Short visit in Singapore, few column at Straits Times and half an hour chat with one taxi driver reveal interesting and sad facts..
First, I just found out that there are a lot of Singaporean man, mostly with Blue Collar back ground is importing wifes from various Asian countries .. ie Vietnam, China, Filiphina, including Indonesia. They even have agents who help them setting up this marriages.
A photo, few back ground resumed in some kind of CV, if they like it then buy a ticket, get married and that's it.. According to the cab driver, one of his friend was receiving different "package". When this guy picked up the bride, he saw different face than what he saw on the photos, turned out that 'sending location' is sending the sister not the girl for whatever reason. Somehow they are now already having two children.
The reason being is that these man think that marrying Singaporean ladies becoming more and more expensives .. Hmm not surprising. Some of the marriages end up as love marriages, but some other just end up solely as business contracts.
Inline with business transaction nature, now that economy slows down, things are difficult, a lot of these imported wifes fate is in the edge. No more money, abandoned and if they lucky they will be given one way ticket home... "Sorry, nothing personal, business is facing down turn, limited resources and cost management has to be done..thank you for all your contribution and all the best"
What a disturbing concept of marriages.... why do I feel that this concept is not much different with prostitution in different form???
Tuesday, March 10, 2009
Helping Out Global Economy..
Being two hours on time before departing at Changi, is not without purpose. I religiously keep my self away from cosmetics and skin care counters during my stay in Singapore and now it’s pay back time..!! the cheapest cosmetics around the world (lebai..) as far as I know is Changi airport .. So I perform my ritual whenever I pass by this airport.. make up shopping lah.. and this time complete with make over!
The guilt arising after swiping that plastic card somehow is being mitigated with a noble thought that I do good in global economy recovery. According to the economist including Stiglitz (I swear I only heard his name yesterday from my dearest young economist Mr. B hahaha), when people start holding back their money and bury it under their yard, the spiral of economy down turn is getting worst. So here I am, honored to be one of those patriots helping out global economy….
Long Week End Get Away..
It supposed to be completely get away with no link to my current world at all.. but apparently I am too social to be completely solitude
Skip the first two days as the details are already diminishing.
I spent my last night in Singapore buying ‘Counterpain’ for my hurt ankle due to a long walk yesterday along Orchad carrying one full bag of books (thanks for the online advise Berly) and some other stuff (yea right..) I guess being an amateur pedestrian and lack of training in safe handling, lifting and proper step pays a price.
But somehow I managed to reach Clarke Quay walking and hop on one of the boat ride and took the 30 minutes ‘cruise’. Not really special actually, but it’s always nice to cruise a long clean river with illuminated by the spark and glow of colourful lights by river. The breeze was just perfect. Along the cruise, couples kissing and hugging, few girl friends hanging out and gossiping (what else?). And I noticed something disturbing, we passed by other boats and in each boat at least one lady sitting with the chin leaning on their fist, looking at the sky and do everything that implies that their mind is definitely lost somewhere in the sky .. Gosh.. and what most disturbing is I am one of them. Hahaha But I really enjoyed the ride, feel so light and relax, I free up my mind from anything and before I realized it, my face was curving a smile .. I can feel that the tