I should stop cruising those different side ways, to be settle with those in line with my basic tone. Would it be possible that I am denying my core and try to become none with attracting all that is not? Is that all creating all the mess…. But how do you distinguish between redefining our core and denying your being?

Hmm this makes me remember… in Moslem believe it is part of the nature law that one will be united with other at the same level of being (but from which angle this can be interpreted in varied way)

Friday, April 04, 2008

Kegelisahan yang menyenangkan

Sudah genap tiga jam Gadis gelisah di samping hand phone yang tergeletak innocent di meja sebelah. Menunggu kilatan monitor dengan tulisan, "sms received.. "

Kegelisahan bodoh yang menyenangkan! akhirnya untuk mengurangi kegelisahan, di baliknya itu handphone dan akhirnya di tutupi dengan taplak meja seakan itu akan melenyapkan rasa deg-degan yang sudah seminggu ini begitu menyebalkan sekaligus membuat hari hari terasa lebih berwarna.

Mencoba merasionalisasi ketidakwarasan ini, Gadis mencoba mengingat kapan terakhir kali dia menjelma tokoh roman abg picisan begini. Setelah itu mencoba menyusun proposal untuk menanggulangi kondisi rentan. Dua jam berlalu.. dan kertas itu tetap kosong... tak ada kesimpulan.. tak ada rencana tindakan.. yang ada hanya impulse yang sesekali menyeruak tak tertahan...

Gadis akhirnya mengubungiku tadi pagi, menyatakan kalah pada perasaan .. Tak sanggup lagi benteng kemapanan membingkai pikirannya.

Aku hanya sanggup tersenyum.. suka.. cinta.. damba.. datang kapan saja, dan pergi juga bisa tiba-tiba.. "Dis, ikhlas saja jalaninya.. toh nanti juga beralih ke halaman berikutnya.. membingkai kenangan-kenangan selanjutnya.. dan bukan urusan kamu untuk memastikan kenangan apa yang tertinggal di sebelah sana. Kamu hanya punya kuasa akan halaman kamu sendiri, apa yang terangkum di lain halaman adalah formula rumit yang tak akan mampu kamu rumuskan..."

Thursday, April 03, 2008

Puisi #4

Pagi tadi mendadak window YM gue ketiban pusi. Dan gue pengen dokumentasi pusi itu di sini ..

Sumbangan posting dari temen sekampus dulu

suatu hari aku pernah menuliskanmu di pintu
hari berganti tahun dan tulisan itu tak lagi terlihat
tulisan lain menutupnya
tapi aku tahu ia pernah ada di sana

addition...

Catatan aku pikir akan tetap ada
Suka atau tidak suka
Hanya prioritas kita saja yang berbeda...
Dan tergantung berapa banyak tulisan lain yang menutupinya ..

Wednesday, March 19, 2008

Days....

11.35 pm

Beberapa kali menghela napas panjang, mencoba mengendapkan kaleidoskop sekian hari terakhir ini. Kiriman dvd yang nyasar, Lap top yang kesiram air, hard disk yang nyaris ga kebaca, mual setelah ambil driving simulation course di container penuh monitor, melesetnya budget tahunan sekian juta dollar, malemnya gagal ketemu penyemarak hari-hari, dapet beep tiga kali dalam 30 menit perjalanan, karaoke dengan kondisi cape lahir batin plus ga dandan, nah ini dia nih.. the best part.. lagi semangat-semangatnya nyanyi eh tiba-tiba dateng oknum yang sempet bikin porak poranda satu paket dengan nyonya… ditutup dengan lagu kenangan yang akhirnya bikin gue sesak dan pamit pulang (norak dramatis dikit lah biar seru)

Hari ini akhirnya gue bisa nemuin penyebab ancurnya budget gue, gak nyelesain masalah, tapi at least gue bisa define masalahnya. Ngejar pesawat buat berangkat training, eh taksi pake mogok. Nunggu lima belas menit taksi pengganti, just in time ampe airport. Nah setelah panjang mengantri, di depan counter check in, gue di tolak berangkat!!!! Visa residency gue valid kurang dari satu bulan, which is against visa on arrival requirement.. bloody hell.. ! gagal melobi supervisor airline, telpon sana-sini akhirnya gontai gue cari taksi pulang…

Kadang hari-hari bisa terasa begitu berat… cape banget yah….

Alhamdulillah gue di berkahi punya temen-temen yang menghibur hati dan bisa jadi tempat bersandar pada saat semua berantakan…

Home made roasted chicken with juicy sauce, chocolate mint shisha that makes u high (kurang oksigen doang benernya hehehe), di tutup dengan espresso organic coffee di warung organic yang menyenangkan. Good enough to get through the day...

Saturday, March 08, 2008

House Swap...

Saya percaya buat sebagian besar yang kebetulan baca postingan kali ini, topic obrolan di bawah sudah ‘basi’. Entah berlalu dengan rutinitas hari-hari, atau lebih banyak hal yang lebih nyata buat di bahas seperti sekolah anak, hubungan dengan mertua, menu makanan bergizi, di mana beli daging yang bagus, anak yang bermasalah di sekolah, per-er anak yang over load, pembantu yang berulah, dokter mana yang komunikatif dang ga terlalu fond of antibiotic, baby sitter yang males kerja, harga beras dan minyak goreng yang naik, suami yang males banget beresin kamar, dll…

Well..mungkin buat mereka yang sudah sibuk dengan hal-hal besar di atas obrolan di bawah bisa jadi intermezzo singkat

buttercup: semalem
buttercup: gue liat house swap di tivi
buttercup: jadi dua keluarga tukeran istri
buttercup: buat running sehari hari ajah
buttercup: biasanya dari dua keluarga yg tipenya beda banget. Satu gothik, satu lagi conservative and clean freak. Atau kadang satu bebas banget, satunya keluarga penuh aturan.
buttercup: menarik banget. Biasanya masing masing istri bakal coba apply aturan dari rumahnya ke rumah yang baru. Trus keluarga yang baru bakal protes dan gak jarang its getting ugly
buttercup: tapi pada akhirnya sih masing masing keluarga bikin adjustment
buttercup: dan pada saat mereka di kembalikan ke keluarga asli, masing-masing istri atau suami lebih bisa lebih bisa menghargai pasangan masing masing. Ini karena mereka baru sadar kalo hidup sama orang lain ternyata belum tentu enak, everything in the house before was usually taken for granted. So they will continue their own way of life with a little bit adjustment here and there from different perspective they got from that exchange life within two week
buttercup: hal di atas dalam bebera hal bikin gue jadi inget kata kata temen gue
buttercup: dgn adanya oknum laen yang hadir di kehidupan kita entah sebagai penyemarak hari hari pada kondisi natural atau kehadiran yang di paksakan seperti dalam reality show ini
buttercup: kita kadang jd lebih sayang ke pasangan
buttercup: gitu katanya
buttercup: geblek ya .. in brief, lebih spesifik ke statement temen gue, sayang-sayangan ama orang lain, when it doesn’t work out bikin kita lebih menghargai pasangan utama kita (alasan ajah buat melegalisasi kebutuhan kita nurutin hati pengen ama orang lain setelah merit hahaha)
Linesfreak: hei, I just found what true love is
buttercup: wow
buttercup: what is that
Linesfreak: bogus
buttercup: ?
Linesfreak: seriously, gue pikir sih kita mencari orang yang tetap bersedia bersama kita ketika cinta itu berlalu
Linesfreak: vice versa
buttercup: u're right
buttercup: so in a way u're saying love keep come and go to such extent?
Linesfreak: enggak sih, gue pikir pada saat terbaiknya pun cinta pada dasarnya rapuh….

Obrolan di atas ngingetin gue tentang cerita temen gue (merit) yang susah payah mengendalikan hati buat ga terjebak dalam scenario kehadiran oknum penyemarak hari-hari walopun hati deg-degan tiap ngeliat itu oknum lewat. Berseri-seri tiap ngobrol dan jadi lebih sering senyum dan berbinar-binar walopun deadline di kantor lagi seru-serunya.

Sepertinya sangat dimungkinkan ga peduli seberapa hot dulu kita jatuh cinta ama pasangan kita, pada saat-saat tertentu hati kita bisa melipir ke cerita cinta yang lain dan tetap maintain cerita cinta utama. Jadi bukan berarti ga cinta lagi pada pemeran utama, tapi tiba-tiba aja excitement datang di karenakan kehadiran peran pembantu atau bintang tamu. Dan ga perlu naturally player buat maintain multi loving (sejenis multi tasking) begini.. hihihi

Jadi pada saat kita sudah memantabkan hati buat menentukan pilihan dan melegalisasikan ikatan, harus dengan kesadaran bahwa selebihnya adalah kompromi dan komitmen. Kalo diturutin gak ada abisnya jek… kalo memang ada kuncup kuncup yang numpang mekar di hati, bisa aja di biarin mekar sendiri atau sedikit nakal dengan menatanya dalam rangkaian, mengirimkannya pada pujaan dan membiarkannya layu bersama waktu…

Salut buat mereka yang menjaga hati dan stick to the commitment at all cost… gue pikir itu kenapa merit itu di bilang sebagai salah satu ibadah terbesar.. cause down the way it can get ugly with all variables.. but yet how we deal with it that counts..

(halah berisik banget gue, merit dulu baru komen… )

Mau Selingkuh? Ke Italy ajah...

This afternoon I take the luxury of browsing news website.. Started with BBC .. not too many interesting stories.. Chavez, Obama, all the classic names.. till I found this

Licence to lie for Italian women By Christian Fraser BBC News, Rome Adulterous Italian women can now protect their honour with impunityItaly's highest appeal court has ruled that married Italian women who commit adultery are entitled to lie about it to protect their honour..

< http://news.bbc.co.uk/go/em/fr/-/2/hi/europe/7284134.stm >

The above ruling is taken after hearing the case of a 48-year-old woman, convicted of giving false testimony to police by denying she had lent her mobile phone to her lover.

I was choked by laughter reading this. Sounds interesting hahaha... Let's lie and protect the "Honour" of the family! Seems a good arrangement for those who keen on having affair without wanting taking consequences of losing reputable names... this world is getting weird day by day.. if one decide to do something then let them face the consequences..

So .. for the ladies.. interested to go to Italy ...?Well I guess this will be applicable for the Gents as well.. as the women will cove up evertyhing for them.. sounds like a plan.. hahaha

Thursday, February 28, 2008

Sweeney Todd.. Sick Romantic

Lagi banyak pelem bagus di Kuwait, all Oscar nominee deh judulnya. Pelem-pelem laen juga ada, silk, clover field (eh bener ga sih), trus ada itu spiderwick, entah apa lagi
Semalem gue nonton si gila Johny Deep di sweeney todd. Gue ga tau kalo itu musikal, bukannya apa-apa ga ada terjemahannya kadang gue suka ga nangkep.. hahaha (mau malu).. Setengah pelem pertama, buat gue terlalu lambat dan cenderung bosan. Orang-orang Arab yang sepertinya sama kayak gue pada ninggalin bioskop.
Just about when I start regretting, masuk setengah pelem ke dua menjadi menarik buat gue. Duh gue ga detail anaknya, so gue ga bisa review in detail. Tapi gue amaze ama kemampuan director dan Mas Johny bikin scene yang so sick, painfull and yet romantic and so sad while the world around the actor still busy evolving its daily routine. Gue suka adegan Sweeney lagi picnic dengan muka dingin dan penuh dendam sementara si ceweknya berbunga-bunga menikmati suasana penuh cinta yand ada di pikiran dia sendiri. Dan tentu aja pas adegan penutup dimana Sweeney mati duduk bersimpuh di lantai dengan leher di bersimbah darah persis sama dengan istrinya yang juga mati dengan cara yang sama. Ironis karena ternyata pembalasan dendam dia ke masyarakat dengan bunuhin orang berujung dengan dia membunuh istrinya sendiri yang dia gak kenalin karena di bilang istrinya dah mati dan mukanya agak rusak. Romantic karena dia mati in sorrow and guilt meluk mayat istrinya. So sad karena semua tokoh utama mati atas nama cinta. And so sick of that bloody scene everywhere, specially the idea of having human meat pie, and having all the fresh corps grinded... cooking tips of the day: if you grind the human corps, make sure that you do it well, otherwise customer will not be happy when they found a finger in their pie..
Aslinya gue ga bisa makan abis itu, bagus juga buat diet.. hihihi
My friends who went with me last night hate that movie .. it is not acceptable for him to have all the bloody scene and brutal murder in a very beatiful song (free translation:Sick) and my other friend keep shouting during the movie and she lost apetite as well eventhough she was not having any meal during the day
So thats raise a small question to my self.. how did I see the beauty, the art of that movie and amaze by it? Me=Sick as well? hahaha

Tuesday, February 26, 2008

Ahmadi Festival - Tujuh Belasan Ala Kuwait


Gue sendiri dah lama banget gak dateng ke acara tujuh belasan di Indo. Tapi menurut yang gue liat di tipi plus memory gue waktu kecil, perayaan tujuh belasan belum terevolusi jauh, apalagi yang di daerah. Lapangan, hiburan massal, tempet mejeng pemuda pemudi kampung setempat, joget gratis, layar tancep, tempat rendesvous para mbak-mbak dan mas-mas dengan biaya minimal, ama puas bisa teriak-teriak supporterin orang tanpa di tangkep satpam karena berisik! hihihi

Nah Kuwait tanggal 25 ini merayakan Liberation Day-nya, gue masih kurang referensi masalah ini, tapi seharusnya adalah liberation dari British tapi sebagian bilang itu juga buat ngerayain pembebasan dari Irak tahun 91 dulu. Anyway the whole nation is ready for party!!! Ga tanggung-tanggung liburnya tiga hari! plus week end, so jadilah gue very long week end di negara ini. Mendekati hari H, udah jadi tradisi (padahal ga ada biskuit roma) buat para anak-anak abg lokal terutama yang bukan dari creme de la creme buat nongkrong di tepi jalan dan pengkolan buat nyemprot-nyemprotin foam ke mobil lewat plus orangnya di dalem (apes dah kalo ga kunci pintu mobil). Di beberapa tempat menurut gosip malah sekalian ama pilox... well yang ini dah tergolong vandalisme. So morale of the story, selama libur liberation day ga usah buru-buru cuci mobil, soale bakal kotor mulu! hihihihi Gue sempet agak nyerempet satu abg nekat yang ngehadang di tengah jalan buat nyemprot mobil gue! well ga kenceng lah, tapi mayan berisik pas dia kena hehehe
Nah satu hari di liburan itu, gue ama temen gue sekeluarga Mr Rinaldy & Ms Aela, mengunjungi Ahmadi Festival. (Ahmadi:nama daerah industri tempat kantor gue dan salah satu national oil company berada). Begitu sampai di lokasi, setelah jalan agak jauh, musik arab yang dominan rebana dan sejenis drum langsung membingkai suasana. Gue dateng edisi siang, ga terlalu banyak performancenya. Ada tari pedang, musik rebana, ama panggung anak-anak lengkap dengan teletubbies arab di iringi musik techno (binun kan? teletubbiesnya ajep-ajep bo..!) Selebihnya ada tenda tenda yang isinya foto-foto Kuwait jaman dulu mostly tentang industri perminyakannya yang membawa negeri beduin (suku nomaden padang pasir) dan nelayan ini jadi salah satu negeri terkaya di dunia (yang pasti mata uangnya paling kuat jek! sedih pan.. rekening nambahnya bukan dinar soale). Oya, ada juga bangunan semi permanen yang ngegambarin rumah para beduin ini dulu di gurun pasir. Nah anak kecil ini termasuk penari pedang rebana (halah.. gue ga tau soale namanya apa)
Buat gue performance yang ada biasa ajah, dari sisi budaya dan sejarah minimal lah secara emang negeri ini ga kaya juga dari sisi itu. Tapi yang paling menarik adalah mengamati "crowd" yang ada di lapangan cricket tempat Ahmadi Festival ini. Orang-orangnya terlihat lebih beda sama mereka yang gue suka ketemu di mall, yang ini lebih lepas, lebih berenergi dan kampung dikit. Abg-nya dandan maksimal, make up menor abis, kacamata artis, plus boots bling bling buat yang cewek (sayang ga sempet moto), trus baju junkies and rambut di spike abis buat yang cowok! seru deh! dah berasa paling keren sepenjuru Ahmadi deh pokoknya. hihihi Tapi
tema nasional dress code and accecoriesnya adalah Kuwait national flag, dominan warna merah, ijo dan putih. Niat-niat banget loh mereka. Berikut sedikit cuplikan dokumentasi dengan courtesy dari yang punya kamera, Mr Rinaldi,

Nah ini termasuk penari latar ajep-ajep si teletubbies arab.. hehehe




Aslinye niat bener ini satu keluarga, gue yakin ibunya yang semangat!



Buat para ibu-ibu bisa ngeleseh di mana aja buat piknik atau sekedar gossip sementara anak-anak pada kesenengan joget bareng teletubbies techno. Jarang-jarang kan liat adegan begini hihihihi (berasa ada di salah satu adegan ayat-ayat cinta)

last but not least thank to Keluarga Rinaldy yang dah bawa gue ke acara ini dan ke acara-acara yang laen hehehe..

Monday, February 25, 2008

Credibility

Credibility…

Nungguin excel hang dan pesenan slice fish red chilly plus vegetable gue dari restoran India langganan gue di Ahmadi, gue coba buat nulis tentang judul di atas yang udah ada di kepala gue dari kemaren.

Ngomongin kredibilitas, pertama kali gue tersentak akan pemaknaan kata ini adalah waktu training QHSE 2 (Quality, Health,Safety and Enivironment) di SLB. Di tunjang dengan presenternya yang ganteng dan berwibawa asli Pakistan (hmm ga penting yah kayaknya hahaha). It is said that as leader has to earn their credibility as mandatory thing to earn respect and level up the quality, power and influence as a leader. In the working context, can easily be translated by if you say you would do something, than do it. If you say you will deliver, then ensure it is done.

In daily life, credibility can be simply translated into a fulfillment of those small promises and commitment ie calls, email reply, be on time, promised visits, query replies.. So if you promise a friend to meet somewhere at certain time, mean it and be there. If you escape a conversation and say you will call the person, don’t! Unless you really plan to give them a call. If your friend asking you a favor, don’t commit anything for the sake of politeness or social courtesy unless you’re willing to do it.. Don’t underestimate anyone’s mind by simply thought that this is just a small thing. You will never know how much those un-met commitment affect them, cause there’s no way you know all the stories behind what you see.

Those not met commitment no matter how small it is will get you back someday somehow. Well.. last week I got slapped on my face because of this lack of commitment. I casually promise my friend to get a template of business plan, never know how much this meant to this person, I kept delaying in sending the template. There’s always excuses, works, meetings, deadline, tired, overlook, missed, etc.. but the truth is I don’t prioritize enough and kind of underestimating the need of my friend with the justification that this person will also look for it from somewhere else. It doesn’t matter what the other person does, once you gave them your word, honor it ! You don’t want to be in the same shit of being in other person shoes where you have someone else bailed out from their commitment. Well taking ownership of your commitment doesn’t necessarily mean that you will escape the shit someday, but at least you don’t contribute to that kind shit.. This thing may end up ugly by losing your best friend eventually.. and that will be too much to pay for such a silly negligence don’t you think?

Well… let’s get started..





Almost...

“Nothing Beats the fun of shopping and dining” that’s the opening line of Indonesian online news portal in one of the advertisement articles. That kind of struck me right at my stomach..

What happen is that I have a feeling that I spend too much lately. Nothing new though unfortunately, but when it felt like something is not right (since when spending too much is right dear...) I’d better do something.

So I began with updating my expense report and scrutinize my bills which were not thrown out. Apart from my claims, when I was scanning my own bills, my stomach again pinched. I always assume that I spend fair of amount in each month. Or at least compensate major disbursement with lower spending at the following month. But seems that is not happening. Dresses, Accessories, Shoes, Any other type of clothes, Gifts, Bedding, kitchen stuff, cutlery, dishes, home decoration, flexes, shawl, dining, you name it! Those are all right, some of them are even claimable, but my buying pattern is the worry.

Week by week every month.. that’s scary! I remember in one of TV talk show, people who don’t have any spending plan, who just bought what they like are the most likely who got into deep financial mess!!! Gosh… and I see my self when I went through the dates of the bills.. There’s always excuses.. need.. wants… Yes, I haven’t reached that level of exclusive brand addict, but I just found out that avoiding single major amount is how I justify my spending habit. Doesn’t feel right if I come home with empty handed from whatever place which sells goods! Sick! The urge to buy is something beyond the consciousness lately … hate to say it, but I am after the sensation of having new stuff. Even though I consciously watch my self not to reach the stage where I would have un open shopping bags for days or weeks.. that will be a final terminal sign of this disease !

Damn… My name is Alina and I’m that close to shopaholic.. I AM NOT THERE YET!

Btw, today I visited one of other Indonesian fellow house for a serious feast by the beach located out of town. In addition to the fact that the house was more to a resort where you can just open your common room towards the garden by unpolluted beach, the house is very intelligently decorated. This week theme is Arabic I suppose, lots of Syrian, Morrocan, Jordan, Kuwait and Indian antiques, wall hanging, comfortable and nice carpets are blended into a perfect harmony. And my blood has that pulse urging for hunting that antiques… help…………………… (hmm I might need to check with personnel for second year utilities allowance hahaha)


Monday, February 18, 2008

Hang...!

Dah gue niatin buat mulai malam-malam panjang bersama ribuan line excel sheet sebagai ritual tahunan...
Dan malam ini setelah pikiran ter-refresh baca-baca blog and liat poto-poto yang ada di situ, semangat 45 gue terpaksa patah setelah excel gue hang mulu ... menyebalkan!! *minjem istilahnya temen gue yang anggun jelita tapi ganas Ms Tunggono, "Keparat!" hahaha

hmm sebagai produk sampingan tadi gue kesampaian juga nulis tentang palentin di negri kuwait ini, sayang banget gue lupa copy .. itu tulisan di maksudkan sebagai komen di salah satu blog favorit gue.. hmm sepertinya gue bakal usaha minta copy comment gue deh secara sepertinya itu komen ga pas juga buat postingan reportase begitu (guenya berlebih! hehehe). . atau kalo gue punya energy gue rangkum lagi deh

ok cukup sekian pulang dulu ahhhh

Pergi Juga Deh….



Hmm malem ini pergi juga deh sahabat gue.. hidup ala kumpeni gue emang menyebalkan at this stage, people come and go.. sering banget pada saat kita mulai settle down, dah ketemu sahabat, circle of comfort, ga usah khawatir keliatan bengep, ga usah pake alis (oh itu concern gue doang yah hahaha), yang loe ga harus ngomong tapi loe tetep nyaman tanpa kata-kata, ngawal gue belanja, nyobain resto baru, nemenin milih seprai, ngajarin shisha, ngabisin isi kulkas gue, dengerin frustasi gue tentang bos ato setap gue, marah-marahin gue kalo lagi ga bener, etc . Halah …

Sebagai manusia yang bertanggung jawab pada pilihannya, ya sudah mari kita hadapi. It’s another day, another turn over, people stays at our heart at certain pages, then each of us move on with another pages, whether the same names occur on the upcoming pages, that’s what we call destiny. Selebihnya kita di pertemukan untuk saling menghantarkan pada tikungan-tikungan selanjutnya , mendampingi, memberi hikmah, tak selalu indah, but things happen for a purpose. (basi yah.. hahaha but this true)

Hmm jadi dejavu pas gue ninggalin Balikpapan, mundur lebih jauh lagi pas gue ninggalin Indo pertama kalinya buat ikut Bokap ke negeri Ayat-ayat Cinta jaman SMP, trus hijrah ke Jakarta dari kota kelahiran gue setelah pulang dari tiga tahun perkenalan pertama gue dengan middle east, trus ninggalin metropolitan penuh kemacetan dan itc ke Balikpapan.. hmm…. Banyak juga chapternya .. Padahal in a way gue pikir hidup gue cukup flat and safe. It’s not that much may be, but at least for me It’s such a valuable and rich journey.. Alhamdulillah..

Btw, konsentrasi gue pecah nulis ini gara-gara liat Adam Sandler yang sumpeh lucu mampus di Saturday Night Life.. I always think that he’s not that interesting until tonight.. He’s so funny .. !!!! tampang bloonnya dengan eksplorasi aksen dan kostum it’s absolutely Hillarious!!!

*wah epilog nya ga nyambung hehehehe

Thanks for being such a good friend.. take care, I’ll see you..baek-baek ya…
Wish u love, joy and happiness all the way.. dunia akhirat … amen…

Malem Palentine 2008,



Sebenernya gue bukan penganut kepercayaan kepada Hari Valentine. Terakhir gue inget yang emang gue dengan penuh kesadaran ngerayain, itu jaman gue SMP kelas 1!

So.. kalau Valentine 2008 ini gue keluar buat acara dinner, semata-mata emang cari hiburan dan hang out ama temen-temen aja. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Hilton yang deket rumah gue ngadain live music, full band! Ini adalah hal yang langka di Kuwait. Gue yang sempet mau nekat ke Bahrain Cuma buat nongkrong dengerin live music, lumayan terhibur lah semalam itu. Band Philipino yang siangnya para personil sibuk jadi perawat, arsitek, admin, etc. Mayan lah... en lebih seru lagi, setelah temen gue yang hobby networking langsung kenalan ama pemaennya. Jadwal musical play di Maret and another performance in April , we will be on the invitation list. Nothing to compare Bjork concert recently in Jakarta, or Dubai Jazz festival lah .. hahaha

Well, benernya sih hidup di sini gila juga kalo ada aksesnya.. selaen under ground party dari yacht ke yacht yang too much buat gue yang konserpatip (standar gue sendiri) , ternyata ga jauh dari rumah ada basement apartment yang muat ratusan orang buat rave party every week. Hmm.. belum abis excitement gue, temen inform kalo dah dua kali dia attend another private party lengkap dengan great full live music performance, dan ada dance performance yang menurut beliau sangat artistic exotic. Nah sepertinya naluri penikmat seni gue tergelitik, I love those kind of performances… harus overcome kemalesan gue buat stay di close circle dan berasimilasi dengan ceruk ceruk komunitas di sekitar.. Ih paragraph ini sepertinya agak misleading seolah gue demen banget parte hehehe

Yeahhh.. jadi inget rekonsiliasi angka-angka yang numpuk belum kelar ….. Hweksss...!

Friday, February 08, 2008

Told Yaa...

Hey.. told you.. it will never be easy..!
Been there, done that, so many times that I don't even want to go near it
But it keep pulling me closer..
Make me believe that it's all right.. another game.. another night.. another fun..
Seize the day!
It should have been a lovely week get away
Honest smile, thank you and hasta la vista..
It is like that ..
Except that creepy hollow over shadow the days...
And here I am , cursing in everything I met for such a foolish and careless act
Reconstructing broken soul, of not being intimidated .. of empty seat and silenced sounds

told you.. it will never be easy!

Lost...

If you lost someone, which one worse, the feeling of losing that respective person or the feeling of doesn’t want to be taken from current comfort zone? Do we tend to hang on to something or someone more to the purpose of maintaining status quo or whatever attribute we’d like to attach to our being?

Now if you lost your company, for whatever reason, and you found yourself drowned into sorrow, hollowness and all that miserable kind of feeling. Which one more matter, the loss value of the other’s existence or the fact that you cry over yourself of being shaken from your comfort zone and secured lines???

That thought that we might potentially cry over our selfishness is kind of frightening and sad…

Friday, January 04, 2008

Peringatan Tanggal-tanggal

Sebenarnya tulisan ini ingin di rangkai beberapa waktu lalu, tapi seperti biasa interupsi selalu muncul dan kadang saya tak cukup punya kemauan untuk "doing the extra mile" buat tetep nulis selagi anget.
Ini tentang peringatan tanggal-tanggal. Dalam bersosialisasi dan memelihara hubungan, kita sering mengagendakan hal ini. Tanggal pernikahan, hari "jadian", hari pahlawan, kemerdekaan, dan yang paling sering adalah Hari Ultah.
Sudah lama saya mengidentifikasi 'kelemahan' diri yang kadang cukup membuat resah orang sekitar, yaitu kekurangmampuan saya mengingat tanggal. Untuk peringatan apa saja, terutama ya itu tadi yang paling sering, tanggal ulang tahun. Kadang memang tidak ada slot sama sekali di kepala, atau kadang sudah tersimpan di bawah sadar tapi ingatnya gak pas dengan hari H. Dari di diemin pacar (di kala itu), di maki sahabat, di omongin di belakang, atau sekedar helaan napas panjang dan tatapan kecewa teman-teman. Saking parahnya ultah ortu dan kakak yang sangat unik, kebetulan Papa,kakak dan ponakan ultah di hari yang sama), tahun 2007 kemaren terlewat begitu saja. Ingatan datang pada hari ke tiga dan satu hari sebelum hari H!
Sungguh saya setuju dengan argumen salah satu sahabat bahwa atensi dan usaha untuk mengingat tanggal tanggal ini adalah bentuk perhatian. Tapi sungguh bukan saya tidak peduli pada mereka yang saya terlupa tanggal lahirnya. Tidak mungkin kan saya tidak peduli pada keluarga inti atau pacar sendiri?! lalu kenapa ya..?
Karena saya merasa gagal dan mengecewakan orang-orang, di awal tahun baru ini saya berpikir agak serius mengenai hal ini. Salah satu hasil kontemplasi saya adalah, mungkin karena buat saya hari ulang tahun adalah seperti hari hari biasa dengan warna yang sedikit berbeda. Terus terang saya masih belum berhasil melihat korelasi antara tanggal kita di lahirkan dengan ucapan selamat, kado dan pesta selain memang kita memang mencari kesempatan membuat perayaan dan merasa di istimewakan barang sehari. Toh sebenarnya umur kita yang berkurang setahun. Hal yang paling penting dari tanggal bersejarah ini adalah mengenang dan menyerapi perjuangan ibunda yang meregang nyawa untuk melantarkan kita pada dunia fana ini. Sebuah hal magis yang luar biasa dalam setiap kehidupan seorang ibu yang bisa menjamin surga. Dan bisa kita perdalam dengan peran setiap jiwa yang bersentuhan dengan cerita kita dan menjadi simpul simpul perjalanan kedewasaan jiwa kita dan pada akhirnya menganalisa kita sampai dimana.
Memang menyenangkan mendapat perhatian, kado, sukur dapat Doa. Ini sama saja dengan tiap negara yang menskedulkan berbagai macam hari peringatan yang pada akhirnya adalah melegalkan hari libur nasional untuk senang-senang. Mungkin saya harus bisa lebih berkompromi dengan ritual sosial, mengagendakan perhatian,menyenangkan orang dengan hadiah dan Doa pada saat-saat yang di sepakati secara jamaah. Karena mungkin orang jengah untuk melakukannya kalau tidak ada dalam jadwal.
Sumpah, saya senang banget kalau dapet kado,perhatian,pesta dan doa .. kapan saja termasuk hari ulang tahun saya.. hehehehe
Buat segenap keluarga, sahabat, mantan pacar, dan mereka yang kebetulan sudah mengamanahkan tanggal bersejarah mereka tapi tak mendapat perlakuan semestinya. Saya dengan ini meminta maaf sedalam-dalamnya dan perkenankan saya mendoakan kalian akan hal-hal yang terbaik sebelum masa kita menjadi senja. Segenap kebahagiaan, kecukupan jiwa dan akhir masa yang sebaik-baiknya. Amin...
I love u all.. I do..

Thursday, January 03, 2008

Liris Semalam

(Dalam satu ruas menjelang maya meninggalkan nyata)

Aku ingin menjelma Gangga
Meruang bejana fana
Mengalir bersenyawa dengan yang katanya nyata

Biar luruh semua tanya
Lebur nyawa dalam udara luka

Kupasrahkan segenap air mata
Lelah ke kejar tanya pada dunia....

AKU INGIN MENJELMA GANGGA!!!

*pokoke akhirnya 'a' :-)

Thanks buat Kritikus Sastra Kal Tim, bapak Mgr Produksi Tribun Kaltim

Tuesday, December 25, 2007

Dearest Staff...

Documentation...
As a summary for our discussion yesterday and as a ground to move forward, the following are the highlighted points

Hard work in some period can not be compensated with inefficiency in the following period which cause the Objectives or Main task are not met. Extra hours are expected in some season as per the requirement on top of the routine work load

To be a Good Performer, the minimum expected is the ability to meet the objectives along with the consistent performance, initiatives and disciplines to get task done timely and incorporate the sense of urgency

Time Management plays very important role in keeping the Consistent Performance and not compromising the quality of work and working environment ethics

Less Supervisory on Consistent Good Performance is one of the critical qualification of being a Good Performer

Being demotivated of one thing can not be used to justify the inability to keep consistent performance

Demotivation Factor has to be dealt within the system and procedures

Employee Manual and Personnel Department are there for employee to refer to for any personnel matter.
Point taken that you're being demotivated because you're under Grade, I am looking into it even before you communicated it to me, but this has to be dealt within the system and procedures as explained for the performance appraisal cycle which time line will come from the personnel department. But inconsistent performance for whatever reasons are not acceptable for me. One of the maturity side that I expect from you is to be able to put forward the tasks, get it done timely and deal with your demotivation factors in parallel process without compromising the level of performance.
I need you to focus in Processing and I want to see more initiatives and higher sense of belonging to get things done timely, enhance your skill and knowledge for the respective process while managing the ad hoc projects. I would have expected you to prepare various schedules needed for the fiscal processing which can be done besides the System processing.This schedules are including but not limited to Collection Database, bla bla bla bla etc Guidance for these has been sent to you in Notes on Account Processing and Compliance Check List, and you can always refer to me for any unclear processes.
Understand that correct accounting processing need to be initiated at the source, we should approach Mgt team more in the following period, but by end of the day Our Department is the Last Guard of the accuracy and reduce the potential exposures of the accounts submitted in the Declaration who need to take full responsibility on given input on the GL accounts. Gradual improvement on the input quality should be on going process that we need to work on.
Please clarify whatever assumption in relation with work to ensure that we are on the same page
Please capitalize on your good qualification that you've proven during the fiscal account processing Y2006 and during the inspection. As I mentioned several time, you have the potential to excel as Fiscal Accountant
I will work on your Grade increase, but I can not stress more that the above factors are critical for my team. Please go through the above, think it over and I don't intend to have this email as a start for never ending discussion.
Regards

Monday, December 17, 2007

Till we meet again

One of closest dearest told me ones after some time I move to my new location, “Why is it so hard to get hold of you now? One drop of a line won’t be too much hassle. I know where this is going to lead to! That suddenly we’ve become stranger and when we finally meet again it will never be the same and we could be just talking about the weather!!!”

When I heard that, I strongly feel that statement was exaggerating. People do move on, busy with their own life and old friends will be there having their own space and shall cross the road again whenever the destiny take us. Once we came across, having fun for a while, exchanging some news which might not be very personal, share some nostalgic memories, laugh, wave our hands and continue to walk on each path. A small number of people will be remain there in our soul and will be greet with the same intensity as it used to whenever there’s a chance or we do create the opportunity to meet whenever our soul is craving to.

Seems that I am not good in all of this, I easily move to my shell and alienated my self from the world no matter what. I tend to assume that things are going steady without maintenance and effort. The truth is I loss a lot! I don’t know how truth it is about Karma, but I got the chance to taste it too to be on the other side. When you expect someone to care, but then what expected are never there for whatever reasons. Then I guess I do know how it feels like to be abandoned.

May be I am mixing things up, but it is true I should’ve done more to preserve the joy of having lots of best people around and reduce some space for my self. Without even know it, we end up losing people. True that new people come up, and life is keep changing, but is that life is all about?? Dedicated to changes, move on with everything and embrace the fact that people will come on go. Then when one of your closest start drifting away with the new life, just let go and accept that as a routine and just move on with your own life … I guess…

All my love for those who fulfilled my days and my soul once upon a time, by end of the day most people are end up alone in one way or another, we just need to have the faith and move on… and I am sorry for not being there so many times for each of you in every important part of your life, but I do wish that you are all well in every way my dearest friends…

Friday, December 14, 2007

One Night in Miraje..

First Indonesian Culinary Dinner at Miraje No 2...
Candle Night..

Chocolatier... yummyyyy....






Beverage Corner on Batik Shawl



Toples, Siapa bilang harus penuh...






My Favorite Lamp side by side by Javanese Tea




Wednesday, December 05, 2007

Konsep Rejeki

Tiba-tiba gue pengen ngomong soal konsep rejeki.. Ngomongin rejeki secara natural harafiah biasanya langsung di terjemahkan ke materi. Sampai berapa hari lalu gue tetep ga bisa ngerti kenapa kalo ibu-ibu kumpul harus banget explain jabatan suami, grade ampai gaji! Baru aja week end lalu gue dengan semangat idealisme segolongan wanita menyatakan kegelian gue atas perilaku ini ke beberapa temen gue yang notabene hidup dalam lingkungan itu. Dengan berapi-api gue langsung emosi komentar how rude a person who just met us asking how much is the husband’s salary. Di titik ini sepertinya gue agak gegar budaya dan memutuskan untuk tidak bisa menganggap hal itu sebagai suatu hal yang wajar bagi seseorang untuk mengidentifikasi diri dengan ‘kelas’nya atau pun jalan untuk mempertegas eksistensi diri.

Barusan gue jalan ama temen gue yang lain yang lumayan aktif kehidupan sosialnya di seantero negara rantau ini. Dan ternyata masalah gaji menggaji ini bener-bener sudah menjadi bagian dari pembicaraan standar. Tidak ada sepertinya yang merasa tersinggung atau risih lagi. Ada dua pilihan untuk bertanya, secara vulgar pada hari pertama kenalan, atau pada saat membahas kerjaan suami pada pertemuan-pertemuan selanjutnya. Yang kedua sepertinya sekedar memastikan kekuatan pasar.

Dari obrolan-obrolan di atas lah, gue dapet tuh range gaji para suami beliau-beliau ini. Untuk tataran atas management di mulai dari manager jumlahnya bikin gue terdiam sesaat. That’s a lot lot of money for a month with every basic facilities covered! It’s even much higher than the monthly take home pay of the first man of my company in town! Akhirnya gue bisa ngerti kenapa tas seharga uang pangkal kuliah swasta jadi koleksi standar.hehehe

Temen gue dengan culunnya bilang, “loe kan masih ada kesempatan tuh, cari suami yang begitu aja, ayo!” Dan gue dengan sok polosnya jawab,”Yang penting gue bahagia aja deh, mau duit berapa juga bisa berasa kurang mulu”. Ciehhh… geli sendiri gue dengernya!hahaha

Tapi setelah itu secara lebih serius gue berpikir mengenai ‘rejeki’. Gue inget kata-kata kakak gue yang abis pulang pengajian waktu gue cuti bulan lalu.”Tiap orang itu sudah di jamin rejekinya, tapi orang sering salah kaprah menterjemahkan rejeki. Rejeki juga bisa di artikan sebagai fasilitas untuk beribadah.Ini bisa dalam bentuk materi, tenaga, pikiran,ilmu,doa,pertolongan orang,pahala, etc” Betul kita harus termotivasi untuk maju setiap harinya, tapi terintimidasi oleh rejeki orang lain gue pikir lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya yah. Sengsara juga kan kalo tiap hari kita berasa kurang dan kurang regardless apa yang kita dapat hehehehe

Menjelang sampai rumah, temen gue tadi bilang “ Ibu ini bagus banget rejekinya, tiap kali dateng ke rumah pas gue masak, pas gue mau jalan, etc”. Gue jadi seperti langsung di kasih tambahan contoh soal, malam ini gue memang ngerasa seneng bener ketemu soto enak, temen ngobrol enak, godain anaknya yang lucu, di tutup ama jalan-jalan dan nemu baju winter murah meriah lagi!plus aksesoris India yang nyentrik .. halah belanja lagi judulnya! Tapi intinya hal-hal yang tadi gue sebutin tadi bikin gue ngerasa cukup, dan semoga berlanjut ke ibadah dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat, setidaknya menjaga tali silaturahmi lah. Mungkin kalau di rangkum dalam satu kalimat, “Alhamdulillah gue cukup mampu bayar taksi untuk silaturahmi dan di beri kemampuan untuk berdiskusi tentang program kegiatan organisasi yang bertujuan memberi manfaat buat semua temen-temen”

Dan satu lagi, harusnya gue cukup mampu buat ga Su’udzon dengan mereka yang akrab membicarakan gaji, jabatan ataupun grade, mungkin buat mereka itu sama aja dengan gue ngebahas ama temen-temen yg lumayan deket sesama perantau di perusahaan gue berapa pasaran gaji buat posisi dan grade tertentu termasuk ngebuka dapur masing-masing dengan tujuan supaya kita gak di rugikan oleh oknum oknum menyebalkan yang kadang punya hobby aneh untuk meminimalkan pengeluaran perusahaan semaksimal mungkin dengan segala cara walaupun budget standar sudah ada. (lah curhat ….)

Monday, December 03, 2007

My First… Inspection



Finally I got a chance to meet face to face with local authority Inspector. One of the small legal entities prefers to have the Company representative presence instead of just dealing with the Advisor. I was kind of excited and a curious wondering how this will goes.

The inspection takes place at our Advisor office at the city. And yes we were late, luckily the traffic can always to be blamed. There were four of us, my self, my staff, the advisor and the inspector. And one thing to be stressed is that three of them are male Egyptian. And to make it more fun, the inspector doesn’t speak English!!

Three hours last with only half of the time discussing the business. The rest of times, it was like variety talk show. They were gossiping about how low class is the previous inspector who happen to be Kuwaiti Bedouin, the first love of the inspector, his hobby for fishing, and so many other stuff which were not translated to the poor me who look like slightly better than the files. Just being in the room almost useless and lost in the Arabic Chat! Hahaha. One strong turkish coffee and arabic tea were my center of my attention when i was lost in translation

This inspector is known as one of the best inspector in Kuwait, and he even admit that he is the best Egyptian tax inspector back in year 2004. But yet he missed the most basic check of the revenue cycle and he even proudly state that he against those procedures. Hmm.. good for me!hahaha

One other note besides the above is that these Egyptian fellows amaze me. My staff and the Advisor can talk long and (sounds) detail of the business of the company inspected, throw various assumption on the expenses with very convincing gesture and face expression. What they know in few simple sentences just before the meeting can be translated into pages of argument! I guess it’s just in the blood. And amazingly the inspector buy that.
I guess I have to re-consider my harsh action plan to my staff by end of the year, he proved him self to be quite useful during the inspection process.

Malam di Tanah Kusir Di Kala Cuti




Wah sepertinya baru kali ini gue ngerasa buntu bener cuti di Jakarta!Susah payah gue menenangkan hasrat jalan gue. Temen-temen jalan gue kebetulan lagi pada gak ada di Jakarta atau lagi sibuk ama kerjaan. Sementara temen temen imuters (gank kuliah dulu), harus membagi waktu dengan bijaksana untuk keluarga.

Sumpeh aslinye gue bosaaannnnnnnnnnnnn!Tapi gue juga sih yang kurang proaktif kontak dengan temen-temen yang laen. Well gue juga yang sok rewel males kontak temen-temen yang dah lama ga kontak walopun dulu mayan deket. (jelek banget gue maintain temen lama!!)

Ya sudah, anyway gue punya utang moral banyak ama buku buku gue yang malang. Choice malam ini: Revolusi IQ/EQ/SQ (gue beli brp tahun lalu gak tamat-tamat juga); Kucari Pendamping yang Setia (di kasih Ilan tadi siang, ringan, lucu dan bikin kaget kadang); Talk to anyone-nya Larry King (yang ini napsu banget gue pengen namatin, duniawi banget yah gue prioritasnya!)

Jadi inget salah satu bukunya Paulo Coelho, lupa judulnya, dimana tokoh utamanya mengkritik temannya, sang wartawan yang membanggakan koleksi perpustakaannya. Karena buatnya buku, terutama yang sudah di baca akan lebih bermanfaat apabila bisa dimanfaatkan oleh orang lain. Dan kita harusnya cukup percaya diri bahwa apa yang sudah kita baca akan terus menjadi bagian dari diri kita dan tak akan hilang.

Ok, better start to read then…

Jogja, November 2007



Gue hampir seminggu di Jogja, sengaja ga kemana-mana (hampir) karena pengen nemenin bokap. Sangat di sayangkan dua buku yang gue bawa gak abis juga bacanya. Bawaan pemalas gue bikin gue lebih sibuk melototin tivi atau chatting kalau lagi senggang.

Di sela-sela nemenin bokap dan episode kemalasan gue, sempet juga gue ketemu ama beberapa temen lama and keluarganya. Plus kunjungan dua kali ke Desa Kasongan yang menyenangkan.

Di Kasongan ini gue kalap ngeliat lukisan massal yang lagi nge-trend di seluruh penjuru desa. Ini lukisan cat minyak beneran dengan gaya kontemporer dan abstrak yang lucu-lucu dari ukuran A3 sampai yang bisa menuhin dinding. Lukisan ini sudah sangat pantas buat ngisi apartment, real estate, kamar-kamar hotel,resto, café. Dan harganya sangat menyenangkan, dari 150-400 ribu untuk ukuran yang bisa menuhin dinding. Terus ada juga lukisan dan sketsa wayang kecil kecil dari warna hitam putih sampai warna pastel dengan harga dari 30-100 rebu untuk ukuran A4-A3. Tapi ada juga lukisan edisi yang lebih serius dengan harga jadi 1-2 juta ( banderol harga sih 4-5 juta), dimana menurut gue ini lukisan cukup bagus untuk harga segitu.Hidup seniman komersial!salah satu yang punya toko mengaku abis menyelesaikan 2000 lukisan ukuran 60*80 dalam waktu dua minggu aja buat di kirim ke Italy!! (gambar sama semua, entah gimana cara buatnya!)

Belum lagi segala macam pernak-pernik interior rumah dari lampu duduk, guci pakai lampu, lukisan pakai lampu, guci-guci hias, dan serba kayu dari pigura antic sampai furniture lengkap kondisi siap ekspor. Sayang banget gue ketinggalan kameranya.

Kadang gue gak enak hati juga, kok sepertinya gairah hidup gue gak jaduh dari aktivitas belanja. Sounds so shallow sometimes.. hahaha

Ekspektasi

Memanage Ekspektasi

Sekalipun terdengar clichĂ©, tapi dua kata itu yang terus berkelebat di kepala gue akhir akhir ini. Ekspektasi kadang bikin kita repot, karena kita sering menjadi kecewa saat ekspektasi kita tidak terealisasi. Gue jadi inget kata “pamrih”, kok jadi mirip yah aplikasinya.

Kalau saja kita tidak punya ekspektasi, pasti kondisi emosional lebih tertata. Tapi mungkin hidup jadi tidak “hidup” karena semua lantas jadi datar dan membosankan. Begitu kita membiarkan diri untuk menciptakan tataran pengharapan, kita mengambil resiko untuk kecewa. Dan kadang adakalanya kita sudah lelah untuk kecewa.

Take risk, take your choice, that’s life is all about…

Sunday, November 04, 2007

By End of The Day...

I had a bad news couple days back. My father slipped and fell down on his back. It was awfull.And only after three days, he went to hospital to get X-ray due to the continous pain. And only after that the news reach his daughter!!! Gosh..



There was a fracture on one of the spines. He need to be hospitalized but as expected he refused. Planned to go for second opinion to his neurosurgeon and internist, this afternoon I was completely break down when I had that sms saying that my fathe was taken to Emergency due to his sudden inability to communicate. It was kind of stroke sympthoms!My heart was sunk and there I just lost it.. I was choked in my tears when I called my sister.



I am not used to be that emotional, I used to be experienced that emotional state much later on when things are in control or over. That's applied to everything, including the time when my mom got really sick and lost her...



It just really struck me that eventually u have nothing but your own.. looking at my father seriously sick like that,but all his daughter is away. My eldest sister husband's is out of town, so she can't come right away.My second sister happen to be out for field duty. And here I am far far away...Off course we're trying to be there as soon as we got the news.. but the thing is sometimes even your family can't be there for u the time u most need them. Not because they don't want to or anything.It's just when life and destiny taking over, each of human being will be busy with their own. Need to adjust and time to reallign everything when things suddenly come up.

Main point.. by end of the day.. u can be alone.. literally alone and got alienated from other lives for those who used to be your life focus... U will be lucky enough if u have your spouse to be with you to live the days when things got their own rhythm but that will not always be the case.. not to mention if u happen to have pain during those days

Emm this makes me more determine ... not to end up going old alone hehehe well need to take chances right ... eventhough we'll never know how we're going to live our old life and what's gonna happen

But I feel very sad now... My father... hopes to hear the good news tomorrow of his health.. amen...

dear u

its not easy to be back on square one...
sometimes i wonder, how can I survive this over and over again...

take care there dear.. will miss your baked salmon and sauted sausages with all the mushroom and onion!!! keep it up.. master the Thai dish for a change!

Monday, October 22, 2007

Flowing Cost

Here I am, in the coffee shop at Kuwait airport (again). Seems that this place is the only place left for me to be able to write my blog. But my blog writing spirit significantly negatively affected after I open the attachment of my personal calls deduction this month!! Hell of cost!!

Well talking about cost, actually I am doing all right for the past few months... emm longer than that actually. I meant no unnecessary spending other than the intentionally shopping hehehe

What happen this past few days make me wonder, something must have gone wrong somewhere somehow. Started with the limited reimbursement amount of my driving training and all the related cost to get my driving license. Well I was planning to get my driving license without paying under table money, that’s why I push my self to master that silly parking and “letter S” reversed. Also to refresh my minimum driving experience after 6 months not behind the wheel. I remembered exactly that my office first manager was saying that company will help me for the training until I feel comfortable. Apparently, there’s a limit to it. My legal cost (not including under table money that eventually I have to disbursed after failing two times!) was three times higher than the limit due to three times taking the test plus the hours that I spent on driving training. While on top of that I have to spent bloody extra money to get me that famous driving license!! (This is equal to one and a half my legal cost)

Not yet recovered from my grief over the above, the following day I lost my red mobile phone when I was at the bank withdrawing money. Not sure how it happened, but it happened! And when I pass by my boss office, he gave me shit for me losing my mobile, he directly giving the news that company will not replace any mobile loss for negligence like that and not to mention that he was upset of not being able to contact me since morning.

Going back to my office rushing to finish everything before I left for this short vacation, plus still have to deal with my upset staff for me giving him left and right yesterday of being not focusing at work. I had a nice surprise of my land line detail bill and a sweet notes saying, “ Please highlight all personal calls (if any) and return to me asap”. Gosh! I thought they will never give me the bill and charge me! Hahaha this is the first time though after 8 months being here! Then as expected, that print out soon to be covered in my pink stabilos with all my personal calls to Indonesia! I don’t even have the guts to calculate the amount!

I thought this cost hammering is ended already, until I open the attachment of my personal calls from my mobile which break the record of all time! But for this one, I think there is potentially a mistake. I don’t recall that I ever use that much… We’ll found out when I get back though..

Calls … calls… calls… and soon this will be shooting even more high starting November I guess.. I’d better set my account in yahoo or skype soon.. Oopps boarding already …

Saturday, September 15, 2007

My Driving Trainer

This is the story of my driving trainer, middle Age Arabic man, Syrian to be precise. This guy, with moderate English in disdhasa (long white rope-traditional Arab men wears), has been a good trainer all the way. He managed to teach me to park in the most difficult way that I’ve never imagined can do.

At the first week, on the way home we met his brother who is also the driving trainer at one traffic light. Then he said that he has three brothers in Kuwait. Responsively I asked, ‘How many brothers and sisters you have?’ To my surprise, he looked hesitance to answer for couple minutes before finally answering, “I have eleven… brother”. Wooww I said, then he continued,”.. And 14 sisters..!” and he giggled happily. What a big family! And I learned that he has 25 siblings with three mothers. Yup, classic polygamy in Middle East country.

When I asked how many kids he has, he smiled again before answering. I for got how many exactly, but for sure it’s more than 10, even though less than 20.And off course from more than one wife. At that time he said he has two wives in Syria. But that story soon to be revised in the following week, when he admitted that actually he has three wives! The first one is at 40, second one at 31, and last one is merely young women at 21! I guess he has the policy of getting marry each decade!hahahaha

The thing is he still wants to get marry for the fourth time as he still has the quota to do that as a Muslim. What a classic and nice statement. This is because all the three wives lives far away in Syria, while he’s alone busy making money in Kuwait. He rarely sees them, like two months in a year. This leaves him lonely and abandoned during the rest of ten months. With a very nice smile and giggle he said he is to find nice young lady to be his companion in Kuwait, someone below 20 may be. Not sure whether he’s joking or not though about the age, but he seems pretty determine to get a new wife.

I guess the culture has played significantly in how he runs his life and values stuff. Grew up in a big polygamy family, that’s the values that planted in his head. Culture blessing, partial understanding of the verses of Holy Qur’an , and the availability of women for Polygamy give him no reason to see why shouldn’t he go for the joy of Polygamy

For me, I just do not understand how then he would provide sufficient education for the children. School and day to day education at home for all the conduct, manner, emotional quotient, and spiritual life. After all he is the Father, who has to contribute enough in every step all the way of his children. But it seems that a father role has been narrowed to be a bread winner, and the right of sexual harvest of his wives. A bit too sarcastic I know..

After all nobody is perfect right, I might object the way he value marriage, but I really honor him in some other important stuff. He’s such a hard worker, punctual, and very committed to his student both for the session quality and time. He will never corrupt the time of a session for example.

Different portrait, different route, different way, different life … Which are yours?






Saturday, September 08, 2007

INDONESIAN DAY 2007,KUWAIT

INDONESIAN DAY

Hari ini cukup menyenangkan dan menarik. Di mulai dengan sesi driving course yang menyenangkan di pagi hari, dan di lanjutkan kunjungan ke Indonesian Day di siang harinya.

Nah, di sini gue pengen mencoba merekam dan menterjemahkan keterhiburan gue selama ada di Indonesian Day yang di selenggarakan KBRI. Acara ini rutin setahun sekali, dengan spirit peringatan Hari Kemerdekaan, di tujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang ada di Kuwait.

Acaranya sendiri khas hiburan KBRI lah, dari seremonial pagi, cabaret, tari-tarian, band, bazaar makananan yang muahalnya minta ampun, dan yang paling di tunggu-tunggu, DANGDUTAN Nyukkk!!!

Indonesian Day di mulai dari menjelang makan siang sampai menjelang tengah malam. (pusing gak sih ..) Gue dateng jam 3.30 pm, di sambut dengan balon-balon, sekuriti dan mobil polisi (gue juga bingung riots apa yang mungkin terjadi dari massa yang dominant wanita). Di pintu masuk, ada banner gede Western Union yang jadi sponsor utama acara hari ini. Ini bikin gue inget film Jablai-nya Titi Kamal. Dan begitu gue masuk, ternyata buanyak banget yang dateng ampe senggol-senggolan.

Beberapa menit kemudian gue dah ikut berdesak-desakan di stand …Makanan!(nggak surprise banget deh begitu dateng langsung ke stand makanan). As expected, variasi nya emang lumayan. Dari menu wajib, bakso dan sate, ada juga lontong sayur, soto, pecel, segala jenis es buah, botok, makanan jawa timuran, rendang, kerupuk dan segala jajan pasar. Tapi entah mengapa, gue nggak terlalu terintimidasi, mungkin karena dah makan siang sebelumnya (plis deh). Tapi nggak mungkin dunk nggak beli! So, gue end up dengan sate sapi dan bawa pulang pempek, batagor, kacang bawang dan kerupuk. Sayang, mungkin karena masaknya dah lama jadi rasanya nggak ada yang nendang. Gue jamin itu ibu-ibu yang jualan pada kaya raya deh abis bazaar. Muahalnya ampun!bahkan kalo di compare dengan standar harga makanan local. Sebagai ilustrasi, empat potong batagor di hargai sekitar 50 ribu rupiah, satu botol selai kacang bawang 30 ribu, pokoknya segala macam snack 1KD rata-rata (32-35 ribu rupiah). Termasuk tiga batang pete di hargai 1 KD juga! Bukannya apa-apa, soalnya 1KD dah lumayan buat sarapan yang cukup pantas. Well, iya gue tau, ketimbang kita harus Indonesia sendiri biaya tiketnya berapa! Hahaha

Nah selepas dari pasar senggol makanan, gue beralih ke aula utama yang penuh sesak ama orang. Ini dia bagian paling seru!Gue terkaget-kaget mengamati orang-orang yang dateng. Sumpah aneh-aneh! Gue tau para TKW itu suka berlebih kalo ada acara, tapi aslinye gue baru ngeliat sendiri kali ini. Ada beberapa aliran sih kalo di perhatikan lebih detil.

Pertama, mereka yang berasa artis dangdut er-te setempat. Aslinye dari legging ketat, boots, baju jala-jala, baret berpayet, tank top atau other kind of top yang bikin dada ‘tumpeh rueh’, aksesoris yang keliatan di liat dari 100m, pokoknya pakem kostum dangdut keliling di patuhi secara kaffah!hehehe Asyik bergunjing tentang majikan mereka, dengan ekspresi dan ketawa centil yang khas. Gue jadi mikir, selama ini kita prihatin ama tingkat abuse, dan pemerkosaan kepada para pahlawan devisa kita. Tapi ngeliat kostum dan pembawaan mereka hari ini, arab mana yang tahan nggak memperkosa mereka coba! Yah gue tau ga semuanya begitu, tapi harusnya mereka yah jangan begitu lah kalo gak mau di lecehkan

Kedua, adalah mereka yang datang berjilbab, abaya lengkap, kerudung yang aksi, plus make up panggung tebal dengan aksen mata lebam khas Kuwaiti ladies. Gue ga terlalu yakin sih mereka ini berprofesi sebagai apa. Tapi pastinya, waktu orkes local dangdut manggung, goyangannya ga kalah dengan rekan-rekan lainnya. Ada yang bilang ini adalah para TKW yang berhasil. (terjemahan bebas: jadi istri orang local)

Khusus masalah Joget, ternyata sudah di antisipasi sama MC kalau suasana bakal Chaos waktu dangdut dimulai. Diminta dengan segala hormat, bagi segenap pengunjung untuk berjoget di tempatnya dengan joget yang sesuai dengan jalur-jalur kesopanan dan martabat bangsa.. hahahaha Lucu banget deh, konser dangdut mana yang sebelum mulai pakai diceramahin dulu tentang norma joget. hehehe

Aduh berasa prejudice banget deh gue!Walaupun gue terkaget-kaget ngeliat mereka dandan, joget atau ngomong, harusnya gue cukup bisa menahan diri dari segala konotasi negative dari apa pun yang gue liat. Toh gue nggak tau apa yang mereka jalanin, ya nggak! Gue suka marah-marah di lecehkan di jalan sebagai wanita Asia, karena mereka menganggap semua wanita Asia adalah pekerja rendahan dan gampangan. Tapi ternyata gue sendiri suka punya prejudice yang sama kalo ngeliat rekan-rekan pahlawan devisa ini. Not Good!while I always think that I never judge the book by it’s cover… Emm btw, gue pikir-pikir waktu gue geli ngeliat joget hot mereka, tiba-tiba terlintas jogged versi R&B dan Salsa di party semalam yang ternyata beberapa gerakan dasarnya hampir sama dan sama hotnya! (jadi mau malu, beda musik doang jek…. Hahahaha)


Notes:
Oya, ada kejutan nostalgia waktu sesi tari-tarian. Anak-anak kedutaan menarikan Tari Merak Sunda Bali. Yang ternyata Tarian wajib gue semasa gue masih hidup dalam lingkungan kedutaan! Jadi inget masa kecil! It’s surprising that some things are never change in the embassy life. Same feeling that I have when I saw the Ambassador wife’s was wearing classic silk batik top. The same aura of the Ambassador and the wife’s, the local Indonesian King at the location and how they present them selves among the “ordinary” people including the classic high hair do that his wife is using J

Sunday, August 12, 2007

Short Morning Contemplation

Sometimes we met people in the wrong time in the wrong way..
If only things are different, either the time or the way
More positive outcome can be expected..

When things ended up badly, not necessarily each of the parties involved is bad, that’s for sure (who the hell are we to judge anyway!)
It’s just all the wrong combination of various factors (that’s what I keep in mind)

And sometimes we can lose a potential good friend because of this unfortunate series of events. And that’s too bad….

Well, that’s why life is so rich and colorful I guess
Sometimes we just have to experience things in a hard way so that we can value the other things which is nicely laid upon our table and learn to be better

I embrace my mistake and learn hard from it...

Recap...

Just a recap of the thoughtst that keep blasting to my head tonight...
I guess I am the kind of person who never think bad of a person until there's some genuine proof
I really hate prejudice and judging, cause who the hell we are to conclude about someone's life
But then that also my weakness, I usually start as an ignorant person, never mind other people's business or life till they convey it to me
But when my instinct permit me to start getting close with anyone, for any reason, friends or relationship.. I am just blocking out the possibility of bad stuff... but then this is hurting me when I found my expectation are not met. Or when they stabbing me on the back. Kind of naive.. (may be that's what keep me kind of being reserved sometimes..)
And it makes me furious like hell when people still having doubtful intention with me while I begin to put my trust and respect on them. (well, who doesnt Alina!) I take it as an insult more than anything..(remind me of my hell fight with a lady sometimes in the past which I still can not understand why she was doing that to me) Or may be I am furious because I feel stupid and betrayed of laying down my trust on a wrong hand?
Well dont get me wrong, I know the world is not heaven, I am ready to fight or compete with anyone who clearly state their line.. but I guess I need to learn to distinguish those who are in disguise
I think i am just mumbling here... or over reacting, may be I will write again once I can clearly define the turbulence on my head. What the hell, this is my blog, and this is how I express my self at this state of minds and emotion.
Actually as long as a person is fair and sincere, and we got the chemistry, I think we will get along fine. Regardless what this person does in his life, cause again who am I to judge.. but at least I deserve to have the comfort and trust with these people to be around.
Well, I guess I am over reacting. So be it, enjoy the moment before we start callibrating our state of mind of emotion after the turbulence. It's another documentary, good to be emotional sometimes
*this writing applies to all general thing in life, not only for particular moment although this might be triggerred by emotional state of dealing with a particular moment (which I still try to understand)

Me


Friends...

In case you have the sickness to mess up with anyone, I guess the last thing you do is to mess up with your friends, right? I don’t know… I guess kind of respect and honor your friendship?

Well, for me I will not mess up with people who I respect with. So I guess if somebody for whatever reason intentionally messed up, lying, doing tricks or whatever fishy stuff with their friends or respectable close community for a shallow purposes (yes we’re crossing the subjective area), that is just simply shows the questionable quality of that person.

I always believe that Judging is one of the lowest attitudes in this life, but may be sometimes it can protect you in a weird way. To smoothen the word, may be we can rephrase the “Judging” part into kind of the “Blink” as per your initial instinct response. Whatever … but I still hate Judging though. So let the protection come through other way.

Thursday, August 09, 2007

(Hard) Lesson Learned



Siang kemaren, gue di bikin blingsatan sama telpon dari agent real estate apartment gue. Udah gue lagi kesel di gangguin orang bank buat urusan yang ga kelar-kelar , ini agent nelpon langsung mencak mencak setengah nangis ke gue!

Jadi critanya, gue yang polos ini bercerita ke para tetangga kalau sewa rumah gue lebih murah dari tempat mereka. Waktu itu kita emang lagi ngobrolin rumah, biaya sewa, etc Maksud gue, dengan cerita gue mungkin mereka bisa dapet harga yang lebih baik buat next contract di complex gue ataupun di property lain dengan harga yang sama. But surely in a way which not put me in jeopardy lah !

Nah culunnya, ada tetangga gue yang mau nyari apartment lain, bilang ke management dia kalo dia pengen apartment dan ngasih benchmark sewa tempat gue. Nah, telpon lah itu company sebelah (kebetulan competitor mampus) ke si agent, mempertanyakan bener ga dia kasih harga lebih murah ke gue secara dia ambil flat lebih banyak di compound gue. Jadilah itu gue di marah-marahin ama tu Agent! Huuuaaaaaaaaaa

Gue emang merasa bersalah, soale itu agent really was doing me a favor by giving me special rate. Siang itu begitu menghebohkan dan menegangkan, sampai ngancem pakai mutus rent gue segala dan gue nggak bisa berpikir jernih saat itu. Dari usaha gue melancarkan damage control dan merevise informasi harga sewa gue ke para temen gue itu, Company sebelah itu justru semakin marah ke agent gue kok dia sampai nelpon gue dan bilang kalau mereka complain etc. As this should be treated as classified business deal information. Intinya Company sebelah kesel ama tu agent karena kurang professional dalam menangani krisis dan mengancam mau narik sewa mereka di compound gue! Hehehe Ya udah abis itu masalah di anggap selesai dan tidak pernah ada

Tapi gue masih merasa ga tenang, waktu gue pulang ke rumah gue jadi berasa ga nyaman dan terintimidasi. Halah! Selama ini gue udah berasa sangat nyaman ama tempat tinggal gue, good place, good services, great ambience.. Sekarang berarti gue harus mikir tempat tinggal baru setelah kontrak abis Januari nanti karena pasti sewa di naikin dan di luar budget gue. Sumpah gue males banget buat pindah. Gue males banget buat arrange tempat baru, secara di sini all furnished, including daily cleaning services, even changing the bed sheet. Dan gue tau dengan harga yang sekarang, bakal susah banget nyaris ga mungkin gue bisa dapet tempat se cozy ini dengan all in services. Damn! Gue jadi manja dan pemalas gini yah. Ga mau susah bersihin rumah, cuci setrika, etc hehehe Believe it or not ini semua bikin gue tertekan buat mikirinnya ajah. Belom lagi tadinya gue mau minta ganti karpet … Huh! Lupakan deh .. my damn big mouth got to pay the price this time….

Lazy Afternoon..

Setelah gagal mengoperasikan Babyliss edisi keriwil, niat mau kerja tapi berhubung laper gue malah masak setelah sibuk mencari ilham buka tutup kulkas dan lemari groceries. Lumayan, mixed veggie with tikka sauce plus chicken shish tawook .. slurppp

Udah dua hari kemaren, gue merasa terteror dengan telepon di kantor. Gue rasa banyak yang udah pernah ngalamin gak enaknya kerjaan tergantung ama orang lain. Menyebalkan sekali kita di kejar kejar orang buat sesuatu yang di kerjakan orang lain tapi dalam tanggung jawab kita. Tetap bersikap manis dan menenangkan semua pihak to get the job done. That’s surely depressing! Gue heran orang sales kok tahan yah bermanis manis gituh .. hahaha


Wah ngantuk, bobok dulu ahhhh…..

*masih mikir mau bikin soto, pecel ato mie goreng buat karaoke-an ntar malem

Shattered Glass...

Sometimes people got stuck with things they want to believe in. No matter what the outcome of the continuous reality check. Despite of all the result of methodological analysis done within their conscious, they keep building false hopes without even realizing it. Like living in the fragile glass..

When it comes the time that the glass is shattered, every bit of those tiny pieces of the broken glasses launch its own rhyme of misery. A moment of out of breath, severe cramp in the stomach, hollow thought, etc. Till you faint or just lying there till the recovery process is done.

Having said that, I do respect all the process, risk and choices that being made, that’s what life is all about isn’t it.. making choices and take the consequences…

Sunday, June 17, 2007

That Long Lunch



He’s now known as Arkand (http://www.arkand.com/) . This is his spiritual and commercial name at the same time. But I call him by his baptized name as I was introduced to him with this. He’s been in my life since 1999. That’s almost 8 years ago!! Time flies..

He’s the one who speed up my spiritual journey in certain period of times. Two years practicing Yoga, I was overwhelmed on the high awareness of my being and start to question every single thing, value and dogma around and inside me, and I was totally unprepared. Then I took a long break, make peace with my self and my surrounding, shift focus on another thing till now…

But even then, we still stay close enough. And it is amazing and fun to see how he evolves and grow. He’s kind of person whom you can talk anything about. Today, in three hours, we start our chat by he’s activities lately, various client for his Mahakala Shakti, Kopassus trainer, Timor Leste visits with details experience of witnessing the battlefield from close, his view on various religion, Indonesia religion history, Evolution of Bible, Vatican politics, his believe against Darwin evolution theory, till his latest culinary adventures and how he think of how things work for relationships, marriage (he believes that there should be no limitation in marriage in regards that we have imbalance gender population and everyone deserve the same chance to have legal formal marriage), affairs, child trafficking and prostitution. Btw, just a little bit background, he’s born in a strict Catholic family and has gone most of the preparation to be a priest. Indeed three hours is not enough to discuss things in deep, we just love to skim things and have fun with it.

Regardless of how I stand on his believes and values, He’s been a very good friend, brother and very understanding Yoga Master. Thanks for supporting and comforting me through the most difficult cycle in my journey. Although you can be very manipulative which makes me alert at most of the time we chat, but you’re so unbelievably entertaining. Hehehehe

Before I drag my writing further on you, let me say this, “Nice to have you in my life Bang!”

And I agree with you, the Chicken Teh Chow in Pastello is quite “Mak Nyussss!”

Jogja, June 07…



Waktu boleh saja berjalan lambat dalam masa reses di Jogja kali ini, tapi malam ini kepala terasa sangat penuh. Banyak hal yang berjejal ingin tertuang, tapi hasilnya malah lompatan-lompatan acak pemikiran dan rekaman beberapa hari terakhir ini.

Di mulai dari makan malam yang menyenangkan di Kembang Goela bersama dua orang perempuan yang saya sayangi. Nikmatnya nongkrong di warung bakmi Kadin, minum bajigur di iringi langsung orkes keroncong lengkap (special request lagu Bandar Jakarta modal 5000 rupiah dari bokap), Spa di The Cangkringan (http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-hotel/star/the-cangkringan/) yang sangat menenangkan (thanks to Inoe yang sukses menyabotase ekstase gue dengan dering berisik HP gue!!), makan siang panjang bareng mantan guru yoga gue, dan pertemuan keluarga singkat dalam rangka pindahan rumah Bude gue, cerita Faisal Basri tentang panen petani yang harus di jagain tentara karena pake padi “Saputra” and ritual kunjungan gue ke Mirota Batik. Dunno where to start, let see…

Another Trip

Here I am … in the middle of the unbelievable massive crowd in Kuwait airport, heading back to Jakarta. Kuwait, summer time + airport = complete chaos. Long queue in most of the gates, noise keep pondering your head like millions of bee buzzing around your ear and inside your brain.. (now I am exaggerating)

I feel so sleepy, barely can lift my eye lid and start losing my conscious. (Completely in Garfield mode) Sitting in the McCafe, try to have few pages more on “Blink” by Malcolm Galdwell. The book has been on my shelf for more than 4 months. I bought it during my hand over trip to Kuwait last January!!! I really need to work on my readings; unfinished books keep piling up beside my bed.

Emm.. What would I write… ( need to keep writing or I passed out). All right, let’s write about the Gender related workshop that my company held this morning. Lately, after successfully benefiting and nurturing diversity in nationality, the company that I work for
has decided to focus more on Gender issues. Along with the company objective to push the women ratio in the field and management up to 25% minimal, they launch this movement called “Women Connect”

We even have Gender and Diversity manager in HQ. At the first stage, this movement has been provided with Website for “Curhat” kind like a blog that anyone can post a comment, issues, concern, whatever related to being women in this company. Local committee, gathering, and various activities are to be held with full support from HQ or area management. Operation & Country Manager are being forced to support this activities and this including freeing their female employees from any work for the first gathering in Kuwait!

The attendee is being divided into two groups, women office based and field based. After 2 hours brainstorming here are the points of concern that we highlighted to Management,

Office Based Women
· Long Working Hours, Casual Leave ( i.e period leave)
· Transportation arrangement for working late
· Special parking for women in order for us not to walk far away from the office entrance cause sometimes we have worker around
· No blur glass on the Rest room door
· Formal Channel for women concern
· Re arrange the floor plan and office lay out to avoid unnecessary crowd around the cubicle and increase privacy
· Culture briefing for new comer and mentoring

Field Based Women
Separate accommodation and bathroom for women in the rig. ( now they have to share room with males, and no designated bathroom for them)
Locker and Changing room for women
Ask Manager for not mistakenly interpret ‘Cry’ as a sign of weakness instead it is merely a different way of expressing emotion for women (interesting one! specially that manager’s reply is that this point is acceptable and actually men does cry too!! Hahaha)
There’s no way that women can compete the physical capacity of men. It is to be understood that we do want equality, but bare in mind that there are differences and it is the understanding that needed. So it has to be accepted if they can’t lift that pump alone Man!
Mentoring for women related issues
That these women felt underestimated, by having commented by people that they’re making progress in their career and having grade because they’re women. That they don’t need to do extra effort to earn the chance to move up the ladder because company gives them bigger chance. Although personally I don’t see nothing wrong with it though! hahaha it’s a competitive life folks, if we can benefit from a fair privilege then why not??? Management will not give you a chance of you’re not capable. It’s just that if there are two people equally capable and it happens that you’re a woman, then you might have bigger chance. Fair enough.. hehehe

It’s interesting to compare what are the concern of office based and field based as per the above. I couldn’t help giggling when I read through office based concern which sounds less fundamental compare to the field based. And I am the one who presents the office based concern to the management and I guess I succeed to make our points sounds serious though … a little bit act and drama might help your case sometimes. hahaha



*this writing is finalized in Cengkareng aiport, early morning with nice cool breeze air from the garden (good thing you live in a dessert, you are able to appreciate more on the simple thing of South East Asia countries, i.e morning breeze). So relax… just hope that my cell won’t ring from the office

(Another ) B’Day …



This year, my B’day is spent most of it in the plane. Another year has passed, another wrinkles, another challenge to come, and most of all, friendly reminder of how I should be grateful on my life.. all the laughter, joy and tears. I know that we shouldn’t wait till a certain dates to have contemplating moment, but we tend to allow our self to be dragged away in routine and schedule our private reflective moment later on.

So I guess there’s nothing special in a Birthday, It’s just fell different cause it’s another schedule for annual contemplation (short one unfortunately). It is also special because it’s just nice to have friends wish you all the good things. To have your sisters brought you a cake and home made cooking, and to blow the candles with your nephews. That’s it…

I guess enough for now.. let me go back on my “Blink” pages …

……

Friday, June 08, 2007

Pulang....

I'm going home......
Will be in Jakarta for my birthday...so glad...
Senangnya!!!

thanks buat Kukiee for beautiful Photo Upload!!!

Friday, June 01, 2007

A Sip of Cofee by the sea…




Ada sedikit pertanyaan yang mengusik di penghujung week end ini. Lebih baik update blog atau update Tax Compliance Check list??? Well, I guess the answer is easy and clear hehehe and here I am ..

Gue pengen cerita sesuatu, tapi agak khawatir kalau memberikan kesan bahwa hidup di Kuwait buat gue sucks banget! hahaha Tapi sepertinya tetap cukup menarik buat di ketengahkan (&^&amp;amp;(*$#@*(*())(&%$#@#).

Beberapa hari lalu, Rabu malam (sejenis Jumat malam buat kalender normal), setelah gagal mengunjungi mall dan di paksa buat masak ama temen gue. (Damn! u’re so manipulative!hehehe), gue pergi hang out di Starbuck di samping Al Kout mall. Yang gue suka dari tempat ini adalah lokasinya yang persis di tepi pantai, jadi ngopi dengan ‘sea view’. Halah !

Belum genap setengah jam duduk, tiba-tiba ada anak ABG local (lengkap dengan gamis putih panjang) datang ke meja kita dan nanya, “Are you two married?”. Secara kita orangnya jujur dan naĂŻf, yah kita senyum aja dan bilang nggak. Waktu kita tanya ngapain dia ke kita, fiktif banget dia bilang dia mau minta maaf karena tadi dia merasa menyinggung kita sebelumnya. Lah, ngeliatin dia juga kaga! Beberapa menit kemudian, dia balik ke groupnya dan kita ngelanjutin obrolan.

Tiba-tiba ABG fiktif itu balik ke meja kita, dan nunjukin gambar-gambar cewek ke temen gue (cowok) dan nanya mana yang lebih cantik. It is indeed very stupid question and rude act, but the thing is that we can’t mess up with the local or we can end up in jail or something. His come and going to our table is repeated every 15th minutes till three times. Knowing something fishy going on, I didn’t even bother to speak to them. My friend is doing all the respond and swallows the anger. But yet, when finally we feel that we can get rid of this bunch of local jerk, the same person came directly to me and give this napkin with a number on it with sweet question, “Can we be friend? Call me at bla bla bla” Gosh!! He's not even looking at muy oor friend. How could they! I didn’t even sit alone or something, I have my male friend accompany me and yet those jerk still got the nerve to bug a lady and treat her like whore looking for a customer!! (just for the record: costume was pretty descent that night) Well i know that somewhere else it will not necessary mean treating a lady like a prostitute when somebody is giving their number, but for sure thats what it meant if that happen in this country.

We were so pissed and amused at the same time… amazed how could a strict Moslem country like this has developed completely jerk young generation like this. I am not expecting them to be a saint, but at least there should be a code of ethic on how to treat other human being. (Now I am being naĂŻve hahaha) Actually this kind of story is not something new, several other Indonesian ladies have experienced it. All Asian ladies is either maid or a prostitute to them. Even there was a time when a colleague of mine took a walk with his wife, a local approach them and bargain the price for this wife!!! Pathetic! And this is happening in a country where we can’t even shake hand with the opposite sex. (may be that's the root cause, dont u think?) Although it's nothing new, it is still a sad sad reality..

Well, that’s I guess the bitter part of living in Kuwait as a female. But if you have your friends around, built your community, having your family or jobs to do, then you shall be fine. A lot of malls, fine dining and nice beach. Hehehe


Life is always about challenge and for sure not always nice. And that’s everywhere. So I guess this all right. Just another spot of time to grin and move on.

*another barbecue party this sunday, that would be lovely...

Single and Workin…

Several times attended social function outside Office, gathering, and parties, there’s a common greeting for me from the other people. Not pretty sure how things spread out, usually when I introduce my self, the respond would be, “Ahh you’re the new lady .. single and u;re working right…?” or if the lady doesn’t know me, in the next second the other lady who happen to know me start explaining my special status, “Single and working” Gosh.. I was kind of speechless first time, but I got used to it now hahaha

There’s nothing wrong with that, but it’s just that I feel like I’m some kind of alien for being single and working around the family’s ladies. And the second respond usually is that they will worry about me, how I decide to take the risk of being away from the family, coming all the way to Middle East, how do I go to the market, how I can survive living alone, etc. It is a nice concern, but somehow I fee like a cow stamped with a red mark which differentiate me from the other. So here I am, the new single and working Indonesian lady live in Mahboula. That’s how I am defined lately .. hehehe

Well actually I am a bit wondering, why they make it sounds like this is unusual in this country, while we have millions of other ladies who take the huge risk, even their live, with limited facilities, tight package, leaving their kids, husbands, and being “TKW” who earn the bread for the family.

Saturday, May 26, 2007

In the End of Season....

Evening my dear Blog,

It’s been quite some time…

Akhirnya masa-masa itu selesai juga. Selesai sudah malam-malam panjang, week end yang kehilangan eksistensinya dengan melototin angka dan berantem ama auditor. Setidaknya untuk saat ini, boleh lah menarik napas dan bersantai.

Tiba-tiba keheningan itu berubah nada jadi dentingan cepat yang bikin sesak. Ohh, ternyata aku agak limbung. Persis seperti kalo kelamaan lari di treadmill, pas selesai kaki berasa kebas dan melayang.

Tema minggu ini, “Bagaimana meniti waktu di Kuwait setelah masa audit kelar?????!!” hehehe

Satu hal yang kritikal,
Harus tetep sok sibuk, dan semaksimal mungkin membangun kesan sibuk pula pada anak buah. Ini penting agar kita gak di tambahin kerjaan ama Bos dan meminimalisasi resiko anak buah kita di share ke bagian lain karena di pandang dah under load

Selanjutnya,
Terus memotivasi diri buat coba hal baru. Seperti biasa, banyak hal yang terangkum sebagai wacana. Dari obsesi traveling, gym, les bahasa sampai ambil CMA…(banyak mau = penyakit ga ilang-ilang)
Mulai liat-liat lagi koleksi no telp para kenalan di sini, secara dua bulan kemaren banyak acara dan janji yang terlewati



Dinner with Citizen of the world family

Sejalan dengan rencana gue di atas, semalam gue maen ke rumah salah satu kenalan. Mbak ini udah tujuh tahun tinggal di sini, nikah dengan Chef Prancis yang kerja di salah satu chain hotel ngetop. Anak dua cakep-cakep sesuai ama kodrat blasteran pada umumnya.

Ada dua keluarga lain yang di undang makan malam. Dan semua punya persamaan, Suami Prancis, istri Asia. Sesuai ama kebiasaan mereka yang banyakan ngobrol waktu makan, acara dimulai dengan ‘baguette’ panggang di atasnya di kasih hati bebek, uenakk tapi beracun secara lemak dan kolesterolnya parah. Di selingin dengan Red Wine and whisky cola buat yang minum, fresh lobster salad menyusul. Mak nyusss!! Kata Bondan, hehehe. Ngobrol lagi 30 menit, akhirnya keluarlah main course, yang berupa huge T-Bone steak with yummy mushroom sauce all over dengan tumis buncis as side dishes. Sumpah, susah payah bahagia gitu gue ngabisin! Napas bentar, pada ngerokok di teras, another 30 minutes and here it comes genuine Javanese Tea, “Teh Tjatut” yang di bikin “Nasgitel” (panas, legi/manis, kenthel/kental). Nggak cukup di situ, si mbak bawa keluar mocha cake yang masih lengkap dengan boxnya plus fromage, semoga bener nulisnya. (keju bau yang suka jadi cemilan para bule prancis ini)

Well, sebenernya gue nggak cuma tertarik ngebahas mealnya yang nendang itu, tapi gue sangat enjoy dan terhibur menikmati bauran bahasa Jawa medhok, Prancis, Vietnam, dan bahasa Indonesia di meja makan. Belom ngeliat tingkah para Bule yang frustasi ngeliat para istri ngerumpi pake bahasa Jawa dan akhirnya ngomel pake Prancis.

Mbak-mbak para istri bule ini cukup menarik. Mereka punya karakter yang cukup kuat sebenernya, tapi tetep sebagai wanita Asia, mereka ngeladenin banget para suaminya. Konon, hal ini yang bikin para bule seneng punya istri Asia. Mereka lebih penurut, lebih care ama suami, gitu katanya.

Emm gue benernya pengen nulis lebih banyak tentang kehidupan para istri ekspat ini. Lengkap dengan acara coffee morning, arisan, garage sale, etc Tapi mungkin lebih baik gue tulis setelah gue ikutan lebih banyak acara dengan mereka. Sure it’s going to be interesting. Mixed Culture selalu jadi bahan menarik untuk di bahas.




Tuesday, May 22, 2007

Sometimes we tend to choose what we like and not what we need
It will be a luxury when we like the thing we need

Should we settle for the thing we like or thing we need?

Sunday, May 20, 2007

Kamu …pernah jadi begitu istimewa
Dan tetap menjadi istimewa
Tapi aku trauma pada maya
Dan Dunia tak pernah lagi jadi sama
Ternyata…

Kenapa susah sekali menjadi sederhana….
Kenapa Cinta…?

Saturday, May 19, 2007

Kuwait , Between Dust and the Sand…

Musim panas di Kuwait tahun ini di prediksikan untuk lebih kering, lebih panas dan lebih lama. Accepted, fine, nothing I can do anyway. Looking forward to the upcoming 55-56 Celsius degrees

But the thing that missed in the preliminary forecast is that, they didn’t mention how bad is the sand storm and the Dust!

One night, I was just roaming around my flat accompanying my friend who is looking for a used car. And it was so happened, that there’s a park space near my apartment which people are used to park their car for sale. It is usually cheaper to get a car that way. So we went for a check. It was nice and the weather was not that hot. Then suddenly, the wind just got stronger, a small rain start to drops, and in the next minute we couldn’t see a thing!!! The sand was all over mixed with the rain drops and the wind which got stronger every second. And to make it worst, I was wearing my big “Gypsy’ skirt!! I almost say, “I’m flying …I ‘m flying” in the Titanic node if I don’t have sands all over my lips!hahaha. I guess it was kind of cute scene, having two Asians got trapped in the sand storm during the night and helplessly trying to escape.

And this turns out to be the beginning only. The following day, I already got suspicious when I wake up early morning (well, apparently not that early lah …). Sun usually already high and shining bright as if the mid afternoon around 7 am. But when I looked at the window, it’s kind of cloudy….wait … the color doesn’t seem right….it’s kind of grey..nope.. a bit orange… a light brown… and voila… the air just cover by the finest dust… all you can see is a brown greyest fog…dust fog.. !! Buildings were went missing till you’re in 10 m distance. That bad…, and it’s just make you sick, the air was so thick and hard to breathe. The next morning, I heard on radio that hospitals were full of people with breathing problem, i.e. asthma, bronchitis. It was unfortunate that I didn’t document the cars covered in the dust and sand as if abandoned in the dessert for months.

Anyway, we’ve managed to live with it. And yet, a nice French dinner and one multinational birthday party has cheer me up during the week end. Not to mention the cooking session in the afternoon which was just nice! May be I’ll write about it later. I have one desperate guy who wants to be published as a nice handsome, smart and a good cooker in this blog as a free advertisement. Hahaha ( u wish !!)

Monday, March 12, 2007

Jangan Kerja Terlalu Keras...

Folks,

Gue barusan agak panik pas pesen taksi mau pulang abis lembur (again?? plis deh) , ternyata taksi close dong jam 11 malem. So bakal susah pesen taksi di atas jam 10 malem. Ya ampunn... Gue jadi kangen Indo!!

Heran, dua kemungkinan, emang ga ada night life atau emang semua orang berkatifitas malam punya mobil.. (ga berkualitas deh kesimpulan gue)

Lesson learnt:
  • In Kuwait, jangan kerja terlalu keras... susah pulangnya!!
  • Harus cepet bisa nyetir dan dapetin SIM !!

Kesian soto gue nungguin di rumah dari pagi....

Friday, March 09, 2007

The Days...

Hari ini akhirnya gue ke minimarket Asia. Namanya Al Bahaa, berlokasi di Fahaheel . Daerah ini adalah pusat para imigran Asia tinggal. Dari India, Srilanka,Bangladesh, etc. Gue ada dua cerita sih mengenai satu jam setengah di Al Bahaa.

Pertama, gue tadinya cukup pesimis ngeliat tempatnya yang kecil dan sumpek. Lantai pertama, isinya macem-macem barang kelontong dan personal care. Yang bikin gue senyum, ada macem-macem balsam dan minyak angina di situ. Ada tuh cap kampak yang di alih bahasakan jadi “Axe” brand. Dan satu yang paling nendang adalah balsam Cap Betet, asli bikinan Sidoarjo! Gue aja ga pernah liat tuh di Indo hahaha Nggak ketinggalan kosmetik yang dari jaman nyokap gue udah ada, “Kelly Cream”, ini juga di mayestik dah susah nyarinya.

Tepat ketika gue dah mulai disorientasi dan kecewa, gue liat ada tangga ke basement dan langsung keliatan bagian sayur-mayur. Dengan harapan yang tersisa gue buru-buru ke bawah. Whaaaa, gue nemu tahu, tempe, daun sawi, mie basah, pare, kedondong, singkong, taoge, pare (paria), daun pandan, etc ! tambah seneng lagi pas ngambil sawi ijo, waitressnya bilang, “We also have the Bakso right over there”. Wahh cocok! Macem-macem bumbu jadi Asia and seasoning ada di situ. Yah pasti ga selengkap di Indo, tapi cukup menghibur. Satu catetan: Kenapa Bakso gue ama Sop ga beda yah rasanya, there's must be something very wrong!hahaha

Okay, there you go the fun parts! Nah ada bagian yang sangat menyebalkan di sepanjang pagi belanja itu. Karena pagi itu driver gue sibuk bener, dia cuma ngedrop gue doang and jemput gue lagi after (should be!) satu jam. Nah satu setengah jam berlalu, dan gue dah keliling-keliling nggak jelas. Jadi itu area crowded banget, tapi agak nggak terlalu ramah lingkungan buat cewek jalan sendirian. In Brief, nggak terlalu comfort juga lah. Akhirnya gue putusin tuh nunggu di depan minimarket. Dan gue abis di ‘harras’ sama segenap lelaki yang banyak bener nongkrong di situ. Ga jelas mereka ngapain, ada yang taksi non meter, ada yang pengunjung toko sebelah, dll. Dimulai dari staring (they simply eating me alive), manggil-manggil, suit-suit, wah gile ..trauma deh gue!! Hampir aja gue datengin satu trus gue tampar, waktu ada satu arab suit-suitin gue. Emang susah jadi orang Indo, sering banget di samain ama Filipino yang notabene punya reputasi agak jelek buat ceweknya. The same thing happened the night before when I was waiting my friend to pick me up to the mall. A man just walk approaching me with that kind of look, shit! Lucky there was a pharmacy that I could run into. Well, they might not attempt something physically abusive or anything, but that verbal harassment is too much for me!!

Lesson learned,
1.I should be able to drive my own very soon here….!!! Avoid standing alone by the side of the road for whatever reason
2.No shopping alone in the imigran area

Wednesday, March 07, 2007

Those kind of Talks..

Reaching one week, coincidentally the big big big Chief of my company is coming over. Invited to a dinner, I was feeling a bit nervous and excited at the same time. Nervous that I will be spending few hours with people that I barely know, office mode, always a bit political and it’s never been my favorite time being a stranger in such a crowd. See, I am a kind of introvert person J . But at the same time quite excited to meet in person Mr. Andrew Gould, the one and only CEO of Slb.

Lucky at that dinner I was saved by a few people that I met and have nice chat through the night. At this time, I learn that when you’re in the new crowd in a company event, it is always save to talk about the work related issues or what do the people handle on their job, insert some standard personal questions like where do they live, weather, history at the company, and their family . Pathetic thing! But those ones keep people talking and what you need to do is commenting once in a while, few nods, and smiles. In a word, boooorriinggg….

When I saw Andrew tonight, I just thinking how bored he is of all the dinner, formalities, those talks of crabs, internal and outside the company environment, while doing all the traveling, meetings, etc Pfiuuuhhhh… that’s why we give him private jet and the highest pay out! Hahaha

But at least I thought I was look nice tonight (a new experiment of eye shadows), weather was perfect and the food was all right. Hates politics and those kind of talks though…..

Monday, March 05, 2007

Things in Kuwait...

  • Udaranya kering banget, gue terancam punya kulit lansia atau kayak uler ganti kulit kalo gue ga rajin pake lotion! dan sekarang pun dah mulai tuh ngelupas sana-sini.. Jadi inget uler phyton di Godhong Ijo
  • Hampir tiap hari ada snack serius di kantor, dari cake, nuts, manisan, small sandiwches, etc mampus gue..
  • Kalo makan siang porsinya gede banget kalo order!
  • Gue terkena syndrom ibu-ibu yg sayang buang makanan di rumah.. (jadi inget ibu Kos gue yang suka ngabisin makanan di rumah dan akhirnya di marahin dokternya hehehe)

Secara yang ini agak panjang, gak usah pake pointers deh. Seminggu di Kuwait, gue ada dua pengalaman yang bikin gue gimanaaa gitu.. (lah pointers lagi !ga konsisten)

  • Hari ke dua gue masuk kantor, gue ketemu salah satu finance team and gue negor dong sambil salaman seperti biasa. Gue dah beraga gak enak pas tampang ni orang agak aneh waktu gue nyodorin tangan. So gue mutusin, buat next time ga usah lagi deh. Oya ni orang, asli Kuwaitis, masih muda, ganteng, jenggot tipis, pake jubah putih panjang and kifeyeh lengkap (kurang bawa tasbih aja kemana-mana). Gue pikir gue udah get away with it, ampe siangnya mas ini dateng deh ke ruangan gue dengan tampang malu-malu gak enak. Akhirnya setelah basa-basi dikit masalah kerjaan, dia ngomong deh tuh, " Alina, I am sorry to say this, but here in Kuwait, man doesn't usually shake hand with women..." Walopun dah ga kaget, tetep aja muka gue memerah dan gue acting bloon aja sekalian.., "Aww sorry, I don't know... won't do that again.. " Abis itu berasa ga enak dengan status muslimah gue hahahaha...

  • Hari ketiga, baru aja duduk di mobil, driver gue tiba-tiba nyaranin gue ke toko buku Islam and ikutan pengajian. ... Glek ...emang gue keliatan ancur banget kali ya hahahaha Padahal gue dah milih kostum sehari-hari yang se-safe mungkin Well, very nice advise lah, cuma karena terjadi secara beruntun, gue berasa jadi agak murtad gini di sini hehehe (iya kali ya )

Wednesday, February 28, 2007

On Traveling day…

Akhirnya gue berangkat juga. Empat koper ukuran 28-29 plus satu kardus kecil isi magic jar, total 108kg ikutan menyertai. Honestly, ternyata bawaan gue gak seberat yang di targetin (130kg). Thanks buat officer emirates yang ikutan panic liat excess baggage gue dan bersimpati dengan ngasih korting sebanyak 12kg, mayan lah saving $254. Gue jadi nyesel gak jadi bawa cobek ama uleg-nya!! Seneng juga di anterin satu rombongan ketoprak yang terdiri dari bokap, semua kakak en kakak ipar ama ponakan. Kalau tambah tetangga berasa naik haji kali ya hehehe

Sebelum check in, kotak-kotak aksesoris gue bikin masalah dikit. Kotak-kotak itu waktu di X-Ray bikin petugas custom kege-eran bahwa mereka telah nemuin mangsa kakap pedagang perhiasan!hahaha Jadilah koper gue di bongkar dengan semangat. Kesian juga gue ngeliat para petugas custom yang frustasi cuma nemuin aksesoris batu-batu Kalimantan, bahkan peniti-peniti gue di sangkain dari emas dan kalung crystal putih gue di tuduh dari berlian sebagai usaha mereka terakhir buat dapetin mangsa. “Yang bener aja Pak, tampang bersahaja begini masak mampu beli berlian segede kalung biksu gitu sehhh…plis deh …”

Sepanjang jalan gak tau kenapa, gue gak sanggup buat bangun. Walhasil filem-filem bagus sepanjang jalan gue lewatin begitu aja. Sampai di Dubai jam 5 pagi, gue harus menunggu seharian di airport secara connecting flight gue ke Kuwait baru berangkat jam 4 sore!! Rencana makan siang bareng temen-temen di Dubai dengan sangat terpaksa harus di batalkan, karena gue gak rela harus booking hotel buat dapetin Visa. Walaupun terkesan pelit, tapi gue males banget keluarin $150 buat booking hotel yang gak bakal gue tempatin. (akhirnya jadi sebingkai kacamata item deh …lebih tepat guna getu loh..)

Seharian hilir mudik di airport, bikin inget film-nya Tom Hanks ama Catherine Zeta Jones plus sedikit element di Lost in Translation. Seharian sendirian, ngapalin tiap inchi Dubai airport, hampir nggak ngomong kecuali nanya kurs waktu nukerin duit, ama tariff internet, gak urung bikin gue depress juga. Secara naluri kan wanita itu doyan ngomong, jadi kalau naluri dasar di paksa buat diredam (walaupun gue termasuk pendiam), bikin agak gimana gituh. Dan bedanya dengan film Tom Hanks, gue gak ketemu kenalan-kenalan asik selama seharian nunggu di airport. Susah deh jadi orang pemalu. Ya udah, “Laskar Pelangi”-nya Andrea Hirata jadi korban kebengongan gue. Sempet sih waktu orientasi duty free-nya, gue agak tertarik ama batu-batuan kecil berkilau warna putih yang sayang sekali nggak ramah kejiwaan. Abis bayangin aja, yang kecil-kecil itu range harganya bisa buat depe rumah. Alah gue kok dari tadi ngomongin angka mulu, jadi gak enak.

Udah dulu deh, nerusin baca lagi ahh…..

Hari H extended minus 1 (extended karena ‘Platypus’)

Akhirnya setelah tertunda seminggu, insyaAllah jadi juga gue berangkat besok malem. Gue mulai nervous lagi, asal gak badan gue aja ikutan nervous lagi jadi panas demam gak keruan. (inget kata monceh pas gue sakit, “Badan loe nolak pergi tuh” Huh!)

Empat koper gede, dengan estimasi berat 120kg plus magic jar penuh bumbu-bumbu tertata rapi siap berangkat. Aduh gue grogiiii, ih berlebai deh gue!! Hahaha tapi emang iya gue grogi nehhhhhhh, secara gitu idup di negeri lelaki dengan iklim persaingan yang lebih keras. This should be real challenge! Semoga deh gue bisa ketemu iklim yang supportif buat survive and maintain kehidupan gue. Semangat …!! Bismillah ….

“Godhong Ijo”

Kali ini gue pengen share hari nemenin bokap gue cari tanaman. Hari ke dua keluar rumah setelah “platypus”. Setelah minggu lalu cukup anteng ke Jakarta tanpa banyak jalan di Jakarta, kunjungan bokap kali ini agak padat agenda. Hari pertama langsung minta jalan ke Parung ama Sawangan.
Nah di sepanjang jalan sebelum Sawangan, ada kebon gede namanya “Godhong Ijo”. Arealnya cukup luas dengan penataan yang rapi banget. Ini tempat selain menarik penataan dan koleksi tanamannya, dari segala macem euphorbiace , kantong semar, agronema, ampe pohon sawo, buat anak-anak cukup menarik karena banyak hewan di situ. Ada dua ekor ular phyton yang guedhe banget (dua minggu sekali di kasih makan lima-enam ekor ayam hidup, tiga hari sekali mandi), kura-kura Galapagos yang lebih gedhe dari kambing, biawak, ikan koi yang cantik-cantik, macem-macem reptile yang diperjualbelikan plus anjing penjaga yang gedhe juga. Oya, ini belom termasuk hewan yang numpang tinggal di kebon itu kayak katak, kupu-kupu, siput, etc
Peri Kebon en ponakan
Babeh en taneman

Investigasi Godhong Ijo


Si Kura-kura!



Jepretan gue





Kodok Nyamar


Ada tiga showroom tanaman, showroom A isinya segabruk adenium atau kamboja jepang plus ini dia.. Kijang Inova yang bakal di undi Agustus ini ! gile gak sih, jadi tiap pembelian seratus ribu (bisa pake card Jek!), kita dapet satu undian! Showroom B khusus buat tanaman indoor yang nyampur ama kafe. Gue gak sempet nyobain makanannya, tapi tempatnya menarik banget bisa duduk di kelilingin segala macem tumbuhan, berasa di mana gitu. Nah Abis itu ada showroom kecil khusus agronema dan tanaman mahal lainnya (yang harganya di itung per lembar daun), dan satu show room gede yang rapi banget penataannya plus kursi taman di sana-sini. Oya, setiap pembelian tanaman, satpam harus tanda tangan di bon, biar itu taneman bisa di bawa keluar pager show room. Cukup rapi managementnya, dan tiap orang yang jaga kebon termasuk satpam sangat “knowledgeable” tentang tiap koleksi yang ada di showroom. Biar yang gak hobi taneman, pulang-pulang bisa bawa beberapa pot.

Demikian sekilas info.Hari itu di akhiri dengan beberapa kunjungan ke sentra tanaman hias lain di sepanjang jalan. Dan hasil akhirnya, selain bagian belakang mobil penuh taneman (pohon rambutan ama sawo yang di beli kakak gue bikin gue sepanjang jalan takut kejatohan ulet setiap lewat polisi tidur), kaki gue sukses bentol merah-merah gara-gara gue kecentilan pake rok cantik bukannya training. (Yang penting gaya!)

Kejadian-kejadian...

Hari ke dua ke luar rumah setelah seminggu akrab ama Paratypus (kenapa jadi bebek platypus yang ada di kepala gue) Ada dua kejadian yang sama menariknya buat gue. Pertama, gue agak geli pas ke salon hari ini. Bukannya gak pernah, tapi waktu gunting sambil pedicure hari ini gue berasa agak zalim. Bayangin aja, kita duduk santai baca majalah, makan nasi goreng kepiting, nyeruput jus strawberry, trus ada satu orang dengan muka konsentrasi penuh ngerjain rambut gue, sementara di ujung yang lain ada orang lain lagi yang bersimpuh ngelus-elus jempol gue hahaha Berasa colonial banget gue! Sok nyonya besar gitu, ngulurin kaki ke orang lain buat dibersihin, bahkan gue aja gak akrab-akrab amat ama jari-jari kaki gue. Well, hidup emang keras. Dan siang itu berakhir dengan kepala gue berasa kayak burung bul-bul dengan rambut gue yang mumbul-mumbul gak jelas
Kejadian lainnya yang terjadi di siang itu bikin gue berpikir kadang kita dengan agak sadar memilih untuk tidak mendengar sesuatu yang benar. Dan memilih sesuatu yang ingin kita dengar sebagai kenyataan. Dan ada orang yang sadar betul dengan hal itu, sehingga tetap menyajikan kebohongan walaupun tau bahwa pihak lain pun sudah tau bahwa tak ada lagi kebenaran dari dirinya dengan dalih kemanusiaan.
Siang itu gue bertemu teman lama, yang masih saja mengarang cerita hidupnya, walau gue dah bilang kalau gue dah tau semuanya dan dia bebas memaparkan kebenaran. Herannya, gue agak menikmati penyangkalan dia dan cenderung meletakkan kenyataan di belakang. Sepertinya gue sedang membangun cerita sendiri yang lebih tidak menyakitkan. Gue jadi inget kalimat gue siang itu, “Bareng kamu selalu ada pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab” Dan batas kesadaran memory gue sibuk memilih jawaban-jawaban mana yang ingin gue dengar.
Pada saat suatu hal adalah hasil pilihan atas ‘cerita’ yang di sodorkan, maka sebenarnya tak ada lagi yang nyata. Silahkan tinggal selama hati kita masih tak mampu berdamai dengan kesadaran. Ya sudah, untuk gampangnya kita kembali saja pada panduan.” Tinggalkan segala sesuatu yang meragukan” sejauh mungkin dari kehidupan kita. Tidak mudah, tapi lebih aman. Semoga gue bisa….

Alah..!!! ga penting banget potonya...hahaha

Menjelang Hijrah

Kenang-kenangan dari Indri tayang..
versi anggun...


gue en temen kos ..Idham

me between two sisters


Bosan juga tergeletak dua setengah hari. Mendekati jadwal hijrah, ketiwasan malah panas tinggi. Ampir 40 derajat aja gitu, pantesan gue nungguin dokternya ampe keringkelan di salah satu ranjang kosong di rumah sakit. Sekarang masih dalam pengaruh obat, panas turun kalo abis minum obat. Wah dah lama nggak begini

Banyak juga hikmahnya. Jadi bisa ngerasain enaknya sakit di rumah, ada yang ngerawat, nungguin, manjain hehehe And thanks to Ilan yang baek bener dah nganterin en mulangin gue ngelewatin daerah super macet Bintaro. Kadang kita belajar ketulusan pada saat yang kita gak bisa duga.

Secara mau baca buku, gue males (sehat aja baca dua halaman gue tidur, apalagi sakit). Gue iseng idupin lap top and liat-liat koleksi poto-poto selama gue di Balikpapan.

Belom nyampe dua tahun gue tinggal di Bpn, tapi ternyata banyak banget kenangannya. Berasa every single day is worthwhile journey. Dari tampang gue yang bahagia, berseri-seri saat gue jatuh cinta, muka sendu melancholis pas terhempaskan cinta Alah! Hahaha dan juga tampang geblek pas ngumpul ama temen-temen yg ternyata banyak banget.

Kurang dari dua tahun, tapi mengantarkan gue pada banyak hal. Terlepas dari cinta masa lalu yang memang sudah sedemikian lama harus di putuskan. Pembelajaran untuk berani buka hati lagi. Cinta mulu neh !!! hehehe Dan survival yang cukup menantang dari kehidupan pribadi, persahabatan dan karir.

Salah satu yang cukup signifikan, baru kali ini gue merasakan ada orang yang begitu dengki ama loe ampe tetes darah penghabisan for something yang kita gak pernah lakukan secara langsung atau sengaja ke dia. Kali terakhir pada saat semua reda, ampir ke kekirim sms penutup manis edisi pamitan, tiba-tiba gue denger ni orang masih aja nyalah-nyalahin gue dan ngejelekin gue ke semua orang atas progress karir gue. Biasanya gue tuh pelupa dan gak suka memendam marah. Tapi kali ini sepertinya sudahlah, ketimbang gue sakit hati lagi pas kontak dia. Semoga dia bisa berdamai dengan dirinya sendiri someday, be a good wife and mom for her family. Amen

Secara karir, 4 bulan terakhir gue di Kalimantan bener-bener feels like hell! In charge buat bos yang resign, short of resources, manage conflict, di hambat kerjaan gue and finally hampir kehilangan sahabat-sahabat gue. Yeah, these four months has really turn me into SLB highly dedicated robot.hehehe Thanks buat Monce yang udah ngingetin gue dengan cara yg paling sakit, supaya gue bisa memanage kerjaan di atas personal life gue. Gak gampang Mon, tapi gue tau gue harus bisa mengendalikan diri gue dan lebih berkuasa dalam menentukan setiap pilihan sehingga gue nggak berakhir dengan kehilangan hal-hal yang penting tanpa gue sadari

Well anyway, gue pikir gue bakal ke Bpn lagi in the next 1 or 2 year…we’ll see what’s left by then .

Perasaan yah, kok tulisan gue topiknya masih seputar perasaan mulu, kapan yah bisa kayak blognya temen gue yang bisa ngehubungin Kiera Knightley ama teori eknomi makro (benernya gue blom baca blog loe Zal, sekilas update aja dari fans berat loe di Bpn semalem). Tapi entar kalo gue nulis yang berat juga, ntar pada kaget lagi, biarin lah jatahnya yang laen.

Moving Parts
















Moving Part One, Sepinggan Golf Club and Airport

Well, kejadian juga acara farewell gue..
Pretty much like what I have in mind
Dinner,garden,candles,nice foods, friends, lounge music… piano-keyboard and violin
What can you expect more?walopun akhirnya jadi kurang rame, karena bawaan orang-orang kalo party pengennya nyanyi yg kenceng-kenceng atawa bawa DJ hehehe
Sayang gue lagi ga pas make upnya, jadi potonya kurang seru ..alah! penting banget yah hahaha







Nah gue bakal akrab lagi neh ama airport. Gue mulai dengan balikpapan-jakarta, perpisahan di airport berlangsung aman terkendali. Kalo gue sih emang hobi emosinya dateng telat. Honestly, gue masih berasa bakal balik lagi ke Balikpapan.. we’ll see...

Ngomongin airport, gue jadi kebayang travelling ke luar yang bikin kita berasa residivis dan agak kehilangan martabat. Hampir aja kita di telanjangin di airport, sort of lah. Saran aja neh, semaksimal mungkin jangan pake aksesoris, iket pinggang,jaket,sepatu,cincin atau apa pun yang mengandung unsure logam. Atau siap-siap aja, ribet ngelolosin iket pinggang, sepatu, boots, segenap gelang,anting, jaket de el el ..harus nyeker aja gitu!! Tapi dengan atribut yg sama, kejadian gitu gak bakalan terjadi di tanah air, apalagi traveling di bandara local hehehe. Gak heran sih indo gampang banget di susupin teroris. Ih plis deh Al…

Moving Part Two, Jakarta Basic Night Orientation

Sehari doang di Jakarta, ga berarti bikin loe ga sempet ngapa-ngapain. Setelah berperang hebat ama ke-malesan gue yang konstan muncul once gue cuti (Thanks for Indro). Dengan lemes-lemes ga jelas, gue jadi juga ketemu ama dua temen gue di Bed Room, Kemang. Yup, 11.30 malem ajah gituh. Nice music! Ga ada di balikpapan gile hehehe Walhasil gue dah mulai lupa ama lemes-lemes gue. Amazing deh, padahal asli gue dah cape banget. Gak sampe sejam di situ, temen gue sepakat iseng ngajakin gue ke Stadium di kota. Buat lucu-lucuan liatin orang katanya. Menyenangkan, lucu juga emang, berasa masuk dunia fantasy. Nah udah puas, kita pindah lagi ke Embassy. Sepanjang jalan, orientasi terus berlanjut dengan pengenalan gang-gang di kota yg kayak di acara fenomena. Lengkap ama psk-psk di jalan yang satu paket ama si abang ojek (ada tuh yang manis melankolis tapi mata kayak kucing jalanan) , lorong buat transaksi narkoba yang di jaga ama pria berseragam yg nyamar (“bukan saya Pak yang bilang!”), tempat 1001 malem yang agak mahalan taripnya karena kudu import dari luar . Lewat doang sih, tapi berhubung naratornya seru critanya, jadi semangat.

Nyampe juga di Embassy. Senangnya! berada di peradapan lagi. Jadi inget kata temen gue, senangnya clubbing di Jakarta, “Banyak yang bagus getu loh!” hahaha Dan akhirnya bak Cinderella edisi revisi, gue menetapkan apa pun yang terjadi gue pulang jam tiga pagi. Perasaan pas malem itu jauh lebih seru deh, kenapa abis gue tulis jadi kayak reportase documenter gini yah ..sebal...hihihi

So kata siapa gue doyan dugem, ke tempat-tempat di atas aja harus di orientasi ama temen setelah sekian puluh tahun idup di Jakarta hahaha


Moving Part Three, Jogja…

Waktu gue yang sempit di Jogja, sepertinya cukup efektif. Malam pertama gue lewatin buat dinner ama ortu. Cukup banyak yang kita bicarain. Topik standar dari kondisi rumah, planning sehari-hari, menengah dan panjang bokap, trus ngomongin keluarga, masing-masing tokoh mengalami kupas tuntas and most favourite topic.. apalagi…kapan gue nyebar undanganmailto:nikah..@#$!@$@@%$^&%&amp;amp;amp;amp;%&$@!!%$ (undangan arisan, nonton bola bareng ..)

Inti pembahasan dan kesimpulan, kayaknya cukup buat konsumsi memory gue aja lah. Tapi yang bikin gue geli, di sepanjang sesi dinner itu, gue baru nyadar kalo emang ternyata dari kecil gue di biasain diskusi berat pake bahasa Indonesia baku ama Bokap. Walopun keluarga gue Jawa banget. Bayangin yeee, ada tuh bokap gue bilang (topik ga penting) , “ Kita masih harus berusaha menguak tabir yang masih ada bla blab la…” sementara gue sempet ada bilang, “Saya..menanggapi apa yang di sampaikan Papah tadi bla bla bla...” hahaha sumpeh gue jadi geli sendiri . Ga heran kalo temen-temen gue suka komplain ama gaya bahasa gue hahhaha

Nah sekarang gue lagi buka front ama segenap nyamuk-nyamuk kebon yang agresip luar biasa sepanjang hari di rumah gue. Ga tau apa ada hubungannya ama taman yang beralih fungsi jadi pembiakan tanaman yang bikin rumah gue ga keliatan di balik daun-daun. Okeh bobok dulu ah...sepertinya pengalaman selanjutnya bakal agak bersifat spiritual.. ciehhhh

Saturday, January 20, 2007

The HOurS....

2 hours Balikpapan-Jakarta
5 Hours Sheraton Bandara
2 Hours Cengkareng-Changi
1 Hours Mac Counter-Changi
4 Hours Changi-Bangkok
2,5 Hours Bangkok Airport
7 Hours Bangkok-Dubai
1 Hours Dubai
2 Hours Dubai-Kuwait


!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! @#$%^^&*(**(**&$$%#+)(*^$$#!@$

huuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

*20.30 PM Kuwait time – Alia Tower, 3 bed room apartment Staff House with no one and nothing

Sunday, January 14, 2007

Dawn Shopping..

Well..after heavy melancholic , roller coaster emotion leaving Balikpapan yesterday
Here I am...Changi Airport..
One Hour transit ,but yet one 6 intense pallete eyeshadow with absolute bright colour, two lip glass, eye base and another secret potion has been sucessfully transferred to my bag... hahaha
Hopes my long journey will have nice ends
and smooth hand over without not so lonely daily life in the middle east noability of speaking locallanguage...pfiiuuuhhhh...
it's just hard to make a few dollars more...
being "TKW" I supposed....

Tuesday, January 02, 2007

Maaf...

Maaf, aku pinjam wajah kamu semalam...
Semoga kamu nggak keberatan...

Monday, January 01, 2007

Another...

Another day
Another date
Another year
Another tragical day
It's only the second, yet hundreds life given away
In this very loveable Country

Another story
Another pass
Another ....
Just another calendar..
Just another busy routine happiness and misery...

Then what....

Sunday, December 31, 2006

HEPI NU YER!!

Berhubung masih dalam kondisi rodi paksa di kantor , ga sempet nulis apa-apa .. tapi ,

HEPPY NU YEERRR!!!!
yah seperti ritual taon-taon sebelumnya, kita awali dengan doa semoga taon ini lebih baik amen
*dan pagi pertama 2007 gue awali dengan masukin racun ke tubuh gue yang malang ... sepiring indomie bikinan ibu kos (makasih Bu.. tau aja saya suka ga bisa mikir kalo belom sarapan hehehe)
Sekilas pintas: Ga ada yg spesial semalem, 11.00 PM dari kantor, ke meeting point temen-temen di La Centro Grand Sudirman. Ngeliatin orang bilyard bentar trus numpang niup terompet di cafe bawah. Abis itu modus standar, ajep-ajep bentar trus bobok dengan manis. Kesiangan dah gue ngantor walhasil hihihi (wah edisi kontemplasi untuk sementara kita pending sodara-sodara)

Monday, December 18, 2006

gluckhs%@#$#$&^*$_)(&^%

well, lagi bosen banget neh ..
gini neh kalo adrenalin lagi drop abis kejar deadline
bawaannya bete trus pengen spa atau jalan-jalan
*alesan banget dehhh

Sunday, December 10, 2006

Memory flashes...

One Friday night, a young lady and a fine man had this exciting night in one corner of this crowded city.

Never experience such a night, spent few hours in a club that she never even heard of with a very interesting, good looking, mature and so experienced guy. At that very moment, she didn’t realized that one night will change the whole story

Two pitchers of beer vanished just like that over laugh and flirt, with Dorce sang as a background with very authentic atmosphere of Jaya Pub. And that’s the beginning…..

*a flash memory suddenly flipped when surrounded by vintage music with a perfect nationality blend of crowd ….


Monday, November 27, 2006

Wik-en, approaching Month End Nov 06


Berhubung kondisi dah ngantuk, pake pointers aja deh

Saturday, 25th Nov 2006


Di paksa naik turun bukit keluar masuk hutan di komplek Pertamina selama 1,5 jam non stop setelah 3 bulan gak pernah olah raga …huuuaaa…. 30 menit terakhir gue ngomelin temen gue sepanjang jalan minta pulang , terutama setelah dia dengan yakinnya ambil jalan menerobos semak-semak yang akhirnya berujung di tempat pembuangan sampah!! Hahaha Sempet beracting dehidrasi, tapi gak kurang akal, temen gue minta minum di rumah temennya dan nerusin perjalanan lagi!huh! Tapi gue bangga pada diri gue sendiri abis itu! AYO LAGI!


Nah ini dia neh.. siangnya tiba-tiba dapet wangsit nyalon buat ngitemin rambut plus gunting juga jadinya. Yang terlintas sih Dian Sastro, tapi kenapa abis di blow jadi terbayang Dora ya?nyemmm


Malemnya di lanjut ama party-nya engineer yg abis di promote, end up with Karaoke dengan sedikit attraktif (alih bahasa: loncat-loncat?!) di rumah temen. Well actually ada gaya yang lebih seru, pas lagunya Thriller, entah kenapa tiba-tiba salah satu temen gue memperagakan gaya … Suster Ngesot!! Hahaha Cewek-cewek emang kalo dah ngumpul…


Sunday, 26th Nov 2006


Bersih-bersih kamar secara pembantu kost gak masuk seminggu


Excited dapet box organizer kecil-kecil buat anting ama aksesoris lainnya. Puas liatnya! Well ada tiga susunan rack kecil, satu kotak gede yang isinya rak-rak kecil hasil kunjungan ke warehouse, plus tiga kotak-kotak kecil yang baru.. hehehe Thanks to Kebon Sayur, salah satu tempat paling menyenangkan di Balikpapan


Pasang seprai baru


Nata rak sepatu .. (Gosh! Gue bukan shoes freak but still…. Those boxes….)


Nyuci mobil …. (suka telhalu akhir-akhir ini kalo liat mobil..kayaknya dah cape gitu dia…)


Gagal lari sore.. nerusin beresin kamar biar ga terlalu ngerasa dosa..


Bikin Expense Report… (sambil siapin mental buat liat tagihan card esok harinya..)

Udah ah ngantuk….



Zodiaq....

Salah satu rubrik di media cetak yang paling konyol menurut gue adalah ramalan bintang. Statement-statement generic dengan sedikit bumbu di sana-sini, yang anehnya tetep aja di baca orang dan gak jarang bikin mood orang ‘overjoyed’ atau depresi seharian!

Kenapa gue bilang konyol, karena gue tau rubric itu bikinnya sering banget dari hasil mengarang bebas penanggung jawabnya atau malah hasil keroyokan guyon di kantin. Gak make sense aja kan berjuta-juta orang dalam bintang yang sama mengalami nasib yang sama dalam dalam satu minggu.

Walaupun begitu mungkin entah gimana, secara umum karakter dasar pada satu rasi tertentu memang agak tepat. Suatu hari ada temen yang begitu tau gue Gemini, spontan dia bilang, “wah banyak teman dan pembosan!” Nyemmm…. Dan gue menolak untuk di generalisir. Tapi mau gak mau gue inget pengakuan para Gemini-wan dan Gemini-wati yang lain yang memang menemukan persamaan karakter.

Baru aja selang sehari gue menolak keras generalisasi character dalam kotak-kotak rasi bintang, besokannya tiba-tiba ada temen gue menerobos masuk ke ruangan gue dengan tampang jelek banget,. Ternyata dia sedang bingung buat memilih antara kesempatan promosi yang mengharuskan dia pindah kota tapi males long distance relationship, atau ‘at all cost’ stay di lokasi yang sama dengan resiko kehilangan promosi. Padahal terakhir kita ngobrol, kayaknya dia waktu itu dah manteb banget mana yang harus dia pilih.

Yang bikin gue geli, kalimat pertama pengantar sesi curhat dia adalah, “Gue lagi bingung neh, nah gue inget ada makhluk sejenis gue yang ada di sini..” (buat dengerin dia cerita) . Dia menyebut kata “plin-plan” dan “pengen semua” sebagai terminology kondisi dia saat itu. And even I hate to say it, those two terms are quite familiar with people who I know under Gemini…. *glughk…

Well, kata guru yoga gue dulu, kombinasi tanggal lahir dan nama adalah kunci penting yang membentuk orang dalam perjalanan hidupnya. Semacam software dasar yang membingkai option apa aja yang tersedia di sepanjang proses. Gue tau pasti banyak yang against pendapat ini. Tapi dari ilmu primbon Jawa, sampai perhitungan Cina dan India, punya dasar yang mirip, penanggalan dan siklus kosmis.

Who knows… yah kalo emang bisa jadi panduan dasar buat ngenalin orang.., tapi last thing we need is the unnecessary prejudice yang di alamatkan ke kita tanpa berusaha mengenali kombinasi berbagai factor yang pada akhirnya membuat seorang individu unique.

Monday, November 20, 2006

Jakarta,Mid November 06

Jakarta,


I had interesting evening the other day. Started with nice chat with some old friends from my old campus, which I haven’t met for years. Two married man and three single interesting and charming woman (ehm! Hahaha). Spent two hours talking about love, choices, relationship, commitment, fidelity, married life, financial gap, lust, male ego, basically all about those kind of thing, you name it.

In brief, it’s just a summary of those writings previously posted in this blog both from liberal side and religious side. But one point as a highlight, “That most man wants to be taken care of, they fought their loneliness as well, and that small talk with someone they comfort with is really what matter (over coffee, with home outfit, or by simple hugging at the morning)

And that continued with another two session of interesting chat with another old friends and new ones. Talking about life journey, ambitions, career, networking, politics, business, families, I don’t even remember the rest. Having all these unexpected nice talks with various characters and views along the evening made me thrilled J

And the most important thing, these contribute significantly in distracting me from the mall’s items, all those cute shoes, outfit, irresistable accessories, incredibly loveable bags, and can’t avoid price cut tags….

Wednesday, November 08, 2006

The Question : “Yang Terbaik..”

Beberapa waktu lalu, seorang temen lama came up with questions as quoted below,

“Pertanyaan ini udah lama muncul dibenak gw saat nonton film yg judulnya “marriage“ salah satu film favorit gw. Semalam DVDnya gw tonton lagi.

Anggaplah ini hari pernikahan lo. Darimana lo tahu, kalo dia (yg kamu nikahin) adalah yg terbaik yg ‘dipilihkan’ oleh Yang Diatas (dgn asumsi lo berdua, juga slg mencintai).

Hampir semua yg menikah didasarkan dgn cinta, berpendapat ato percaya hal yg sama (dia adalah yg terbaik yg dipilihkan Tuhan utkku). Gimana kalo ternyata, diakhiri dgn perceraian ?

Apakah yg Terbaik bagi Tuhan adalah yg terbaik bagimu ?

Apakah status “terbaik” memiliki batas waktu ? (dia, saat menikah, adalah yg terbaik utkku).

Seiring waktu, ternyata kenyataannya tidak begitu (padahal saat memutuskan utk menikah dgn dia, lo iklaskan keputusanmu dgn kehendak Tuhan). Apakah Tuhan salah pilih ? Apakah suami/istri, jodoh dan soulmate adalah sesuatu yg berbeda? “

Nah merasa tidak berkompeten untuk memberikan opini, jadilah pertanyaan di atas gue lempar ke forum. Berikut beberapa response yang gue dapet,

First Response

Back ground: Married man for couple years, 31-32 getu, ITB (penting ya?hehehe)

“Gilee, emang ada orang yg pas waktu akad nikah mikir gituan? Ato emang gw aja yg ngga mikir kayak gitu pas akad nikah. Gw pernah terpikir hal tersebut pas lagi berantem doang, he... he... he...

Gw berpendapat bini gw adalah opsi terbaik yg gw punya waktu gw mau menikah, apakah ini pernikahan yg didasarkan cinta? Mungkin bukan, selintas di kepala gw ini adalah sebuah pernikahan yg didasarkan oleh harapan, lebih tepatnya harapan2 dua orang yg akan menikah.

Perceraian gw pikir adalah sebuah jalan yg disediakan untuk suatu. Perkawinan yg kalo diteruskan lebih banyak kejelekannya dibanding kebaikannya. Kenyataannya perceraian gw pikir lebih banyak didasarkan oleh ego salah satu pihak atau keduanya. Gw pikir memilih bercerai ibarat memilih memenggal kepala pembunuh anggota keluarga kita dibanding memilih memaafkan si pembunuh tersebut dalam hukum qishas.

Kalau strategi untuk mempertahankan keluarga tidak dipikirkan, negosiasi sudah dihentikan dan komunikasi tidak dilakukan, yah silahkan bertanya-tanya tentang status terbaik dan tuhan.

Untuk kasus gw, seiring waktu, kenyataannya sering tidak sesuai harapan.Gw.Kadang cuma ketawa dalam hati, ternyata dalam setiap harapan yang dikabulkan selalu ada cobaan untuk kita sebagai ujian, kadang gw yg merasa tertipu,kadang2 istri gw yg merasa tertipu he.. he.. he..

APAKAH TUHAN SALAH PILIH? Ini pertanyaan kurang ajar, yg mutusin nikah kita (tentunya yg merasakan kenikmatannya kita juga kan?), yg mutusin bercerai kita juga (padahal pasti dinasehatin dulu sama pengadilan supaya ngga cerai), eh Tuhan dibawa-bawa, pake nyalahin lagi...

Gw ngga peduli, apakah jodoh, cinta & soulmate itu nyata atau tidak, yg penting buat gw adalah keluarga gw utuh, tugas gw sebagai kepala keluarga bisa gw laksanakan sebaik-baiknya, titik.

Second Response (below 40, male, entrepreneur juga, banyak bener dah kegiatannya, kerja di oil & gas)

“Menurut gue yang salah adalah cara berpikirnya.......
kenapa kita pikir Tuhan mesti repot ngurusin kita?
mesti milihin jodoh kita?
mesti memastikan jalan nasib kita?
life is a journey..... dan ini perjalanan kita, bukan perjalanan Tuhan......
jadi mestinya jangan nyalahin siapa-siapa kalau sampai 'cerai'.... apalagi
nyalahin takdir...... mempertanyakan pilihan Tuhan
kita cerai karena nggak merasa sejalan lagi.... yah udah gitu aja hehehehe

mungkin yang mesti ditanya bukan kenapa cerai?...... tapi kenapa menikah?
hahahahahaha

kadang orang sering melihat suatu bencana dari luar nya..... padahal
dibalik bencana mungkin ada karunia yang gak disadari manusia karena memang otak kita cuma segini aja mampunya

memangnya apa yang salah dari bercerai? kalau itu bisa membuat dua orang hidup lebih bahagia?sebagaimana tidak ada salahnya menikah, kalau memang itu bisa membuat dua
orang hidup lebih bahagia.....

tapi bercerai, menikah, tidak menikah, tinggal bersama tanpa menikah......
itu semua 'mestinya' pilihan..... bukan kewajiban..... semua bawa masalah,
konsekuensi, kesedihan dan kebahagiaan sendiri-sendiri...... dan awal dari
bencana menurut gue, ketika orang mengambil langkah karena merasa itu
wajib dilakukan...... do what you want to do.... not what you have to do.....

Third Response 31th , married woman, kerja di BI, lulusan Univ Negri (nyamar dikit)

Kalau menurut gw sih keputusan untuk menikah merupakan gabungan pilihan dan ikhtiarjadi kita gak bisa hanya menunggu dari Allah akan datangnya jodoh pilihan Dia. Trus perjalanan pernikahan juga sama, pilihan dan ikhtiar. Gak bisa kalau sudah nikah trus langsung kita bilang dia lah jodoh kita seumur hidup if we wont work it out.Jadi supaya pernikahan langgeng seumur hidup itu merupakan pilihan dan usaha yg kita lakukan sendiri. Kalau sdh nikah berpuluh2 tahun trus cerai juga, mungkin itu karena mereka berdua memilih untuk berpisah dan menghentikan usaha untuk mempertahankan pernikahannya.

Response from the owner of the Question (Single,31,Kuliah di Jogja, Kuliah lagi di Paris ga pulang-pulang, gak tau masih aktif apa nggak, pastinya masih suka menjadi pemikir ..emm sok tau sih gue hehehe)

“Tujuan gw sebenarnya mencoba memahami arti ketiga kata itu (suami/istri, jodoh & soulmate). Pemahaman gw tentu saja sgt subjektif alias tergantung pengalaman hidup gw (atau kehidupan di sekitar gw) pada saat gw mencoba memberi jawaban. Ofcos, definisinya terlalu maksa. Apa yg gw pahamin sekarang belum tentu sama dgn esok atau lusa.
Pertanyaannya mungkin nggak akan muncul kalo sebelum menikah hanya dia satu2xnya yg lo kenal. Gimana kalo sehari/sebulan ato sesaat sebelum menikah (masih) ada yg lain. So, you have a decision to make. Gimana kalo ternyata setelah sekian lama bersama baru lo sadari ternyata nggak cocok. Ok lah ada yg bilang dalam hukum qishas lo berhak “memenggal kepala” pembunuh anggota keluarga kita dibanding memilih memaafkan si pembunuh tersebut. Gimana kalo ternyata elonya sendiri (dan bukan pasangan lo) yg jatuh cinta lagi kpd yg lain. Kalo sekarang lo sedang dilanda api asmara (atau terikat dgn komitmen), lo bakalan menjawab tidak mungkin akan ada yg lain. Still, what happens around me pushes me to keep saying, “who knows”.
So, menrt gw, suami/istri adalah yg lo kehendakin atau putuskan utk menikah, apapun alasan ato motifnya (cinta, kecelakaan, ngontrak rumah bareng, etc). Walaupun pada awalnya orang tua/orang lain/keadaan yg menghendaki, akhirnya kamu juga yg akan berkata iya didepan penghulu, etc.
Nah, kalo jodoh, mnrt gw, adalah yg “diinginkan” Tuhan. Sayangnya kita nggak pernah tau kalo itu jodoh kita ato bukan. Dan Tuhan juga nggak pernah ngasih tau. Ini yg gw maksudkan dgn “kesalahan Tuhan” (atau lebih tepatnya keterbatasan manusia dalam memahami kehendak Ilahi). Yg ada adalah loe berdoa / memandang laut lepas / mendengar suara angin ato lagu kesukaan lo sembari menunggu datangnya “firasat”/keyakinan ato apapun yg lo interpretasikan sebagai jawaban. Then you might say “Well, she/he is the one”. Makanya ada yg bilang jodoh ditangan Tuhan, tapi jawaban/keputusan ada ditanganmu.
Soulmate, mnrt gw, adalah seseorang atau bayang2x seseorang yg menemani dan mengikuti perjalanan hidup lo. Seseorang kepada siapa jiwamu merasa menemukan tempatnya berteduh, tempat mengadu atau tempat jiwamu berpaling saat ia membutuhkan jawaban, curhat ato kebersamaan (tentu saja harus dibuktikan dgn waktu). Menjadi soulmate (sahabat jiwa) biasanya tidak didasari oleh suatu komitmen. Ikatan muncul secara alamiah. Dari waktu ke waktu, jiwamu secara natural akan berpaling ke sahabatnya saat ia merasa kesepian. Seringkali, kita merasa/mengklaim seorang teman adalah soulmate kita padahal dia tdk merasakan hal yg sama.
Loe termasuk orang yg plg beruntung di duniamu kalo ketiga peran itu melekat di satu orang yg sama (pasangan hidupmu), cause you’ve probably found someone of your own (he/she could be the one) at least at the time when you made the decision.
Tentu aja kita nggak usah pusing2x mikirin definisinya. Toh yg lebih penting menjalaninya. Seperti kata temenmu, pernikahan adalah suatu pengharapan. Dan pada akhirnya cinta itu adalah suatu keputusan. Mengutip kata John Lennon “Life is what happens when you are busy making others plans”. Similarly, marriage is what happens while you are busy trying to define it or to wonder if she/he is “the correct person” for you (or vice versa).

Have a nice life.”

Dari gue? Wah gue sebagai penikmat dan perangkum aja deh ...

Milih Jodoh--Conversation on easy morning

Aurora: eh kapan loe ke bandung?
Aurora: ngapain tuh?
Sangkakala: besok pagi
Sangkakala: ngambil kue kering
Sangkakala: plus buka puasa
Aurora: eh kue keju itu ya
Aurora: gile
Aurora: ke bandung cuma buat ambil kue
Aurora: ckckckckc
Aurora: wanita jaman sekarang emang
Aurora: eh mau dunk
Aurora: heheheh
Sangkakala: dasar gelooo
Sangkakala: gimana ngasih nya coba
Aurora: hihihi
Aurora: pasti acara belanja tak terlupakan deh
Aurora: apalagi ada si putrid belanja
Aurora: hehehe
Aurora: nanti crita ya kalo ada yg lucu-lucu
Aurora: *yg sekitar early 30 lucu juga boleh
Sangkakala: ada nih
Sangkakala: pak Penegak Hukum
Sangkakala: mau nggak...??
Aurora: lah itu penegak hukum loe bukan?
Aurora: pa kabar tu dia?
Sangkakala: ooo
Aurora: gimana kalian?
Sangkakala: udah ketemuan
Aurora: masih berprogress?
Aurora: huhuyyy
Aurora: trus
Sangkakala: dia mah udah mau main cepet aje...
Sangkakala: gue belom mau
Aurora: trus?
Sangkakala: huahahahaha
Aurora: loe tu yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Aurora: apalagi kali ini Jeng Sangkakala ??????
Aurora: plis deh
Aurora: jgn bilang karir ya, gue slepet loe ntar
Sangkakala: bukan
Sangkakala: jadi gini
Sangkakala: kalo cowok mungkin lebih gampang
Sangkakala: ya
Sangkakala: kalo secara fisik di cocok
Sangkakala: dia biasanya pengen cepet cepet ajah
Sangkakala: nah gue lagi menjajaki sifat sifat dia dulu
Sangkakala: kalo dia mah pengen lgs lgs aje
Sangkakala: jadi gue bilang
Sangkakala: gue butuh waktu
Sangkakala: gini lho jeng
Sangkakala: gue pengen cari tau dulu
Sangkakala: beberapa hal
Aurora: loe sendiri jadi seblom memutuskan
Sangkakala: yang prinsip menurut gue
Aurora: apa yg pengen loe jalanin?
Sangkakala: iyah
Sangkakala: makanya gue bilang ke dia
Aurora: ampe loe yakin bahwa orang itu insyaAllah yg terbaik
Sangkakala: gue kan punya cita cita
Sangkakala: dan kenginan
Sangkakala: nah gue kan juga pengen tau
Sangkakala: cita cita dan keinginan dia dalam nerumah tangga apa
Sangkakala: halah
Sangkakala: bahasa gue
Aurora: hihihi
Sangkakala: kaloupun nggak sama
Sangkakala: tapi sejalan
Sangkakala: bisa ajah kan
Aurora: lah selama ini bukannya dah ngobrol?
Sangkakala: tapi kalo emang beda banget dan nggak bisa dikomprokan
Sangkakala: udah sih
Aurora: trus?
Sangkakala: tapi belom seserius itu omongannya
Aurora: emm
Sangkakala: makanya gue minta waktu dulu
Aurora: but remember ya...
Sangkakala: karena dia mau main kebut ajah
Aurora: loe berdua bisa ngomong apa aja
Sangkakala: terus gue kan kepisah jarak tuh
Aurora: commit apa aja
Aurora: punya keinginan apa aja
Sangkakala: nah itu yang bikin gue bingung juga
Aurora: tapi itu SAMA SEKALI GA JAMIN!!!
Aurora: people change
Aurora: or how do you know the truth
Sangkakala: iyee...
Sangkakala: semua orang itu selalu mengalami proses perubahan
Aurora: nah itu
Sangkakala: dan siapa yang tau apa yang terjadi besok
Sangkakala: tapi setidaknya
Aurora: so menurut gue
Aurora: go for the basic check
Aurora: then ask your heart
Sangkakala: kita harus punya cara pandang yang sama dulu
Aurora: emmm
Aurora: bisa susah juga loh itu
Aurora: u know what sis
Aurora: selama ini
Aurora: mereview kegagalan gue
Aurora: gue baru sadar bahwa
Aurora: di masing-masing mereka ada sosok-sosok yg gue inginkan buat dampingin gue
Aurora: dari cara pandang, diskusi, perhatian, keluarga, karir dll
Aurora: gue dah lupa dulu pernah pengen apa
Aurora: tapi sekarang gue baru sadar
Aurora: kalo hampir semua keinginan gue dah di penuhi
Aurora: gue di kasih orang yg waktu itu gue bayangin bakal dampingin gue
Aurora: but it failed
Aurora: so gue pikir i should go for more basic thing
Aurora: so don't fall in the same trap dear Sangkakala...
Aurora: karena selebihnya nikah adalah ibadah kan
Sangkakala: honey
Aurora: bekal cinta, keinginan ama logika kita doang gak bakal cukup
Aurora: *cieeh
Aurora: sok tau deh gue
Sangkakala: iye
Sangkakala: sok tau loeee
Aurora: look who's talking
Sangkakala: huahahahahah
Sangkakala: udah lah
Sangkakala: ama mas XX mau nggak...??
Sangkakala: dia udah kebelet tuh
Aurora: gue cuma khawatir aja kalo loe miss yg bagus buat elo
Sangkakala: iyah
Sangkakala: semua orang bilang kayak gitu
Aurora: si Mr XX sibuk cari yg laen aja gitu
Sangkakala: ooo
Sangkakala: jadi mau
Sangkakala: kalo iya
Sangkakala: gue follow up deh
Aurora: geblek
Aurora: gini deh honestly gue sekarang lagi posisi blank
Aurora: sembari doa
Aurora: kita liat sapa yg di pertemukan ama gue
Aurora: semoga ada deh
Aurora: btw, loe bilang waktu itu kan jodoh harus di usahakan ya
Aurora: bukan takdir
Aurora: tapi gimana ya usahain-nya?
Aurora: kayak loe gitu ketemuan en kenalan?
Aurora: tapi pan gue ga sealim loe Sang
Aurora: mana ada comblang yg mau hehehe

Sangkakala: gue cuma mau sedikit gambaran
Aurora: kita ga pernah tau orang lain bakal spt apa di depan
Aurora: emm
Aurora: gini Sang..
Aurora: emang dah jadi tugas kita buat bener-bener tau
Aurora: sejauh mungkin
Aurora: siapa dan gimana seblom mutusin nikah
Sangkakala: dan kemaren gue bikin kesimpulan: bahwa diri gue sedikit mengalami masalah kejiwaan yang berhubungan dengan perkawinan
Aurora: tapi kalo loe dah pol dan tetep mentok
Sangkakala: ketakutan yang teralalu berlebihan....makanya jadi ribet
Aurora: iyah
Aurora: loe harus sadar tidak semua jawaban bisa kita dapet Sang
Sangkakala: iyah
Sangkakala: terlalu banyak contoh jelek di sekitar gue
Aurora: karena menyangkut pilihan-pilihan yg belom di buat
Aurora: nah di situ gue rasa peran doa ama istikharah loe
Aurora: apalagi loe ada ustadz
Sangkakala: gue jadi terlalu berhati hati sehingga menuntut segala sesuatu dengan cara gue
Aurora: nah itu loe sadar
Sangkakala: iyah
Aurora: coba sedikit aja keluar dari pakem loe
Sangkakala: cuma kalo gue liat ke sekitar gue lagi
Sangkakala: gue jadi takut lagi
Sangkakala: contoh ni ya
Aurora: investigasi lagi
Sangkakala: gue seneng banget nanya cowok
Sangkakala: loe deket nggak ama nyokap loe
Sangkakala: sedeket apa
Aurora: trus
Sangkakala: karena temen gue ada yang hampir cerai gara gara suaminya
Sangkakala: nggak bisa lepas dari nyokapnya
Sangkakala: dan curhatnya ke ustad gue di depan gue
Sangkakala: sampe berurai air mata
Sangkakala: karena suaminya lebih milih kehilangan dia dari pada ibunya
Aurora: Sangkakala…
Sangkakala: makanya
Sangkakala: ketakutan yang berlebihan
Aurora: tau gue
Aurora: gue juga banyak banget cerita jelek
Aurora: deep down gue juga parno
Aurora: tapi ya itu kita harus kalahin ego kita kali ya
Aurora: semaksimum mungkin usaha
Aurora: tapi selebihnya pake doa
Aurora: nah kalo masih salah juga
Aurora: yah kita hadapi dengan sebaik-baiknya
Aurora: *gampang bener gue ngomong
Sangkakala: iyah...kadang kalo jernih, ge bisa berpikir dengan jelas, cuma kalo lagi parno, gue seakan akan bilang ke diri gue sendiri, loe harus milih yang terbaik Sangkakala, jangan salah pilih, dan nggak ada constrain waktu buat diri loe snediri
Sangkakala: jadi ya gitu deh jadinya gue main main ama perasaan gue senidiri dan perasaan orang lain
Sangkakala: jahat juga ya gue
Sangkakala: ihiks
Aurora: cup cup ....
Aurora: hehhe
Aurora: yg penting kan usaha loe sekarang
Aurora: kalo emang dah tau kendala loe
Aurora: ayo kamu bisa
Aurora: gue ikutan doain loe deh
Aurora: gue doain spy kita semua bisa berproses dengan lebih baik dan mendapat yg terbaik, yg akan mengantar kita buat bikin kebaikan-kebaikan yg selanjutnya
Aurora: amin
Aurora: btw gue sholat dulu ya
Aurora: baek-baek ya dear
Aurora: the hardest thing...is to beat our self
Aurora: happen to me as well
Sangkakala: okeh
Sangkakala: thanks honey bunny

Me and Words (part 2)

Satu hal yang sudah gue singgung, adalah gue suka bermain dengan kata-kata dalam pola pikir dan packaging yang terkadang satir or bitter. Selain itu gue entah kenapa emang suka terjebak pada penyusunan kata yang cenderung tidak simple. Entah kenapa, seneng aja! Selain penyusunan, pemilihan kata pun cenderung untuk selalu me-refer ke sebuah istilah yang spesifik ketimbang memilih penjelasan yang lebih sederhana. (jadi inget mr D yang jago banget memanipulasi kata dan mencapai impact optimum dari tiap kalimat susunannya)

Lebih parah lagi, ada temen bilang, pembawaan gue ini termasuk serius. Terlalu serius malah pada first impression, sehingga kadang buat orang yang tidak terlalu kenal jadi susah cair pada level akrab. (Nggak asik banget duweeehhhh!! Walaupun kita memang tidak selalu harus sampai pada level akrab dengan semua orang selama hubungan kita baik-baik saja)

Sebuah tamparan yang cukup berasa, karena dalam dunia asumsi dan pemikiran gue, hal ini seperti ini bahkan tidak ada dalam wacana. Bahkan komunikasi adalah salah satu area favorit gue.

Tapi pada akhirnya, gue menghargai proses gue. Dan sedikit tidak mungkin, untuk memuaskan selera seluruh orang dengan segala variable dan kombinasi watak yang demikian beragam. This is me, and as long as I’m not offending anyone or causing a loss to anyone, I’ll just follow my journey with everything I am. Every changes in me should be based on more basic thing, the hell with anyone appetite of how perceiving things. Silahkan masing-masing menjalani hak asasinya dalam bagaimana menjalani pilihannya toh?!

*padahal gue tuh orangnya periang gembira, jail senantiasa, tapi bersahaja gitu deeehhhhhh… hehehe

Tuesday, November 07, 2006

Me and Words…. (Part 1)



Gue nggak tau gimana harus mulai. Selain memang udah lama banget gue absent nyusun kata dalam paragraph (selain email-email membosankan tiap harinya), banyak bener puzzle yang pengen gue rangkai berantakan di kepala gue.

Belakangan ini, well sebenernya sudah lama gue sadar tapi barusan ke-refresh lagi, gue jadi banyak berpikir tentang hubungan gue ama kata-kata. Nggak jauh sebelum ini, gue berpikir kok ada ya orang yang bisa nge-jeplak begitu aja di banyak ‘occasion’ dan nggak sadar kata-kata dia sangat ‘inappropriate’ dan nyakitin perasaan orang (historically justified with various people hehehe). Gue sampai mikir, ni orang di gede-in di mana sih sampai nggak tau etiket begini. Tapi emang kadang setiap pemikiran atau tindakan negative langsung menemui karmanya.

Pemikiran judging gue yang udah tercampur dengan emosi negatif, terbayar dengan marahnya temen deket gue atas beberapa kalimat yang gue lontarin pada saat segenap ‘close circle’ gue lagi dinner bareng di rumah salah satu temen. Sumpah yang ada dalam kepala gue, gak ada maksud buat nyakitin dia. Sebenernya di tujukan buat becanda, dan cela-cela an seperti biasa. Tapi sepertinya gue gagal untuk cukup paham buat mengerti hal-hal yang memang sensitive buat dia, dan mengerti dalam kondisi mental seperti apa dia saat itu.

InsyaAllah sudah terselesaikan dengan baik. Tapi gue bener-bener serius memikirkan sisi gue yang ini. Dan memang gue akuin, gue orangnya agak satir dan sedikit bitter kadang-kadang (kadang?melegakan diri sendiri hehehe), suka bermain dengan kata-kata dan pemikiran. Sebuah proses yang kadang teramat cepat, dan tanpa bisa di filter lagi sudah terucap. Walaupun kerangka dasarnya tetap dalam humor yang agak sedikit kejam, satu hal yang sudah terbukti adalah tidak semua atau tidak selalu orang mampu mengapresiasinya sebagai sebuah humor. Dan statement yang harusnya memicu tawa atas parodi diri sendiri, justru berbalik menjadi boomerang. Dan gawatnya hal ini biasanya muncul pada saat gue bersama orang-orang terdekat gue. Lebih karena sebuah pengabaian atau penyerdehanaan yang berbahaya, dimana gue cenderung berpikir bahwa mereka cukup mengerti dan akan selalu mengerti maksud gue sesungguhnya dan cukup kenal gue untuk mengapresiasi setiap kata gue dalam kerangka berpikir gue. Semakin dekat gue dengan seseorang, sepertinya hal ini semakin berpotensi buat terjadi.

Perubahan, selama itu menuju ke hal yang lebih baik, sepertinya lebih penting di lakukan ketimbang berpegang pada ego dengan justifikasi “be your self”. Dan kali ini gue mendefinisikan “menuju ke hal yang lebih baik” dengan semaksimal mungkin tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan atau menyakitkan orang (kecuali emang gue niat dengan pertimbangan seksama hahaha). Mungkin gue menjadi semakin pendiam dan berhati-hati ..tambah parah lagi neh image serius gue ! (sounds so boring and dull isn’t it?)

Sunday, October 08, 2006

Kembang Api di tepi pantai….

Akhir minggu ini, gue ama Kiki berinisiatif pengen masak-masak buat buka puasa. Mengambil lokasi compound perumahan perusahaan yang terletak di tepi pantai, pas banget buat barbecue parte.

Niat banget dari abis subuh kita berempat pergi ke pasar ikan di pantai Manggar. Tapi ternyata justru gak nemu yang kita cari di pasar ikan. Alasan dari para nelayan, udah beberapa hari mereka tidak melaut karena cuaca yang kurang bersahabat. Akhirnya kita back to basic dengan mengunjungi pasar tradisional biasa yang mungkin tidak terpengaruh cuaca.

Satu jam lebih berkeliling di pasar tradisional, mata gue seger banget liat sayur mayur warna-warni. Obrolan khas para penjual yang kebanyakan bahasa Jawa, bikin gue berasa di rumah sendiri bukannya di rantau yg harus 2 jam naik pesawat. Kocaknya lagi kehadiran Chris, bule, pacarnya Kiki di tengah-tengah pasar membuat suasana sedikit chaos di manapun kita lewat. Dari konsekuensi ‘Inflated Price’, foto bareng, di suit-suitin sampai harassment yang di tujukan ke gue atau pun ke Kiki yang menuduh kita sebagai teman tidur si bule yang dapat jatah bulanan!! Hahaha Oya, sepanjang belanja kita di temenin dua gadis kecil pembawa belanjaan yang sangat dedicated, yang senang banget dengan uang sepuluh ribu dan sekotak kembang api di bawa pulang

Thanks to Kiki yang seharian nyiapin menu hari itu yang lumayan banyak. Gue nyampe rumah dia lagi jam 3-an, setelah belanja ini itu yg kelewatan. Lumayan juga lah tengah hari bolong khas Balikpapan, nyari arang ama minyak tanah di pasar Butun. Gue datang, Kiki dah terkapar kecapean belom mandi, sementara indry sibuk bakar-bakarin udang.

Well, cut to the chase, menu of the day:

*Es buah
*Kolak caramel siram santan ala internet
*Soup baso plus segala macem sayur yg bisa di masukin (buatan gue, alah penting banget ya ..hehehe)
*Steak daging yg empuk manis khas bikinan Kiki (no wine this time!)
*Saute jamur lada hitam yang pas banget nemenin steak
*Ayam bakar
*Tiga macam ikan Bakar, baronang, bawal and trekulu plus segenap sambelnya (obsesinya Mas Rizal sebagai perwujudan dominasi primordial dia sebagai orang bugis)
*Shrimp barbecue cocktail
*Nasi plus kentang goreng
*Kerupuk kampong tiga macem (panjang,kotak and keriting)
*Di tutup dengan cream caramel ama crepes coklat siram saus dark chocolate filled with dark pitted cherry plus choco chip ice cream!!! Wah ini yang paling bikin mati hehehe

Kebayang kan betapa zalimnya kita abis buka puasa :-)

Selesai kekenyangan di sela angin pantai yang mulai ganas, kita maen kembang api !! Mulai dari yang paling sederhana, kawat lurus panjang yang di pegang atau di lempar ke pohon. Kembang api air mancur kupu-kupu (kata yg jual apinya bakal ngebentuk kupu-kupu, tapi sampai abis apinya kita masih gak nemu bagian mana yang mirip ama kupu-kupunya!), ampai yg di injek-injek (sumpah yang ini gue baru tau!)

It was tiring but it was so nice!! Thanks to Kiki, Indry, Nuki, mas Rizal yang suka galak ama Idham yang dah berkontribusi to make this night happen.

Tahap dua...

Semalam kita kenalan lagi, mengkonfirmasi alamat, sekolah, keluarga (ini kenalan apa interview! Hehehe)

It’s so damn weird! Satu episode panjang beberapa bulan kemarin menjelma jadi fiksi dalam satu kejapan mata. Begitu banyak peristiwa dan nama yang kemudian tertinggal dalam dunia cerita. It was so real though, you’re damn genius my dear!

Nah, seperti selesai membaca novel suspense tebal, demikian aku menutup cerita kita.

***********************************************************************************************

Genap seminggu gue terakhir ke rumah itu. Rumah yang hampir tiap malam gue kunjungi beberapa bulan terakhir ini. Sedikit gamang gue melangkahkan kaki ke ruang-ruang itu. Tapi ternyata tak sesulit yang kukira. Seperti ada halaman-halaman yang lepas dari sebuah buku cerita, menghilang begitu saja. Dan semoga ini akan tetap seperti ini, biarlah kesadaran di halaman itu tetap menghilang di tataran maya

Selebihnya makan malam… berawal sedikit kaku, tapi sukurlah cukup mencair pada jam-jam selanjutnya.. Gue sendiri tidak terlalu yakin apa yang gue harapkan dari pertemuan beserta segenap komunitas teman-teman kali ini. Sudahlah, silaturahmi dan kemudian biarkan mengalir begitu saja (jadi ingat, terminology ‘mengalir’ bagi sebagian orang adalah kata tak bermakna yang menggantikan kata ‘tak mau berusaha’ hehehe) Yah semoga ada yang tetap menjadi saudara. I love being around them

***********************************************************************************************

One of morning, there’s this sms, “Have you found the meaning of all just happen?”

Gue cuma tau bahwa banyak keinginan gue telah di kabulkan, hanya saja berakhir dengan scenario yang berbeda. Mengkonfirmasi ‘sight’ kita yang begitu terbatas dan untuk selalu berhati-hati dengan apa yang kita inginkan.
**********************************************************************************************

Tuesday, October 03, 2006

Aku tidak tau bahwa menjadi sederhana bisa menjadi demikian berbahaya. Bahwa simplifikasi prasangka bisa menjadi sedemikian sengsara. Padahal lelah sekali sepertinya untuk terus menjadi waspada.

Pagi tadi aku sibuk mengeja napas, melafalkan apa saja
Yang membuatku menjauh dari maya
Tiga puluh menit yang sangat melelahkan..
Mendadak batas ruang setir itu menjadi arena tahlilah yang riuh

Tahlilan yang aneh memang
Merayakan kematian maya
Kembali pada nyata
Bukannya mengantar nyata pada maya

Lalu apa salahnya menjadi buku yang terbuka?!!!
Menepis prasangka dan memelihara nyawa...

Hhmmmmm....

Cukup bagian pertama...

Monday, October 02, 2006

.....

Dalam dunia yang tereduksi, terpatri statement ini di tembok negeri

"Lalu aku takut untuk bahagia
Karena terlalu sakit apabila kecewa"


Tapi aku tak mau mereduksi kehidupanku sendiri

Biar saja puing ini terserak beberapa hari. Toh nanti akan tereliminasi oleh evolusi

Kuteruskan saja bersenggama dengan evolusi, tak peduli bahagia atau kecewa



Buat Kamu...

Selamat jalan....
Apabila nanti kita bersimpang jalan
Semoga Kau sudah dewasa
Dan sanggup merengkuh nyawa yang nyata
Pada saatnya mengakhiri dunia dengan bangga

Terima kasih bagi segenap cerita
Ada saatnya kamu jelmakan sempurna

Wednesday, September 27, 2006

Paris Trip in brief…



Kayaknya gue gak bakal sempet nulis secara 'Kaffah' , Alah! tentang trip indehoy kali ini ke Paris. So ketimbang gue semakin lupa, pointers aja lah buat sekedar pemetaan memory. Dan berikut pointers dalam urutan acak


Muahal mampus!! – Buat yg incomenya rupiah standar karyawan menengah spt gue hihihihi
Inline dengan statement gue sebelomnya,”It’s total Fashion torture for me!!” So excited to see all the fabulous and genius fashion at all of the counter till I feel I’m gonna explode, but not much can be done due to budget constraint..hhuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!kecian duehhh.. hihihi


Komentar standar, “Kotanya romantis, ngenes deh sepanjang jalan liat orang pacaran nyusurin sungai Seine atau sepanjang trotoar di sepanjang gedung antic dan pohon dengan daun-daun keemasan (eropah banget dah)!”






Kota penuh museum and keep adding up!Nice!




History nudisme dan selibat yang terdokumentasi dengan complete




Setuju juga ama artikel Kompas minggu lalu, di park banyakan anjing yang lucu dan terawat ketimbang anak kecil yang lucu dan sehat..(apaan sehhh)


Turisnya sumpeh banyak banget, padahal orang local tetep kekeh minimize maksimal pake English

Kalo dining asli luamaa ampun!! Kalo di indo gue dah banting-banting sendok ama judesin pelayan ama managernya! (average for full set of dining 2-2.5 hours buat total waktu penyajiannya!)


Alhamdulillah gue gak berurusan ama copet seperti yang di khawatirkan sebelomnya.

Gagal poto-poto centil karena kehilangan naluri narsisme and kebetulan salah setting kamera pinjeman

Udah ah ntar ga bangun sahur lagi … sambung entar….

Tegor Kangen buat Teman

Selamat malam Kamu,

Bernapas sebentar dari ritual baru ku

Sebenarnya aku ingin sekedar menyapa
Tapi sedikit jengah, mending gak usah lah
Di sini saja..

“Apa kabar Kamu?
Sudah sanggupkah Kamu sedikit meniadakan ke-Aku-anmu dan melebur sedikit dalam dunia barumu?Pasti menarik sekali proses melepas egomu

Selamat malam saja kalau begitu
Mungkin nanti ada lagi potongan diskusi jail yang membuat malamku tertawa
Sekarang biar ku kembali menjalani ceritaku

Sukses ya!

*oknum yang dimaksud kebetulan pada akhirnya sudah di kontak langsung and fully aware of the above material

Marhaban ya Ramadhan

Tidak berasa ketemu lagi dengan Ramadhan. Alhamdulillah masih bisa bertemu dengan bulan yang luar biasa ini. Tapi di sisi lain membuat gue berpikir, cepat sekali waktu berlalu. Dan mungkin dengan begitu saja. Sempat agak melankolis mode sebentar, tapi dengan segera mode itu berubah jadi lebih skeptis sedikit miris karena malu dari tiap kali Ramadhan pasti di awali dengan niat insaf yang meluap, tapi kerap berakhir dengan kehilangan momen penutup Ramadhan yang agak antiklimaks. Semoga kali ini tidak begitu (harapan untuk kesekian kalinya Ramadhan… L)

Biasanya sebelum mulai, gue ‘sok-sok’ menyiapkan mental dan menguatkan niat. Tapi ‘indehoy trip ke Paris’ membuat gue kali ini tiba-tiba aja sudah mulai sahur, di awali dengan sms-sms manis yang cukup variatif dari segenap teman-teman seperti puasa-puasa sebelumnya pada kondisi jet lag.

Well… klise tapi masih menyimpan harapan… “Semoga Ramadhan kali ini, gue bisa mendapatkan hikmah dan berkah yang berujung pada eskalasi spiritual yang kemaren megap-megap di telan angka dan kartu kredit” hehehe

To all of my dearest, “May this holly month brings you all happiness and the get the best out of you which will prepare you to the next stage, one step ahead to be a person who are useful in life and has good ending in your end..Amen”

Thursday, September 07, 2006

Cuuapwee..Duueeehhhh….

Sedikit rekaman…

Sayang sekali gue menulis lagi harus dalam kondisi high temper dan negativity tinggi. Tapi memang kebahagiaan dan ekstase kegembiraan agak menumpulkan kreatifitas penulisan gue. Dan gue tetep menolak di kategorikan “bitter person”! hahaha

Setelah melewati luka batin yang di timbulkan para calo tiket di bandara, gue harus dealing dengan tenggat waktu yang sambung menyambung menjadi satu (itulah Indonesia…*lagu wajib maksudnya. Plis deh pake di terangin!) Bukannya gue gak biasa ama tenggat waktu yang menurunkan kualitas hidup gue ke titik nol, tapi kali ini gue bener-bener muak!

Sepertinya sudah 2 minggu gue kerja non stop, dan di awali dengan kerjaan yang high load juga sebelumnya. (Project, Budget, Month end reporting, Inventory count, Budget lagi, etc…ga penting buat di sebutin yah) Hilang orientasi gue dengan hari, Hampir tiap pagi gue bangun dengan harapan sia-sia, “Rese! Gue pikir week end!” (padahal week end kerja juga hahaha) Gak cukup gaji gue kaleeeeeeeeeeeeee!!

Tanpa jeda buat ngerecharge fisik dan mental gue, dan pengaruh hormon (untung ada ‘pms’ buat jadi kambing hitam) bikin gue selalu dalam kondisi emosi tinggi beberapa hari ini. Swing emosi pada amplitudo tinggi pada akhirnya bikin gue tambah capek, walopun masih cukup mampu buat nampar orang misalnya hahaha

Huh!

Demikian kita cukupkan sekian. Walaupun sepertinya masih terlalu panjang buat satu topic. Paling juga di bilang berlebihan lagi … (masih sensitive ternyata..)

Cuuapwee..Duueeehhhh…. (Aming style..)

Lintah pake name Tag

Kamar tebengan, Meratus Baru

It’s been a hell of a Day!!!!

Pagi tadi adalah pagi menyebalkan yang menarik. Sesuatu yang emergency membuat Nyokap mempersingkat kunjungan kerjanya di Balikpapan dari seminggu jadi tiga hari. Nah hal yang sama membuat gue harus berurusan sama orang-orang yang menyebalkan di pagi hari, para calo tiket!

Terkutuklah para calo tiket yang sengaja mempersulit hidup orang-orang yang lagi kepepet karena alasan apa pun!Keparat betul mereka.. Tega-teganya memeras orang yang ‘helpless’ dan biasanya lagi tertimpa musibah (edisi naĂŻf). Sengaja menahan tiket sampai 10 menit menjelang take off pada harga lebih dari 2 kali lipat!! Dzalim banget dehhh…

Dua jam nongkrong nungguin calo di bandara sepinggan, menarik juga potongan-potongan sketsa yang terjadi di sekitar. Di awali dengan orang datang ke bandara dengan wajah sedikit panic dan bingung, perkenalan yang seakan tulus, senyum penuh pengharapan yang di paksakan, dan pada akhirnya para lintah yang sebagian berdasi dan mempunyai ‘name tag’ resmi bandara ini menelan bulat-bulat para korbannya. Tiap kali gue ngeliat mereka meng-‘close’ deal, gue ngebayangin Hienna yang menyerigai jelek sambil menikmati tetesan darah korban di mulutnya. (ah kamu berlebihan!hahaha). “Keparat!!” maki gue waktu dia kasih harga hampir satu juta untuk Balikpapan-Jogja. Makian selanjutnya adalah buat para “ticketing officer” yang memang secara de facto melegalkan dirinya untuk berkolaborasi dengan para lintah berdasi tadi.

The rest of the “A Hell of Day” gue putuskan untuk gue tulis di sesi lain, tulisan yang kepanjangan merusak kenikmatan kata salah satu temen gue

Saturday, September 02, 2006

Edisi Egois

Aku tak mengharapkan kamu sempuna
Tapi aku tetap kecewa
Saat rangkaianmu timpang dan nada nya sumbang

Aku tak mengharap kamu sempuna
Aku hanya ingin kamu tetap istimewa dalam dunia

Jangan bikin aku kecewa
Untuk membahasakan lagi dirimu pada semua

Atau aku yang tak mau menyentuh realita…????

Thursday, August 31, 2006

Death....

Setelah mengalami masa hibernasi panjang (Gile !ampir dua bulan neh!), dalam rangka memperingati hari kemerdekaan, gue memutuskan buat bikin sketsa-seketsa tulisan pendek lagi

Kali ini gue pengen bicara tentang kematian. Hal satu ini selalu bikin gue gagu, hampir sama dengan siklus gue menghadapi setiap jenis kepedihan lainnya, gue punya satu ‘SOP’ (standar prosedur operasi) yang cukup konsisten tanpa anomaly. Begitu gue dapet berita, tahap pertama adalah mem-blok semua bentuk emosi hingga yang ada adalah rasa kebas yang kosong. Kondisi ini memungkinkan gue untuk melakukan tindakan emergency atau hal-hal lain yang membutuhkan otak. Setelah itu selesai, emosi gue yang ‘telmi’ itu baru akan menyeruak dan menguasai gue. Biasanya ini terjadi pada saat yang lain udah pada tenang hehehe…

Kemaren, temen sekantor gue mendadak meninggal dunia. Setelah badai emosi di kantor mereda, kita menuju rumah duka dan tinggal di sana untuk beberapa waktu. Dalam kondisi yang masih kebas dan ‘otak oriented’, gue amati ada beberapa hal yang hampir selalu gue temuin pada kematian

Keluarga yang ditinggalkan sibuk dengan kesedihan mereka sendiri di tinggalkan almarhum (sounds a bit egoistic isn’t it?)
Tamu-tamu yang datang dengan muram tapi kebanyakan end up dengan reuni dan chit chat yang gak ada hubungannya ama occasion itu instead of focus sama almarhum dengan ngebanyakin doa misalnya (aduh judging ya gue, doa kan gak perlu bilang-bilang ya..hehehe)
Keluarga dan lingkungan dekat yang sibuk membahas firasat, kronologis, mencoba membuat scenario yang menghubungkan keduanya (kadang terdengar sok tau banget, agak maksa, dan gak penting banget gitu lhoh)
Kerepotan administrasi dan detail upacara

Overall, suasana cukup rame dalam atmofer kemuraman yang khas di selingi senangnya reuni-reuni kecil yang jadi blessing tersendiri karena silaturahmi jadi hal yang kesekian di hari-hari sibuk kita. But the corps and the soul will remain in it’s tranquil world, alone, and helpless…more often it’s just become media or reason for people to gather. Am being too sarcastic here, am I? But even for the family, they’re sometimes more busy dealing with them self in facing all the consequences ahead by the loss, what ever it is.

Pada akhinya kita memang melangkah sendiri. Kalo kita beruntung, banyak teman, keluarga besar and relasi datang melayat (semoga banyak yang mendoakan dan men-shalatkan), tinggal sebentar di rumah duka dan sebagian ikut ke pemakaman. Keluarga inti akan menemani hingga tanah selesai di tata, mengirim doa ato meminta orang lain untuk berdoa (ke takmir masjid ato forum pengajian setempat ). Dan akhirnya frekuensi melayat dari tiap hari sampai setidaknya sekali setahun…dan akhirnya mereka pun melanjutkan kehidupan mereka. Kita akan tinggal dalam dunia kenangan, sesekali teringat (semoga ada doa tiap kali teringat), dan kemudian hilang lagi di bawah sadar dan kabur di antara gemerlap lampu kota.

Apa pun yang menjadi justifikasi setiap tindakan kita selama bernapas, akan tertinggal di alam yang berbeda pada saat kita mati. Pada akhirnya kita pasti sendiri, tidak pacar, istri, suami, selingkuhan, ibu kos atau siapa pun bisa ikut bertanggung jawab dan menemani. Dan kita terkejut bahwa dunia bisa sangat mudah tetap berputar, bersinar, membangun cerita..tanpa kita. Hukum alam, selalu ada yang baru, selalu berubah, selalu berputar.

Sunday, July 02, 2006

Postingan Gak Penting...!!


Frase lain yang sering banget hinggap dalam hari-hari gue adalah, “Gak Penting!”. Ini sering muncul sebagai reaksi spontan saat menanggapi temen-temen yang lagi menjalani proses yang “Gak Penting” juga i.e “pdkt” (pendekatan kalee!)

“Eh, masak si X ngotot mau ngasih kado ke gue, padahal gak ada eventnya aja gitu lhoh!”

“Gue bingung deh, Mr A kok sering banget ya datang ke boots gue dan nanya-nanyanya yang gak penting gitu deh..!dari semalem tidur jam berapa sampai ngobrol kerjaan yang semestinya di tanyain ke bos gue”

“Gue seneng deh, tadi waktu gue berdiri di deket meja si B, nah kan dia lagi sibuk diskusi tuh ama bawahan dia, lhah kok sempet-sempetnya dia ngomentarin warna baju gue dan posisi gue berdiri di tengah diskusi dia!Gak penting banget gak sih..”

“Eh kebetulan kamu lewat !ini aku ada ice cream coklat buat kamu..” settingnya tu orang sok gak sengaja ketemu di koridor kantor padahal emang nungguin aja gitu hehehe..Trus hari selanjutnya ninggalin coklat di meja dengan notes tanpa nama dengan berbagai alasan care yang nggak penting banget

“Eh aku lagi dengerin lagu xxx yang kamu suka itu lho, jadi inget kamu, lagi ngapain?” versi sms pembuka komunikasi hari atau “Met malem…aku nggak bisa tidur neh, besok berangkat jam berapa?mimpi indah ya..” atau “Siang ini panas banget deh! Dah makan siang belom?” lain lagi, “Hi cantik, maem apa siang ini?”

A:”Eh, pernah makan ice cream yang di mall xxx gak?gue taunya dari bapak itu sih, dia mujinya ampe mampus, nah niat lah itu gue datengin tu mall (padahal jauh dari rute harian). Trus buku self management xxx itu dah baca belom?menurut buku itu gue termasuk tipe xxx, bagus banget deh tu buku!yah gue taunya dari bapak itu juga sih..”
B:”Kok loe jadi terobesi ama apa pun yang bapak itu omongin ya?Gak penting banget deh!”

A:”Gue geblek deh, gue gara-gara pengen lewat cubicle dia, jadi demen bolak-balik ke printer room. Padahal gak ada juga yang gue print!hahaha”
B:”Sumpeh gak penting banget sih tingkah loe!”

Banyak lagi contoh-contoh komunikasi dan tindakan yang nggak penting lainnya. Dimana intinya Cuma ingin sekedar berkesempatan menyapa atau memandang. Gampang sekali deteksinya, kalo misalnya ada tindakan atau ucapan yang secara logis tidak perlu di lakukan tapi di laksanakan, nah itu sudah dekat sekali dengan definisi “Gak Penting” yang harus di maknai lebih dari sekedar yang terlihat.

Selebihnya postingan ini nggak penting juga sih!hahaha Sekedar rekaman kegelian atas beberapa hal yang akrab di sekeliling gue (thanks buat para kontributor!). Sebenarnya ini di tulis udah lama banget, tapi karena satu dan beberapa hal, sengaja di tunda pemuatannya atas pertimbangan kemaslahatan umat.



Saturday, July 01, 2006

Bangkok......(less narcism edition)

Floating Market and FRUIT!!!!
The Temple

beautiful lady and beautiful gentleman in Siam Niramit Show

Blushing Elephant, it's sister, Natalie, Widy


Yummyyyy...(Gain 2-3kg weight in One Week!Obvious isn't it!)

Turning 30 In Bangkok

Sweet First Batch Schlumberger Reunion and My B'day!

The Cake and I and Being 30!!


My Cute Little Green Tea 30th B'day Cake

Friday, June 30, 2006

Just Thinkin of it....

Following up my deepest concern over the bills and accounts...
I'm thinkin of stopping any activities which falls under shopping and travelling at least for the next three months
Yeahh right..
and Just thinkin of it ..makes me sick and depressed already ...hahaha

Sunday, June 25, 2006

Emotion Reconciliation

One morning on the way to Manggar Base, my beloved L office by the sea .I incidentally tune in to Smart FM, instead of having the usual CDs played. I was about to change into CD when the topic of the discussion that morning caught my attention, “Emotion Reconciliation”.

The source is a professional therapist, for counseling and he also happened to be a hypno-therapist and columnist for several media. Unlike the usual reconciliation type that I’ve known (i.e. Balance Sheet, Revenue Reconciliation, etc J), Emotion Reconciliation is a way where we should reconcile our emotion from ‘chaotic’, upside down, juggled, burned, hatred, sorrow, hurt, and much other ‘negative’ emotion into positive mode of emotion.

Indeed, it is easier to be said than done! Forgiving, letting go the anger, embracing the reality and make peace of it, most of the time has been translated into being defeated, lose situation and being low, not even to mention the ego that always live inside our self. But the fact is, every bit of disappointment, hurt, hate, sorrow that we carry along the way can be perceived as a stone that burdened our self along the journey of life. Too many stone will slow down your step, sucks out your breath, get you to nowhere and eventually waste your valuable time, which is for sure, is limited.

When you forgiving others, and letting go of all your negative emotion, the most important consequence is that you will liberate your self and move on with your life. Imagine if in most every second we have, we’re obsessed with those who caused the hurt or our losses. We shall lose our focus on many precious things in life and we’ll be half dead along the way doing that.

Then I remembered, lines taken from “Tuesday with Morrie” by Mitch Albom (I am officially become his fans since last month J). To live your life, you must experience all the feelings, good or bad, nice or mean, drawn into it for a while if need to, but then you soon have to be disengaged your self and put a stop of it and moving on with your life. Having doing that, you’ll accept your fear, manage it, instead of run away from it and living with it. Realizing that it’s just an emotion that you have to go through somehow and let go! Throw away most of the stones that packed in our bag and lightened your steps.

One relevant topic with the above is relationship. When it comes to any kind of relationship. We tend to hold on to what we used to have. Ego and fear of leaving our comfort zone makes it worse though. Another lines taken from Morrie’s is that, relationship always has the same cycle, “stop renew stop renew stop renew” Embrace it, try to live with it and you’ll find your peace…

In this occasion, I’d like to wish all of who ever has any kind of negative feeling for me in what ever form of relationship, peace and ability in forgiving. To stay on the positive side and focus on the road ahead. Amen… I love you all…


*It is not a new thing afterall, this topic. But I guess writing it as a reflection and gentle reminder for us, who often drawn into our anger or carried away with our own drama, won’t hurt…

Tuesday, June 20, 2006

Little Rectangle Plastics with Classic Logo

Selamat malam Meratus Baru no 2 [1]

Banyak sebenernya selama seminggu-dua minggu yang numpang melintas di kepala, mengendap sebentar dan harus menyelip entah di pixel yang mana dan tak mewujud dalam tulisan karena harus mengalah dengan konsekuensi cuti dan kabur dari kantor for almost two weeks. Dimana hal ini mengakibatkan tergadainya waktu buat sepotong frase, “Kewajiban Professional”.

Beberapa topic yang sempat menjadi kandidat penulisan, training gue di Bangkok hampir dua minggu lalu, “Effective Communication and Presentation”. Training ringan, bermanfaat dan efektif buat ngeluarin anggaran jalan-jalan dari kantor. Wisata gue sendiri di situ selama seminggu , juga satu hari yang mengilhami Natalia[2] nyuruh gue bikin tulisan dengan judul, “Turning 30 in Bangkok” . (gue benernya lebih tertaik nulis “Turning into Celengan Babi in 7 days!) Kejadian di kantor (yang pastinya gak asik banget), “Tuesday with Morrie” yang so inspiring, dan pastinya tentang kota gue tercinta, Jogja, yang lagi prihatin secara kontinu…L

Malam ini di hadapan gue ada kompas hari ini yang belum terbaca, dua tumpuk kertas yang walaupun letterhead-nya beda mempunyai kesamaan logo, visa dan master J Sepertinya ketimbang ngebahas topic yang sudah agak basi, otak gue mengarahkan concern gue ke print out di lembaran-lembaran kecil menyebalkan itu.

*************************************************************************************************

Steady increases in those bills!! A figures that will not even cross my vocabulary in the world of credit card billing last year… Indeed that this has been caused mainly by my incidentally being traveling on monthly basis starting February. I always have this mind set, that everything in Balikpapan is more costly so it will be wiser to get most of everything outside Balikpapan. This will include culinary adventure, entertainment, books, personal care, cosmetics, beauty salon, hair cut, and off course various shopping activities!! Not to mention shoot up my cellular bill. And here I am end up with insignificant balance of retained monthly income on monthly basis hhhuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Yet I see my self not as shopaholic. There are few symptoms of being this kind, i.e. found our self having things that we never wore without even realizing that we bought it, or we’re more enjoying the thrill that comes along with the buying than the using whatever we’ve bought. Which none of those is my case.

In my own stage or capacities, I have to admit that I am one of those who tend to spoil my self and able to justify every wants that materialized to every different damn cost. It’s just never enough…hiks.. My special thanks to credit card which make things even worse…..Despite my plea that this little rectangle plastic is unavoidable to overcome any unpredicted situation, seems that I fall into classics trap of those credit card addict . Blurry I remember articles about new trends of middle class worker who become huge spender, have almost no plan of future financial instrument to embrace the world after retired… hiks…. and yet my wallet are full by these cards..[3]

IT’S NEVER TOO LATE ….(Keep up the spirit dear)






[1] Kamar kos maksudnya
[2] Temen Angkatan pertama masuk SLB yang sekarang di Bangkok
[3] To, gimana masih pengen jadi akuntan and financial advisor gue?

Tuesday, May 30, 2006

(Masih) Edisi Majnun: Cinta...(Masih)

It is my honour to have your writing on my page. Thanks Mas Arif

Below are taken from his writing sometimes in the past..

Well, berhubung posting-postingnya al sedang dalam edisi cinta yang majnun, so aku ikutan ah…
(rif)

Puisi 1

Menyebut-nyebut Namamu
dalam Kesendirian pun Sudah Lumayan

perkenankanlah aku mencintaimu
seperti ini
tanpa kekecewan yang berarti
meski tanpa kepastian yang pasti
harapan-harapan yang setiap kali
dikecewakan kenyataan
biarlah dibayar oleh harapan-harapan
baru yang menjanjikan

perkenankanlah aku mencintaimu
semampuku
menyebut-nyebut namamu
dalam kesendirian pun sudah lumayan
berdiri di depan pintumu tanpa harapan
kau membukakannya pun terasa nyaman
sekali-kali membayangkan kau memperhatikanku
pun cukup memuaskan

perkenanlahlah aku mencintamu
sebisaku

Puisi 2

Belajar dari Ombak

belajar dari ombak yang terus datang-pergi
datang-pergi
menggoda karang
dari ketegaran karang yang terus bergeming
dari angin pagi yang tak pernah lelah mengelus
pucuk-pucuk cemara
dari kesabaran pucuk-pucuk cemara menanti pagi
dari burung yang tak henti-hentinya menyanyi
aku tak akan surut menghampirimu
aku akan ngotot mencintaimu

Monday, May 29, 2006

Edisi Majnun: Hari Ini Mungkin.....

Hari ini cinta. Mungkin saja esok, minggu depan, atau bulan depan tidak lagi. Seperti lazimnya fitrah duniawi yang lain, cinta sebagai atribut tak akan pernah cukup. Selalu ingin lebih, pembaruan dan sesekali ikut trend.

Hari ini cinta. Mungkin saja esok, minggu depan, atau bulan depan tidak lagi. Lalu kenapa?Hati bisa berubah kapan saja, oleh apa saja

Happily ever after? sepertinya lebih kepada kompromi, komitmen dan keihlasan. Mencukupkan diri sendiri pada satu pilihan di satu masa, untuk mungkin selamanya.Apa pun resikonya.

Hari ini cinta, esok, minggu depan atau bulan depan mungkin luka. Lalu kenapa?

Sunday, May 28, 2006

Sepertinya....

Mabuk!
Seperti Laila pada Majnun
Halusinasi endorphine yang mengurai sendi dan melantakkan jiwa
Seperti Laila pada Majnun
Segenap zarah pada Majnun bermetamorfosis menjadi morphine pada tiap detak nadinya
Seperti Laila pada Majnun
Kesadaran menghilang di ambang maya...

Seperti Laila.....
Pada Majnun...

Wednesday, May 24, 2006

Beberapa Kesimpulan Cuti

  • Enak banget berada di suatu malam tanpa memikirkan bahwa besok harus bangun pagi kerja.

  • Yogyakarta: tempat yang enak buat pacaran!murah lagi!gimana nggak, boncengan pake motor berhenti di pinggir jalan atau alun-alun udah jadi. Atau kalau mau variatif, jalan sore di Gelanggang UGM, jogging bareng trus nyari soto 3000-an, atau nongkrongin nasi kucing yang per orang bisa gak sampai 5000. Dan kayaknya gak harus gaya deh pacaran di sini, mengurangi anggaran mall atau itc lah pendeknya. (Tapi kalo dah rumah tangga laen lagi lah critanya, harap di garisbawahi “pacaran” only)

  • Enak banget ternyata seharian di rumah pake daster longgar, nggak pake make up, dan kalo kepanasan rambut cukup di ‘unthil-unthil’ ke atas. Tambah lusuh tambah uenakkkkk!!
  • Kalo cuti jangan pernah nelpon kantor, bikin merasa bersalah dan kepikiran kerjaan yang pastinya gak perlu banget!

ps: mengakomodasi saran sodara Dito untuk tidak berpanjang-panjang. Kebetulan saya orangnya memang akomodatif


Sunday, May 21, 2006

Jogja seri Kuliner….



Walaupun kondisi fisik sudah sangat lucu, menggemaskan dan sedikit gempal (meminjam istilah Obelix untuk membahasakan dia sendiri). Gue gak bisa menahan diri dari ekplorasi kuliner kecil-kecilan. Dari yang sekedar nostalgia sampai nyobain barang baru.

Hari pertama sampai Jogja, setelah ortu bikin gue shock dengan mamerin tanaman hias yang per potnya ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah (daun doang gitu loh!! Plis deh..!) berfamili agronema. Menjelang jalan pulang, gue ketemu makanan yang sudah lama nggak ketemu. Judulnya ‘Lotek’ ama ‘Tahu Telupat. ‘

Lotek ini secara konsep global (Alah!), hampir sama dengan gado-gado,pecel, karedok dan keluarga sayur disiram saus kacang yang lain. Bedanya adalah komposisi sayur (sebagian mentah kayak kubis ama timun, sebagian rebus, bayam misalnya), dan beberapa bumbu yang sayang banget gue kurang menguasai (pake air asem, daun jeruk nipis, bawang putih,kencur ama gula jawa). Pastinya lotek ini pas banget di makan di tengah hari bolong yang puanaaaaassss kayak di jogja ini. Oya, kalau Tahu Telupat asal muasalnya di daerah Blabak, Magelang. Potongan tahu panas di siram kuah gurih manis kecoklatan yang kental rasa bawang dan cukanya, di kasih topping taoge dan kol rebus, potongan kacang kasar dan bawang goreng. Dimakan bareng cabe rawit, klop banget dah!Kali ini gue nemunya di jalan Kaliurang, nggak jauh dari perempatan ring road cemara tujuh ke arah utara sebelah kiri jalan. Warung ibu sapa ya ..lupa namanya, tapi keliatan kok rame.

Gak jauh dari situ, gue nemu asinan bogor dan rujak potong. Gak tahan ngeliat warna-warni sayuran ama buahnya, gue beli juga 2 bungkus asinan plus satu bungkus rujak!hahaha maruk dah…(tapi makannya rame-rame kok…justifikasi dikit). Harga less than 4000 per porsi.

Sampai rumah, ternyata ibu ngeluarin sebungkus gede Gudeg jogja plus kereceknya! Mati gue…! Dan sebagai pelengkap, satu set jajanan pasar aja gitu di meja disajikan dengan tampang bahagia nyokap. Tapi jogja emang luar biasa, satu set Gudeg tadi dengan 3 telur, dua potong ayam plus kereceknya Cuma sebelas ribu ajah dunk!

*langsung lari deh sore itu di lapangan bola depan rumah

Hari kedua, abis lari pagi, dengan alasan pembantu lagi pulang. Nyokap came up dengan ide makan soto sapi. Masih di selatan juga, daerah karangkajen, persis depan Dusun Village Inn (yang ngaku suka getaway resort, pastinye tau tempat ini). Warungnya jelek banget. Atap rumbia, dinding anyaman bamboo atau “Gedheg” istilah jawanya. Lantai semen tapi banyakan tanahnya. Tapi ya, itu warung rameeeee banget! Sotonya emang manteb!Potongan daging plus sedikit lemak yang ketinggalan, kuah bening gurih yang puanas di kasih jeruk nipis,kecap tradisional yang kental plus sambel yang buanyakk!! Slurpp! Sengatannya ampe ke otak, di jamin kepala ringan, dan buat yang flu membantu banget. Istilah keluarga gue, “Kepyar-kepyar!” Harga 3500-4000 semangkok!


Nah siangnya, setelah bobok yang menyenangkan (got the mode?vacation:eat and sleep!), kita sepakat buat datengin warung udang Mang Engking di Godean. Kalo yang pernah browsing di trulyjogja.com atau penggemar liputan wisata, mungkin nggak asing dengan warung ini. Letaknya lumayan jauh dari pusat kota jogja, tapi sejauh-jauhnya Jogja yah bisa kurang dari sejam kalau nggak pakai kecepatan Schlumberger eh safety (not more than 50km/hr). Panas yang agresif akhirnya terobati pas sampai tempatnya. Luar biasa, di pinggir jalan luar kota dan di tengah sawah, ada kali satu hektar lebih arealnya. Dangau-dangau bamboo di atas kolam. Udang gorengnya …nyemmmm!!! Mana angin sepoi-sepoinya enak banget, sambil liatin bebek , orang ngerjain sawah lengkap ama kebonya…dilatarbelakangi langit biru cerah dengan ornament awan yang sempurna, it’s just perfect! Pesenan juga gak lama lah. Seorang mungkin standarnya 20-30 ribu tergantung tingkat kerakusan. On the way home, di pasar Godeannya kita bisa beli snack belut goreng yang emang jadi produk andalan di sini.


Hari-hari selanjutnya
Kalo laper malem-malem, ada beberapa pilihan yang gue tau. Pastinya, waktu kemaren pulang lewat tengah malem dari antri pengobatan alternative ama ortu, asik nge-leseh makan mie jawa di deket plengkung Gading (deket alun-alun selatan). Ada dua favorit menu, ‘Mie Godog’ atau mie rebus yang manteb banget pake kaldu ayam kampung di kasih potongan cabe rawit. Satu lagi adalah ‘Magelangan’, nasi goreng mixed sama mie goreng. Makan bertiga di temenin sama wedang jahe, kalau nggak salah gak sampai 25rebu.

Alternatif lain yah, lesehan gudeg atau nasi kucing. Sayang kali ini gak sempet. Tapi kemaren lesehan gudeg di jalan solo deket Pub TJ kata temen gue endang buammbang gitu! Dan waktu gue lewat, emang rame banget ampe yang jual gak keliatan hehehe. Sedangkan nasi kucing, masih jadi obsesi gue sampai sekarang. Yang ngetop sih deket stasiun Tugu, dimana sepertinya jadi tempat nongkrong yang asik bareng seniman ama kolumnis setempat.

Oya, hampir lupa. Di salah satu tengah hari bolong di Jogja, abis nengok distro yang katanya top di Jogja di jalan Gejayan deket Radisson hotel (biasa aja ternyata J), ‘Mail Box’, gue yang dehidrasi mampir bentar di kafenya buat survival ..Alah! Nah, ini gue pesen ice chocolate orange yang ternyata suegerrrr bangett! Coklatnya berasa coklat banget (apa coba!), maksudnya gak Cuma milo ato apa gitu, trus paduan orangenya bikin sensasi seger yang nendang abis. Slurpp!! (apalagi kalo minumnya dalam kondisi hampir pingsan kehausan)

Gak jauh dari situ, masih seputaran Gejayan juga, ada resto yang lumayan cozy buat ngobrol, “Bumbu Pawon” namanya. Makanannya khas Jawa Timur. Bangunannya rumah kuno yang di renovasi, di kelilingi teras ama kolam. Per orang yah sekitar 30-50 ribu tergantung lagi maruk apa nggak.dan lama nongkrong J. Paling banyak di pesen gue liat kemaren rawonnya, ada rujak cingur ama pecel juga.
Kalo mau yang asik banget edisi malem, di ujung jalan Gejayan ke arah ring road, ada resto Gajah Wong yang artistic banget. Terletak di atas sungai dan punya gazebo taman yang asik plus ada pianonya kalo gak salah. Makanannya juga yummy. Nah kalo yang ini buat wiken, sampai harus reservasi segala.

General info (gue belon sempet cobain), di sepanjang jalan Kaliurang sampai ke daerah kampus UII dan terusannya hotel Hyatt , banyak cafĂ© or resto nuansa alam yang bagus-bagus.Ada yang udah pernah cobain? Pastinya Hani’s cafĂ© di utara Hyatt, masakannya enak. Model western gitu deh. Ini termasuk favorit place buat para bule (asli bulenya cakep-cakep dan mapan ..lah penting ya!). Gue tau, soale yang punya penyewa rumah bokap gue!hahaha gue fan’s berat product bakerynya. Breadnya ngalahin hotel (favorit: sun flower bread) apalagi gue suka beli pas di angkat dari oven sekitar jam sepuluh-an pagi lah, dan cakenya juga enak. Kata yang punya sih, resep dan semua bahan direct di kirim dari kampung suaminya di Belgium.

Udah ah makan mulu ya …katanya mau kurus plis dehh! Dan emang masih se-abreg yang belom gue sebutin tapi ya sudahlan kita simpan buat edisi cuti selanjutnya J

Wednesday, May 17, 2006

Five People You Meet in Heaven



Buku yang gue beli, gara-gara judulnya ini, ternyata emang buku yang lumayan bagus. (Kesian deh gue baru tau!). Di luar penuturannya yang simple, keterkaitan hal-hal sehari-hari yang secara individu sangat sederhana, tapi penulis bisa mem-frame betapa luar biasanya kejadian-kejadian kecil yang berkaitan secara sederhana tapi membawa konsekuensi yang luar biasa.

“Bahwa tidak ada kejadian yang terjadi secara acak. Bahwa kita semua saling berhubungan. Bahwa kau tidak bisa memisahkan satu kehidupan dari kehidupan yang lain, sama seperti kau tidak bisa memisahkan embusan udara dari angin”[1]

Tokoh utama buku ini, Eddie, pegawai taman hiburan Ruby Piers yang mati kecelakaan oleh salah satu gagal fungsi salah satu wahana. Segala konsep surga yang ada di pikiran Eddie di patahkan dengan bangunnya dia di taman hiburan yang itu-itu juga. Eddie adalah orang yang kecewa dan memendam marah atas hidupnya, atas keterikatan dia dengan taman hiburan, atas keinvalid-an dia dengan kakinya yang luka, atas kesendirian hidupnya yang di tinggal mati istri tercinta terlalu cepat, kepatah-hatiannya akan ayahnya yang mengabaikan dirinya. In brief, what he had is bitter life, dull and boring.

Dalam buku ini di gambarkan bahwa setiap yang berjiwa, ketika mati akan menemui lima orang yang akan memberikan pencerahan akhir sebelum akhirnya berdamai dengan alam baka. Kelima orang ini bisa merupakan mereka yang kau kenal maupun tidak. Orang pertama yang di temui Eddie, manusia biru di atraksi sirkus di Ruby Piers. Alkisah Eddie di masa kecilnya pernah hampir tertabrak mobil saat mengejar mainannya yang menggelinding ke jalan. Yang di ingatnya adalah dia selamat, dan meneruskan hari itu dengan penuh permainan beserta teman-temannya. Hal yang tidak di ketahuinya adalah, insiden tersebut memicu kadar adrenalin yang tidak bisa di tolerir jantungnya yang lemah. Selanjutnya adalah rentetan kecelakaan berikutnya karena hilangnya kesadaran pengemudi. Yang pada akhirnya membebaskan dia dari pedih dunia. Ada dua hikmah dalam satu potret kejadian ini. Pertama, bebasnya si manusia biru dari ketersisihan dirinya dari masyarakat sepanjang hidupnya sebagai makhluk aneh yang di akibatkan dari salah pengobatan yang menyebabkan kulitnya biru. Kedua, tetap hidupnya Eddie kecil untuk melanjutkan rajutan cerita hidupnya. Satu pemahaman baru buat Eddie kecil bahwa ternyata dia punya andil dalam kematian orang lain, sesuatu yang sangat di luar koridor kesadaran dia.

Orang kedua adalah Kapten-nya semasa Eddie dalam penugasan militer. Penugasan yang berujung dengan cacat kakinya yang dia sesali hingga akhir hidupnya, karena menghalangi dirinya dari kemungkinan hidupnya yang lebih menarik dari menjadi penjaga di Ruby Piers. Fakta baru yang muncul kali ini adalah, bahwa kaptennya lah yang menembak lututnya untuk menghentikan Eddie dari tindakan bunuh dirinya masuk ke kobaran api untuk menyelamatkan sesosok bayangan. Akumulasi marah yang terpendam, menyeruak begitu liar, membuncah hebat hingga Eddie kelelahan setelah membabi buta memukuli kaptennya. Perlu waktu beberapa lama untuk tenang dan menyadari bahwa tembakan itulah yang menyelamatkan hidupnya. Di tambah dengan kenyataan bahwa Kaptennyalah yang membuat pelarian mereka berhasil dengan mengorbankan dirinya sebagai martir di lading ranjau. Dan untuk memberikan pemahaman atas fakta-fakta tersembunyi itulah dan Kaptennya hadir. Juga untuk membantu Eddie berdamai dengan luka di kakinya, dan berhenti untuk mengkambinghitamkan insiden itu sebagai penghalang hidupnya.

Orang ketiga hingga kelima, masing-masing dengan eskalasinya menyentuh sisi-sisi paling gelap dari kehidupan seorang Eddie. Bagaimana rentetan peristiwa yang sama dengan sudut pandang yang berbeda dan sedikit tambahan fakta yang sering tak kita ketahui (hanya Tuhan bukan yang menguasa segala dimensi dari setiap kejadian), seorang manusia kecewa bernama Eddie, menuntaskan marah dan dendamnya. Melepas semua getirnya dan menerima kehidupannya dengan lebih rela dan ikhlas. Bahkan melupakan emosi terberat akan marahnya dia atas ayah yang mengabaikannya setelah mengetahui betapa berat beban jiwa Ayahnya yang tak sanggup ia selesaikan sampai ia meninggal.

Buat gue, yang penting adalah menyadari bahwa selalu ada fakta atau detil kecil yang luput dari pemahaman kita atas setiap kejadian, sesederhana apa pun. Yang sangat mungkin merubah persepsi kita 180 derajat kalau detil itu masuk dalam processing informasi di otak kita sebelum memutuskan final respon kita. Mengingatkan gue akan konsep Khusnudzon (berprasangka baik) dari Islam yang kadang susah bener di terrapin kalo dah hati panas hehehe. Kedua, betapa setiap kejadian dalam tiap detik waktu adalah saling berkaitan dan membentuk ekuilibrium dalam tatanan kehidupan global. Maha besar Allah yang begitu mudah mengatur jarring-jaring scenario atas milyaran manusia yang numpang hidup di bumi ini.

Kesimpulan: Baca deh! Gak rugi .. J






[1] Quote from this book, “First Lesson”

Nge-date in Bonyok

Background: Gak ada tv kabel di kamar kos gue dan balikpapan tanpa tv kabel berarti gak ada siaran yg jelas (kesian deh!)

Siang hari kedua cuti gue di Jogja, setelah ngitungin tagihan credit card yang bikin gue lemes dan kehilangan nafsu belanja (nafsu yang laen sih tetep..hahaha). Gue ngeliat “reality show” (gue kasih “xx“ soale keliatan kayak sinetron amatiran gituh performnya asli di scenario-in banget dah..gue jadi inget drama-drama penyuluhan di TVRI dulu), judulnya “Ngedate-in Bonyok”

Intinya sih cari pasangan. Ada dua format. Pertama ada satu cowok yang ngedate ama tiga nyokap cewek kontestan. Kedua, sebaliknya satu nyokap yang ngedate ama tiga cowok buat anak ceweknya.

Ada beberapa hal yang bikin gue nyengir agak prihatin. Rata-rata kontestan cewek edisi kali ini punya hobby standar, modeling ama nge-dance. Dengan dialog yang artificial abis, di tambah lagi dengan kekonyolan yang nggak cerdas. Contoh nih, pas mau berangkat ngedate, nyokapnya bilang ke anaknya, “Doain mama yah semoga kencannya sukses, semoga dia pilih kamu ya sayang, anak mama yang cantik….” Sedangkan anaknya rata-rata bilang, “Mama nanti bilang yang baik-baik ya tentang aku..semoga berhasil!” Padahal mereka dalam posisi yang belom tau apa-apa tentang si cowok. Waktu di tanya tentang anak ceweknya, pasti mamanya bilang anaknya cantik, tinggi, putih pokoke fisik banget dah. Gue heran, dengan suka rela gitu mereka memposisikan diri sebagai barang dagangan, di dukung lagi ama ibunya! Kesannya prestasi banget gitu kalo nanti dipilih ama tu cowok

Acara ngedate-nya sendiri cukup variatif, dari sekedar ngafe, barbecue, berburu barang antic,driving, bowling ampe manicure pedicure di salon! Dari sekian pasangan ibu dan anak yang ikutan, kadang gue liat ibunya yang lebih semangat tampil!hahaha Mungkin obsesi yang tertunda tampil di TV, asli dandan mampus lah untuk ukuran sehari-hari. Yah mungkin kalo ngeliat tampilan mereka yang beda dikit ama drama penyuluhan itu, maksudnya emang buat batu loncatan buat maen sinetron beneran. Namanya juga usaha…(Salut buat para ibu yang all out ngedukung karir anaknya begitu….hehehe)

Dan sekarang gue laper….semoga jadi ke Mang Engking , pondok udang di tepian sawah godean…slurrpp!

Man of the month... : Maridjan!

sebelum merapi meletus
Gimana nggak man of the month! Ampe harus Yusuf Kalla sendiri kasih instruksi buat ‘mengevakuasi’ si mbah dari kaki gunung merapi ke hotel berbintang setelah Sri Sultan ampe pejabat polisi setempat gagal membujuk. Dan sampai hari ini, juru kunci Merapi ini tetep keukeuh sumekeh nggak mau ngungsi! Ini dikarenakan karena beliau belum mendapat peringatan langsung dari almarhum Sri Sultan HB IX. Nama Maridjan tiba-tiba begitu popular, sampai dinner welcoming big bos baru semalam nama itu juga yang happening buat di bicarakan


Emang luar biasa efek si embah ini, karena sebagai juru kunci impact ke masyarakat sekitar sangat dominan. Dan gue rasa pemerintah gak sanggup aja nanggung malu, kalau mau nurutin advisnya mbah Maridjan trus kemudian salah dan banyak jatuh korban. Walaupun gue yakin benernya para pejabat pemerintah atau otoritas setempat sebenernya pasti ada yang percaya ama visi si mbah tentang kapan Merapi akhirnya meletus. Apalagi buat yang Jawa abis hehehe


Terlepas dari aura mistis yang kuat banget di sekitar Merapi, gue sendiri penasaran bakal seperti apa letusan Gunung satu ini. Bakal seperti apa kali ini unjuk kekuatan Allah SWT .Permainan instrument alam yang begitu mudah buat Dia, tapi begitu dahsyat buat mereka yang berjiwa. Dan pagi ini gue liat foto lelehan lava pijar di sekitar kawah Merapi di Koran local, bagus banget…..it’s a such masterpiece work of art … (maafkan aku..malah latah seperti banyak orang yang menjadikan letusan kali ini jadi obyek wisata baru) Semoga tidak ada korban dalam ritual alam kali ini….

Monday, May 01, 2006

Bad habit of mine..GLUGHKKG....@%#$%)*(&%#@%

Spending so many hours overtime working in cubical with several people turns out not so easy. I knew that I had this bad habit, that I often voluntarily or unconciously (how can unconcious people do something?hahaha), singing while working specially during overtime..or to be precise singing wherever I am while im doing something else. ..
May be this brings comfort and make me relax, most of the time that sounds just burst out of me...hiks..and I know that this might cause me trouble...Specially when other also facing high pressure approaching deadline..hiks....
Tonight I got special request from cubical besides me, "please just for tonight, don't sing!"hahaha...
I've been trying so hard to keep my mouth shut for an hour now, and I just realized....that its damn hard!specially with a head phone on your ears and favourite songs played in a row...Gosh this makes me feel worst, realizing that it seems that during overtime I just continuously singing without I even realized it!!!
Hiks...hiks....hiks...
I should find something else to bring me ease and level up my mood again during upcoming overtime....
Chocolate? lhoh?!hahaha

Wednesday, April 26, 2006

Sucks!!

Kenapa yah ada gitu orang yang harus berperan sebagai orang yang nyebelin dan bikin emosi!
Kadang hanya masalah penyampaian lhoh. Dengan tujuan yang sama, tapi dengan mind set yang beda, orang bisa jadi sangat annoying!
Berasa di dzalimi gini gue. Tapi kalo gue meledak juga kok berasa turun derajat, tapi kalo di diemin kok berasa di injak martabat...Alah!
*thanks Oyan, Istighfar Alina....

Tuesday, April 25, 2006

Jakarta April 2006

edisi males nulis neh
JAKARTA 14-20TH April 2006


Shopping:
Tetep ITC Ambassador …kurang euyyyy
Kunjungan wajib ke Playan ama PIM 1&2 lah…maintain wawasan ..Alah!

Kecantikan:
Borjuis! Eye shadownya menyenangkan! Plus finishing, lipstick and blush…mau lageeee dunk…J
Compact Powder Mac! Huuuaaaaaa ilang bo….. mengganggu ability dalam menghadapi hari-hari …hiks..mana masih baru ..nyesek banget dah!! Gak bisa gue idup begini…

Ponakan:
Tiramisu and Chocolate E’toole

Tanah Kusir:
Tidur

Mbakyu-mbakyu:
Tanah, Oleh-oleh Kalung Kebon Sayur and Izzy Pizza

Papah:
Ngambek mode, jogja di skip lagi hehehe

Kesenian:
Berbagi Suami Tobh Abesss!!! Ngakak dari awal ampe akhir, OST-nya pun mantabh ! (thanks Dito).. Enak di liat dan Perlu!
Ice Age, lucu banget tapi emang dasar guenya keterlaluan sempet-sempetnya ketiduran beberapa detik ..untung gak tabrakan edisi ketiduran kali ini

Kuliner!!
Dapur Baba, Artistik luar biasa!berasa dinner di museum diawali dengan ruangan VOC lengkap dengan kue kering jaman doeloe, ruangan Kwan Im, trus end up di terasnya bersama Dewa Dapur. Makanan Yummy!Service memuaskan (mayan dapet member card), harga okeh lah
Rara Jonggrang, jadi gak ada apa-apanya compare to Dapur Baba..nggak recommended lah
Gelato Bar, kunjungan wajib kali ini berkesimpulan kalo mau ke sini mending yang ke Arcadia ato Dharmawangsa..lebih banyak pilihan, tempat jauh lebih nyaman…recommended dessert, waffle (pake hazelnut ato black forest ice cream), crepes (yg berry) ato pancakenya kayaknya okeh juga

Kerjaan:
Interview Days…, perlu penegaran hati buat lebih kejam ama interviewee..hehehe (Gunanya interview bareng Resa) Lucu liat orang-orang plus kenyataan bahwa nyari kerjaan for most of the people is something really hard…tanggung jawab kompleks antara system pendidikan formal, background keluarga dan bawaan genetic per orang….(brp banyak tuh sarjana yang gak jelas abis lulus jadi apaan…)
Lembur bikin balance sheet notes di Mariott…mayan lah ketimbang lembur di Manggar…

Sentra Mulia:
Tetep Hectic and Full of Pressure as always. It’s a nice change to Monica though

Mariott
Sarapan ama kencan tetap Mariott, Katty culun
Monica telat bangun mulu!!huh!
Coklat!!! And Strawberry Smoothies!!!!

Personal Life
…………………………….invisible mode on……………………………………….



Monday, April 10, 2006

Itu kamu...?

Titipan tetangga ke tiga...

Sebelum kau pergi berkencan malam ini
Berkacalah sebentar dan teliti dulu bayangmu..
Masihkah kau temukan dirimu atau jangan-jangan tertukar dengan bayang tetangga?
Lalu..tunggu dulu..!..itu bajumu atau baju sewaan yang terlihat bagus di etalase kemaren sore?

Demi cintamu yang sekarang sibuk mematut diri dan gelisah menunggumu di ruang tamu
Lihat lagi lemarimu, dan ambil baju sehari-harimu
Gantungkan dulu ego tampanmu
Bawakan dia seporsi lengkap dirimu

Biar jujur kisahmu kali ini..

Narniamu...

Titipan tetangga ke dua..

Wahai pelaku mimpiku malam ini,
Jangan kau buru-buru tinggalkan lembah narnia kita
Acuhkan saja pongah waktu di tikungan itu

Aduh!..Sesak…

Rubah saja luas bingkai ini
Gergaji saja gumpalan sapuan rumit bernama realita
Gunting saja potongan puzzle yang tak terangkai
Simpan dalam karton bekas tv di sudut dapur atau berikan saja pada anak tetangga

Wahai pelaku mimpiku malam ini
Seandainya kita tak lagi bertemu esok hari
Pastikan narniamu ada namaku…

Lelakiku..

Titipan posting dari tetangga...

Lelakiku, masuklah kau ke guamu
Mungkin kau temukan wajahku di tetesan stalaktit itu
Lihat baik-baik, apakah sketsaku yang ingin kau masukkan di dompetmu
Atau mungkin sekedar kau bingkai di samping foto reuni sma-mu

Lelakiku, seandainya pun tak kau temukan jawab itu
Keluarlah dari gua, biar saja bayangku mengalir di sungai guamu
Mensaripatikan substansi dalam inti bumi
Mungkin lain kali ku kunjungi kau sebagai kupu-kupu..
Menengok sejenak kebunmu dan mencicipi sedikit madu

PERCIKAN: Single,Mature,Independent,Urban and Smart Woman these days..

Jumat pagi sehabis deadline, melepas lelah dan kesadaran penuh akan penolakan dari seluruh indera untuk kerja, Pelangi, cewek buruh PMA ini memilih untuk bersilaturahmi dengan Butterfly, salah satu temen sesama buruh (tapi buruh yang ini gak ikutan demo UU buruh depan istana kemaren). Kebetulan icon YM dia lagi online

(Sayang emoticonnya gak keliatan)

Butterfly: loe lagi sibuk nggak sih
Pelangi: sibuk juga
Butterfly: mau nanya
Pelangi: tapi gue mau santai dulu
Pelangi: knp hunny
Butterfly: gue lagi introspeksi diri nih
Butterfly: jadi gue minta pendapat loe deh
Butterfly: dengan umur segini
Pelangi: weittss (menarik neh kalo dah masalah wanita ngomongin umur..)
Butterfly: dan segala kondisi gue
Butterfly: apakah…
Pelangi: emm ???
Butterfly: gue itu menakutkan bagi cowok
Pelangi: huahahahahahaha…..(ketawa terguling-guling kepentok monitor)
Butterfly: jangan ketawa
Pelangi: jawaban jujur yah?
Butterfly: iye
Butterfly: terus kasih alasan
Pelangi: ada potential answer: IYAAAAAAAAAAAAAA
Butterfly: iyah gue udah tau (lah ngapain juga nanya coba!)
Pelangi: gini lho ya jeng
Pelangi: harus di akui
Pelangi: loe tuh ya
Pelangi: pan sekarang dah mapan
Pelangi: trus harus diakuin juga
Pelangi: karakter loe kuat
Pelangi: loe tau apa yg loe mau
Pelangi: punya pendapat sendiri
Pelangi: life style loe sendiri
Pelangi: yg gak gampang berubah
Pelangi: orang pasti bisa liat itu (sambil bayangin butterfly yang semangat 45 kalo lagi berantem eh adu argumentasi ama klien, temen ato even bosnya sendiri once ada hal yang offense prinsip dia)
Butterfly: jawaban loe persis sama ama jawaban temen gue yang cowok (mungkin sambil agak termenung)
Pelangi: you seems so fulfilled and stabilized overall
Pelangi: gak semua cowok berani jadinya
Butterfly: nah masalahnya
Butterfly: gimana biar cowok nggak ngeliat ke sananya ajah
Pelangi: butuh yg emang drivenya kuat
Pelangi: yg bisa ngesampingin semua variabel itu
Pelangi: dan liat loe sebagai individu
Butterfly: nah itu yang gue mau
Butterfly: masalahnya kemaren
Butterfly: masa baru email emailan doang udah keder
Butterfly: dan mundur
Pelangi: *ngakak sambil jedot-jedotin pala ke tembok eh ke cubical
Butterfly: jadi gini ceritanya
Butterfly: gue dicomblangin
Butterfly: terus kita email-emailan
Butterfly: habis itu dia ngomong gini
Butterfly: ama comblangnya
Butterfly: “kayaknya butterfly itu udah punya semua deh apa yang dia mau”
Butterfly: dan dia katanya nggak bisa ngasih apa apa lgi
Butterfly: heheheh
Butterfly: gue pertama ngakak dengernya
Butterfly: tapi habis itu kok sedih yach
Butterfly: pan dia belom chit chat ama gue
Butterfly: email gitu lhoo
Pelangi: detik pertama gue baca ngakak juga
Pelangi: tapi langsung switch ke sedih juga..ironis
Pelangi: hahaha
Butterfly: dasar geloooo
Pelangi: makanya say
Butterfly: iya ..??
Pelangi: kalo bisa pada saat loe membina perkenalan
Pelangi: alah (bahasanya TVRI banget dah!)
Pelangi: mungkin ada baiknya loe se-low profile mungkin
Pelangi: dan sebisa mungkin sejauh itu gak against prinsip hidup loe , loe memberikan kesempatan pada lawan loe buat berkontribusi
Butterfly: mungkin dari email email itu
Butterfly: ada yang salah gue lakukan
Butterfly: pemilihan kata mungkin
Pelangi: maksud gue low profile gitu lhoh
Butterfly: iyah ngerti
Butterfly: makanya kemaren gue langsung baca semua email email itu
Butterfly: so far nggak ada yang salah (yakin loe?)
Butterfly: karena formatnya
Butterfly: dia bertanya gue menjawab
Butterfly: hihihihihihihihihi
Pelangi: coba buat nahan diri dari kekuatan karakter loe
Pelangi: tapi batesannya tetep gak ngelanggar prinsip loe
Butterfly: iya sih
Butterfly: gilee ya...cowok cowok jaman sekarang
Pelangi: Gini..pada akhirnya pada saat loe membina relationship
Pelangi: loe kan harus toleransi
Butterfly: iyeee
Pelangi: jadi bukannya tidak menjadi diri sendiri
Butterfly: bener banget
Pelangi: tapi lebih memberi kesempatan pada lawan untuk lebih relax
Pelangi: dan selanjutnya bisa berkembang
Pelangi: nantinya sih tetep lah dia harus liat keseluruhan diri loe
Pelangi: pelan-pelan tapinya
Pelangi: dan kita kan terus berproses
Pelangi: jadi loe juga jangan nutup diri dari perubahan kalo emang itu jadi lebih baik
Pelangi: keep open mind
Butterfly: iya, makanya nih, temen gue mau ngenalin lagi.
Butterfly: kayaknya gue harus lebih hati hati
Pelangi: preserve yourself from judging and stereotyping
Pelangi: maap lho
Pelangi: benernya gue ngomong buat diri gue sendiri
Butterfly: ora opo opo mbak yu
Butterfly: itu yang gue pengen tau
Pelangi: tapi kalo dari loe sendiri gimana sih?
Butterfly: apanyah
Pelangi: sejauh mana loe bisa membuka kompromi
Butterfly: coba bertanya dengan lebih jelas
Pelangi: ato toleransi ama standar loe sendiri
Butterfly: gue pada dasarnya mudah kok berkompromi
Pelangi: dalam usaha membuka relationship?
Pelangi: masak seh
Butterfly: iyeee
Pelangi: loe tuh keras banget lho jeng
Butterfly: iyah
Pelangi: ngaku deh
Pelangi: belom lagi mood loe
Butterfly: bener juga tuh
Butterfly: hihihihihi
Butterfly: jadi gini
Butterfly: bagi gue
Butterfly: asal bisa ngebimbing gue dalam agama + cerdas, setelah itu yang lain bisa dikompromikan (apresiasi seni?penting banget ya.hehehe.)
Butterfly: makanya gue kemaren kaget
Butterfly: itu pertama kali gue merasakan sendiri
Butterfly: biasanya temen temen gue ajah yang cerita
Butterfly: dijauhin cowok
Butterfly: karena gue terlalu keren buat mereka
Butterfly: hihihihihihi
Pelangi : eh itu banyak lhoh terjadi
Butterfly: Ada kalimat dia dalam email
Butterfly: Gini..kayaknya kamu orang yang sedikit sekali bergantung ama orang lain
Pelangi: hahaha
Butterfly: gue sampe pengen bilang gini
Pelangi: the fact is most of the time cowok emang agak males ama cewek yg 'terlalu' mandiri
Butterfly: mas mas, saya teh bisa kok dibikin ketergantunagn
Butterfly: mudah
Butterfly: hihihihihihihi
Pelangi: hahahahaha
Butterfly: untung gue nggak segila itu
Pelangi: Kadang cewek, satu sisi pengen cowok yg bisa nerima mereka apa adanya
Pelangi: di sisi yang lain pengen yg bisa take over the lead ama ngasih security juga
Pelangi: nah itu kadang suka bertolak belakang
Butterfly: gue mah, pada dasarnya masih pemegang kondisi, imam-nya yang cowok, yang lain bisa dikompromikan
Pelangi: yg bisa nerima kita semua tuh biasanya karakternya gak sekuat yg bisa take over the lead
Pelangi: oya, ada temen kuliah gue dengan kasus yang sama juga bilang
Pelangi: *bukan salah gue dong cantik dan terawat
Pelangi: *bukan salah gue dong sepatu gue keluaran nine west , outfit rapi in good quality
Pelangi: *bukan salah gue dong punya career bagus dan edukasi yg bagus
Pelangi: *tapi kan gue juga tetep cewek
Butterfly: nah
Butterfly: gue setuju tuh ama kata-kata terakhirnya
Pelangi: *gue kan gak minta para cowok itu menuhin kebutuhan gue ini
Butterfly: hehehehehe
Pelangi: *gue bisa fulfilled sendiri kok
Pelangi: *tapi emang gak nolak kalo ada yg bisa hehehe
Butterfly: huahahah
Pelangi: *masak gue harus pura-pura bego
Pelangi: *ganti mobil yg lebih jelek biar lebih terkesan membumi
Pelangi: tapi kalo gak salah dia dah ada pacar sekarang
Pelangi: ntar gue cek , trus nanya apa resepnya
Pelangi: hehehe
Pelangi: eh gue kebanyakan ngomong yah
Butterfly: nggak juga
Butterfly: malah banyak masukan
Butterfly: gue seneng ajah
Butterfly: jadi gue bisa introspeksi
Butterfly: btw, gue harus ke client dulu nih
Pelangi: take care sis
Butterfly: ocree
Butterfly: thanks alot

“Pffiuhhh…what a chat to start off the day…!” Pelangi nyengir sejenak untuk kemudian berkonsentrasi penuh men-sugesti segenap kesadarannya buat menyambut deadline selanjutnya…

Thursday, March 30, 2006

Kejadian Deh...

Sore…capek….ngantuk…srrr…..merem….DJEDUAGGGGGG!!!Astaghfirullahaladzim..kesadaran penuh..yang langsung di gantiin dengan panic!

Well, sore kemaren ternyata kondisi tubuh gue gak cukup fit buat nahan effect ngantuk dari Actifed. Dan yah gitu deh..ngantuk, nabrak mobil orang lah itu gue dalam titik kesadaran yang terendah.

The best part : Gue nabrak mobil komadan provost-nya Balikpapan (colonel?)! Begitu nabrak, bapak-bapak yg lumayan kekar langsung loncat dari mobil datengin gue yang masih pucet. Langsung ngambil semua paper work ama license gue. Ternyata dulu keluarga itu pernah punya trauma di tabrak dari belakang yang bikin anaknya luka. Jadi lumayan panic juga dia.

Setelah perbincangan selanjutnya, Alhamdulillah tercapai kesepakatan damai. Well, it’s my fault… ya udah mobil gue sementara di pakai buat operational anter jemput anak-anaknya. Mobil yang gue tabrak emang lumayan jelek jadinya, bemper ama bagasi sukses melesak ke dalem. Gak bisa di pakai lah intinya. Sekarang tinggal deg-degan neh nungguin proses klaim asuransi.

Banyak kata Alhamdulillah dalam kejadian ini. Pertama, Alhamdulillah punya temen-temen yang langsung dateng ngedampingin (makasih mas-nya, item, fanny, dan idham buat jemputannya, mas arif buat ide asuransinya, lah banyak bener ya?hehehe kayak speech golden globe) , Alhamdulillah bisa damai, Alhamdulillah gak ada luka, Alhamdulillah asuransi sepertinya bisa (amen banget). Dan gue merasa kejadian seperti ini memang datang sebagai peringatan, konsekuensi atas ignorance gue, dan atas beberapa hal yang lain. Dan bila memang ini peringatan, Alhamdulillah banget ‘Cuma’ begini aja konsekuensinya….jadi malu sama Allah..

(Inget Ilan) Yang penting kan focus on action plan and move ahead. Sori kalo kayaknya gue make a big deal out of this thing. Kejadiannya sendiri sih biasa aja, di liat dari angle apa pun nothing major lah. Tapi mungkin lebih berasa buat perenungan gue. Seperti gue bilang di atas Alhamdulillah Cuma begini yang harus gue alamin..

Pastinya hari-hari ini gue agak trauma ngeliat box kecil merah berisi botol sirup kecil bernama Actifed….hehehe

Thanks for reading

Saturday, March 25, 2006

Kesurupan Nasional

Trend baru! Di banyak tempat di Jawa rame-rame sepakat pada kesurupan!Macem-macem pula backgroundnya. Ada yang buruh pabrik, pelajar, dan kok ya hampir semua kok nggak rela bener kesurupan sendirian.
Teori-teori simpang siur menanggapi fenomena ajaib ini. Ada yang berusaha men-scientifikasikan (alah!) dengan berargumen kesurupan itu dari depresi yang mengakar (depresinya hebat juga ya kayak koor nasional). Ada juga yang berpendapat itu dari jin-jin frustasi yang gak dapet tempat di konferensi jin dunia di segitiga bermuda. (kehormatan bener ya Indonesia dipilih sebagai tempat yang representatif buat penyaluran unjuk rasa para jin!Gak jadi host formula satu ya jadi hostnya para jin lah... hehehehe)
Apapun itu, gue ngeri aja getu...nggak cukup apa kejadian tragis di negri ini sampai masih harus di tambahin ama kesurupan nasional begini. Jadi inget semalem pas les vocal, nyanyi lagu tanah airku ama ibu pertiwi.... ngenes deh..."Tanah airku tidak kulupakan...Engkau Kucintai...Kini Ibu sedang lara...merintih dan berdoa..."
Focus!ya udah ketimbang ribet kita konsentrasi ama diri kita aja dulu..ya nggak sehhh...contoh:harusnya lembur nyicil month end reporting malah asik nulis blog!hahaha..
MERDEKA!

Rumah Kopi

Masih tergolong baru di Balikpapan. Berlokasi di Gunung Pasir (depan bakso SMA1). Kopinya lumayan enak. Tapi tempatnya gak greget, dan berpotensi lama dalam penyajian. Kalo aja interior, lighting dan taman lebih di garap potensi sukses lebih gede deh kayaknya.
*Pagi ini gue liat ada buku Dee yang baru, "FilosofiKopi" , jadi pengen ... well, akhir-akhir ini gue terlalu akrab ama kopi..(black edition as always)

One Schlumberger part two...

Day 2

Morning session was filled with new technology presentation of each business segment. It’s amazing that those sophisticated technology can’t prevent me from yawning! But it’s nice to know that we do have those really hi-tech things. Something for a change of daily routine profit and loss review…J

Second half day was passed by workgroup topics discussion and preparation of the presentation. A lot of issues were brought up. Most favorite things, compensation package, recognition, clear career path, fair performance appraisal, work scheduling for field works, etc It was an interesting process, whereby we realized that we have so much dissatisfaction, so many things to improve, but at the same time we understand the limitation. Procedures, system, company profitability, and some political judgment that can’t be put aside. A bit frustration filled up the air, but we need to come up with solution. A bit strange though, but on the contrary overall I feel my pride of being part of my company is arising

Day 3

Presentation Day! No Power Point allowed! So role-plays are all around… J to think out of the box and optimize other talent of each person to came up with the most effective role-play to deliver the message.

And my group has successfully entertained the audience with kidnapping our Geomarket Manager, Steve Orr himself and the personnel manager, tied them up on a chair and striking on the stage!!! Yelling and banner were everywhere, asking for salary increase, recognition, quality time with families and all of those highlighted issues. It’s quite hilarious and fun I must say.

Issues, concern, frustration and ideas were flowing and filled up the air. This has given that comfort feeling to us, the participant, that company really want to hear us, give us a chance to express our thoughts. But after all, this whole three days it’s some kind of candy therapy for kids to shut down the cries. Short comfort but hardly fulfilled the real needs. ZZzzzzzz…zzzzzz………….. Fallen asleep at 2:52 with fingers on keyboard….

Despite the facts that we can’t put our expectation sky-high for the outcome of this Interchange. I must admit that Steve Orr, as the number one Slb management really has that charm which boosting our pride and motivation. He has the capability to turn everyone’s blood in the room into blue! (Slb basic color) He kept saying, “Be Arrogant! You’re the best”

(Damn..I hate this taxi …make me feel sick… I write this on my way to office all right)

Short discussion after the closing with Irma, my dear friend in this wild wide world Slb, we’ve come to conclusion that this creatures called Slb has that creepy power to change people’s character. Those who survive and recognized, most of the time has the same culture of being aggressive, ambitious, cold hearted, and the most important character in Slb, Arrogant! (Why do I suddenly thinking of my beloved ex-bos, Mr. Barake..J). On top of the mentioned situation, this company really offers dynamic environment, which might excite you and brings out the best in you (but then I again I guess the definition of the best is different to everyone depends on the values, belief and priorities)

Overall, this event is interesting and a lot of fun as well (at least I got two free t-shirt and one suitcase!) and bring home something to think about….

Tuesday, March 21, 2006

A moment from Jogja..


Location: Pendopo Omah Dhuwur, Kota Gede Jogja
Thanks to Lubis yang udah sabar dan berjuang kerasa berkarya dengan object yang bengep..hehehe
Kesimpulan: Omah Dhuwur resto is must visit place.. so cozy, tranquil and inspiring...Alah!

One Schlumberger 1st Edition

*ketimbang kepending terus, walopun blom selesai posting dulu ah..memotivasi diri buat nulis lanjutannya..
Mariott,
Interchange: event held by company to gather ideas, reality check, get to know people from various back ground, have fun while accomplishing potential solution for macro issues for the company (means: workshop, picnic, dinner, t-shirts J)

Day 1

Morning started with anxious atmosphere, which spread around the crowd before the event started. Most people don’t know what to expect from this three days session. But soon all turn to laugh and positive energy flowing across the hall after the opening

Opening by Steve Orr, has been as influencing as the other Steve’s verbal statement in various occasion. The theme has been formalized then, “People, Pricing, and Technology”. This focus has been repeated more then enough during his speech to make our brain polluted and guaranteed to be safely kept in our subconscious mind J

After spending half day bowling, making new friends, losing nails, two accidentally ‘strike’ and ‘nice’ interruption for P&L (profit and loss) review for one of the FSM (field segment manager). We’re heading back to hotel for informal session for our work group, “Lawu Group”, discussing on how we’re going to present our topics without power point. And be ready for our batik night on the gala dinner in Shangrila Hotel.

The Dinner…

As one of the objectives of these three days session is get to know other people and making new friends, the dinner was began with short cocktail session outside the restaurants and we’re entertained with “Barongsay” acrobatic show. Nice start!

After that the dinner is just getting better and better! Welcomed by Batavian dance by the gorgeous “Abang None Finalist”, the dinner served together with some amateur Belly dancing. But we have this unforgettable session, traditional ‘martial art’ greatly combined with magic, called “DEBUS”. The performer of this show, under influenced of their magic, has turned into “Local Superman” where no blood can be shed from their body even though they have been hammered by sharp metal and solid log of wood, sliced by huge sword, stabbed by knifes and finally…closed by one healthy and life BAT and Bird bursting out from their stomach through their mouth!!!! Yachhhcss!!

Catatan yang tertinggal

Wah lama juga gue gak nge-update blog. Apa mungkin nama Melsha jadi bikin gue gak produktif nulis?Alah!Asik-asik salahin nama hehehe.

Btw, si abang yang ngasih nama kemaren sempet jual diri di Trans TV, Good Morning Show, buat Mahakalashakti-nya (‘science’ buat itung-itungan kombinasi nama dan angka beserta implikasinya, i.e usaha, married life, relationship,etc lengkapnya liat aja ndiri di websitenya) . The one and only, Bang Arkand BZ (sumpeh gue ampe sekarang lupa mulu kepanjangan nama belakangnya). Update terakhir dia cukup ge-er dengan tulus waktu mbak-mbak pramugari, dan beberapa penumpang mengenali dia..(hehehe culun banget sih loe Bang!)

Sepuluh hari terakhir ini gue asli jatuh bangun biar survive buat melek ampe pagi for the whole week including week end! (thanks buat Pratandha buat kiriman energynya) Well, month end reporting emang getting worse, terutama dengan limpahan kerja-an baru dari orang yang di promote tapi sengaja gak di cari gantinya!Huh! Management decision ..beda antara ‘challenge’ ama ‘torture” emang susah di company gue tercinta ini. Nah, di antara hectic closing time and pressure yang tinggi begini, gampang banget buat bunuh-bunuhin orang!hehehe Team sprit yang sempet terbangkitkan waktu team building kemarin, tiba-tiba jadi kenangan manis sebatas bingkai foto yang pasrah di samping computer.

Berhubung ngantuk diary mode ini kita cukupkan sekian dulu buat malem ini..

6th March, 2006

Melanjutkan pembahasan conflict yang terjadi di atas, kadang amazing respon orang pada saat dia dalam kondisi depresi, demotivated dan insecure. Menindak lanjuti situasi di atas, beberapa orang yang terlibat sempet ngadain sharing session di lounge hotel GS. (baca: emang gue aja yang demen nongkrong di sana, cari justifikasi aja guenya..hehehehe) Karena lounge itu lumayan sepi dan gue udah berasa rumah sendiri (alah!), di sela-sela acara curhat, gue dengan pedenya approach ke pemain piano di panggung dan nanya, “Pak boleh nyanyi nggak ya?”. Tiba-tiba tampang Bapak yang ramah itu berubah jadi salah tingkah dan nggak enak sambil matanya liar nyari bantuan ke sekeliling sebelum akhirnya bilang, “Wah dari dulu tiap hari juga kita nggak bolehin pengunjung nyanyi Mbak..maaf ya ..” Djeduaggg!!! Langsung ilfeel gue ditolak mentah-mentah gitu ! hahaha Aib ini lumayan bikin gue males ke lounge itu dalam waktu dekat. Oya, hasil dari sharing session sih nggak banyak, kecuali mempertegas adanya atmosfer yang nggak sehat dan prejudice yang bikin sesak. Semoga aja bisa agak di normalisir berjalan waktu. Dan gue cukup kaget , karena sebagai facilitator, ternyata ada juga prejudice yang di alamatin ke gue. Yah, pikiran orang memang tidak bisa seragam, dan ada berjuta variable yang mempengaruhi end result respon orang terhadap satu hal yang sama.

Lepas dari month end reporting period, kebetulan ada workshop yang menarik banget di Jakarta. Senangnya pulang di bayarin!! Here I am now ..pagi-pagi nongkrong di Tanah Kusir di latar belakangi suara ponakan-ponakan gue yang protes gak mau bangun pagi dan rebutan bantal nonton sponge bob. Dan gue cukup kagum ngeliat cara ponakan gue yg belom genap 2 tahun ‘memanipulasi’ kakak gue buat dapetin apa yang dia mau hehehe

So I guess next posting will be the report of this “Interchange Workshop” of Schlumberger with the prestigious theme, “How To be Best Employer?!”

Fortress and Acceptance...

Women..
Sometimes can be so complicated
Some of them are so longing to have someone who can understand and accept them just who they are
But they also longing to have strong fortress for security, be spoiled and relax behind the fortress
But man with a fortress sometimes is General type that required things to be always on their hand....fully control..
Means…understanding is second and regulating is first
The most common fact then remain…one has to choose their priority and give up the rest..
Compromise…

Tuesday, February 21, 2006

Akhiran "U"...



Rindumu…
Begitu membakar jiwaku..
Membuatku gagu…
Lantas Meragu…

Monday, February 20, 2006

My Dear Friend..

Kamar kos tebengan…23.30, 8/02/06

Prolog:
Tulisan ini di tujukan untuk membingkai satu momen lintasan yang gue alami di kota tepi pantai ini. Tanpa di maksudkan untuk menghilangkan objectivitas dan keseimbangan opini, ide dasar penulisan adalah hanya untuk merekam kesan-kesan terkuat bagi penulis. Bukan sebagai analisa dari keberadaan utuh dari seorang individu. Secara singkat, bukan berarti object penulisan menjadi begitu sempurna karena sisi-sisi gelap yang tak terungkap. Biarlah itu terendap dalam ruang privasi sendiri yang di bingkai hati dan menjadi senandung cinta pada Pemilik hidupnya.

(Thanks buat Ms Factual sendiri yang rela bantuin gue ngedit tulisan gue dari diksi dan struktur penulisan!hahaha gak ada matinya loe ya!)
********************

Beberapa hari lalu, pada sebuah acara kantor tetangga, sambil lalu temen gue (selanjutnya gue panggil dia ‘Ms Factual’[1]) bilang, “Eh gue jadi neh pindah deket-deket ini” Weitssss, walaupun gue tau ini akan terjadi dari lama, tetep aja gue agak bolong dengernya hahaha (paling dia bilang, “dasar dramatis!”) But don’t get me wrong, I really glad that this is finally happening! Good for you…at last perjuangan loe gak sia-sia lah.. J

Kaget juga pas sadar atas ‘kebolongan’ gue. Setelah di renungkan lebih lanjut (alah!), mungkin selama ini, Ms Factual ternyata banyak inspire gue tentang hal baik. Simple but practical, and consistent! (it’s just all the opposite of me! Andy pasti setuju deh hahaha)

Ms Factual ini, gue nggak tau apa latar belakang sebab akibat yang merunut kesehariannya, tapi dia sering berada dalam kondisi yang agak ajaib. Misalnya waktu beli bantal di toko interior (alah keren amat istilahnya) selain dapet tips milih bantal ama korden, dia dapet session pendek tentang nilai-nilai kehidupan dan spiritual dari si bapak empunya toko yang ternyata nggak kalah lah ama guru spiritual sebagian orang. Atau pas ngumpulin barang buat bazaar amal ke salah satu ibu, tiba-tiba jam berikutnya di habisin dengan penjelasan phsycological approach buat dakwah yang kena di hati audiencenya. Inget banget gue ama salah satu simpelnya ajaran ibu itu (tapi kena), “Coba taruhlah ‘Mim’ di mulut kamu” , maksudnya suruh senyum getu lhoh…sedekah (semoga gue gak salah nafsirinnya). Mungkin masing-masing kita memang sudah mendapat jatah sendiri akan tiap event ajaib yang menjadi pembelajaran kita di keseharian, tapi event-event loe sangat menarik buat gue.

Beberapa kali gue pengen ngumpet di balik batu gara-gara omongan gue yang suka kadang nggak pake nurani. Waktu itu gue cerita dengan semangatnya nyela pemberian temen gue (yang secara aspek politis histories memungkinkan untuk milihin titipan gue itu dengan asal). Waktu itu dia cuma bilang, “loe bilang apa ke dia pas terima barang ini?”. Di mana waktu gue terima gue bilang, “Whaa bagus… makasih, aku sukaaaa….” Hahaha..Trus dia cuma senyum sambil bilang, “Wah, gue ngeri juga ama elo Lin, gue kudu ati-ati nih ama elo…” Djeduaggg! Berasa di tabok aja gitu gue..Cause its just make me realized that hypocracy I did is just so shallow ..and suddenly it felt so wrong…

Dear you, I’d rather see you as kind of black and white composition, whereas I’m the kind of those who more often stands on grey area. And usually I just can’t get a long well with white and black approach. But you do what you do with sincerity, no presumption, no judging and it’s just make sense! I guess that’s what inspired me most of the time from you. Your practical approach is also gives new perspective into various matters that I deal with in this ever stop challenging life. Without realizing it, you’ve often become a gentle reminder when I turn away too far from the main road. And you’re not even aware of it for sure. Now that you’re not around…(I know that you will say that in this borderless world we still have the magic of email and even this naive blog as a media), I guess its time for me to be more accountable for what I do. To strengthen my faith and loyalty to my objective and goals (awas kalo ada yg bilang gue dah terlalu ambisius jadi orang, masa mau di lebihin lagi..hehehe.. ge-er deh gue, sapa juga mau komen! plis deh), cut down hesitation and jump into action.

I am grateful to have you around for quite sometime and even more grateful that we’re friends. All the best for you my dear…I’ll miss you but I believe that true friend is timeless. Have a nice journey ahead, glad to know that somewhere I have a friend like you, no matter where I am. Keep shining and keep inspiring…

Hiks…! Alah!!

*jam 1 malem lebih lage neh …aduh merem lagi deh meeting besok…




[1] As opposed to me, who got a bit dramatic sometimes..hahaha

Wednesday, February 08, 2006

Kita dan Ranjang...

*inspired by phone call near mid night…, kamar tebengan 23.41 08/02/06

Ketika kita masing-masing menggenggam jemari yang berbeda, buat apa lagi kita tidur di ranjang yang sama sayang….
Ketika pelukanmu tak lagi bernyawa, buat apa kita bercinta malam ini cinta…
Lebih baik kita habiskan malam ini di beranda…
Mengelap pigura foto pernikahan kita yang entah terjadi di abad ke berapa aku lupa
Atau mungkin sama-sama memilih motif ukiran nisan bagi cinta kita yang telah bosan pada khianat…
Atau memanjatkan doa bagi jutaan calon anak kita yang mati di selokan…

Tiba-tiba aku ingat dulu kau memanggilku dengan dunia…
Sepertinya kita harus cukup puas dengan berada pada satu galaksi yang sama saja …tak lagi kita adalah dunia buat masing-masing hati kita…

Ah! Masih saja ranjang kita berderit dengan nada yang sama….huh! (melenceng sedikit, setengah not lah dari biasanya)

*thanks buat someone yg gue pinjem term ‘Dunia’-nya
*my dear friend….semoga bukan lagi telegram duka yang kau kabarkan tentang cinta..

Natural in Kariangau ..(Alah!!)


Maap buat yg ngeliat, malem ini mood gue kok lagi 'cinta diri' mampus (gue aja bosen denger term itu). Poto ini hasil nemenin Jeng Cut Fazla ngelengkapin portfolionya around Balikpapan..abis jogging, kepanasan...but the place and the wind ..just exotic...enak banget buat nongkrong ngetik blog hahaha (semoga ilan gak baca, jadi gak bisa ngasih bantahan..:-) )

Tanah Merah....


Well...to document our nice moment in Tanah Merah sometimes ago..my dear friend Monica and Indry and my house mate..Idham!

Gallery...


Kenang-kenangan sore hari di Melawai, balikpapan....(thanks to Ilan..)
Sumpeh gue terhibur banget ngeliat ini, ngakak abis geli ma diri sendiri ... Acting getu lhoh !(namanya juga narsis!hahaha)

Monday, February 06, 2006

In accordance with "Series of Unfortunate Events"

According to the writer, below writing is somehow inspired by the same thing that inspired my previous post..Here it is ..enjoy...*thanks J.A

Grey…


What is the beauty of bright when it is dark all around?
When the eyes wide open on the lies of our words
Dressed by the honey of life and courtesy

Indeed, we are still justify all the lies
Of the King agony’s words
Ignore the hunger while we are covered by gold

Where is the mother of mercy?
Here I am the child of innocent
Blinding by the air of hypocrisy

O’God, guide me into the Eden of heart
Let me be the love of gracious life
Shall I be the messenger of your humankind?

Lost and found I am
Weakling the power of life that is exist
Crying about own selfish
Begging for friends sympathy

The mother has though love and dignity
But yet again they are all denied and terminated
While we are, wash our face with the blood of our children
We are screaming the victory all over the world

O’yes I am drunk by the wine of you dear God
I am Romeo, here on the land of your love
Why should I need Juliet?
When I already had her
Here on my bed the Muhammad’s diamond lying surrender

Curse me…curse me…I am ready
The son of evil I am not
I send you a letter about the life
The life, which is your men, killing each other in the name of you…

Why should I cry?
When latter is my sorry for yesterday

Series of Unfortunate Events

Meratus Baru (kos gue), pagi dalam hujan…(baca:pengen tidur lagi….)

Akhirnya kesampean juga nulis, setelah sebelumnya ide-ide hanya bertahan di seputaran maya. Sangat di sayangkan, hari-hari ini jelek banget efektivitasnya. Dengan seabrek agenda, gue milih untuk tidur cepat semalem. Di awali dengan ketiduran dalam posisi siap-siap mau sit up..hehehe (jadi inget dulu gue ketiduran juga dalam posisi sujud selama satu jam lebih..kebangun karena lutut gue kirim alarm protes kesakitan). Morale of the story: Gue bukan tipe pemilih dalam hal event ketiduran….(apa sih..gak penting deh buat di bahas!)

Beberapa hari ini, update berita dari teman-teman lumayan shocking dan bikin prihatin. Udah berasa kayak baca pos kota aja gitu. Di awali dengan meninggalnya bokap salah satu temen gue, kejadiannya pas beliau lagi nyanyi aja dong…! Gak ada yang sempet nungguin pula pas saat-saat terakhirnya. “Semoga beliau di terima di sisi-Nya, di ampuni segala dosanya, di terima amalnya dan akhir kehidupan yang khusnul khotimah” amen…Hikmah: Kembali ngingetin gue pada kematian atas hari-hari gue yang agak terlalu penuh berorientasi pada kehidupan dan dunia. Dan menyambung kembali silaturahmi dengan temen lama setelah sekian lama hilang

Hari selanjutnya, dengan eskalasi yang lebih dramatis, salah satu orang yang dekat dengan kehidupan gue bilang kalo dia ketipu habis ama saudaranya sendiri. Tepatnya mungkin agak mirip dengan perampokan secara sistematis. ATM dan credit card yang di bobol secara berkala, sampai puncaknya semua cash di hajar habis termasuk biaya persiapan masuk sekolah buat anaknya, budget kontrak rumah, cash buat running usaha dia, basically nothing left! (my dear …I just don’t know why this kind of thing still happening to you…) This is so traumatic, sampai suatu saat anaknya yang sedang tidur tiba-tiba bangun dengan tangan terkepal dan muka marah memanggil nama omnya yang kabur setelah melakukan semua itu…and this child is only 10 years old…(sayang..sabar ya …semoga hati kamu tidak akan di penuhi amarah dan trauma)

Berita berikutnya gue dapet pas lagi mau mulai les, temen deket gue dengan lemes bilang, “Al, gue kena musibah nih. Rumah kerampokan waktu gue tinggal nginep di tempat nyokap gue…semuanya aja abis, mobil, semua elektronik ,brankas, cash, perhiasan…” Man!Dan seperti yang kita tau, aparat selalu membutuhkan modal awal dalam setiap tahap penyelidikan dan administrasi..that’s make it even sucks further! (
Bangsa ini memang sudah terlalu kebal dengan bencana dan derita, kita sudah terlalu terbiasa hidup berdampingan dengannya sehingga kita pun tak lagi ragu untuk mengambil hikmahnya dengan menjadikan derita menjadi sumber baru pencaharian kita).

Sampai di sini, gue jadi inget beberapa kejadian lalu yang juga berhubungan dengan kehilangan materi. Ada temen yang mau berangkat keluar negri, duit advancenya di curi sebagian…Ada yang tiba-tiba ketempuhan harus nalangin utang sodara dan harus ngabisin semua reservenya …Agak similar, ada yang harus nanggung kewajiban temennya sama bank karena the riil debitor failed sementara pinjaman di lakukan atas nama dia. Kakak dan ibu kos gue yang duitnya ntah berapa masih stuck, ketipu waktu beli tanah. Usaha keluarga yang masih di recoki dengan piutang yang macet. Walaupun nggak banyak banget, tapi kan duit juga gitu lhoh….Pfiuhhh…! (sambil ngelap jidat kayak di yahoo emoticon)

Overall, all of this monetary tragedy seems to be inseparable part of our live. Scattered here and there, various scale, and most of the time is unavoidable. Happens just like that and all gone…leaving us with a moment of emptiness and anger, before we can move on. But the main thing is that nothing happen for no reason, there’s must be a catch behind each tragedy. It’s our job here to find what we’ve done wrong, or find what are t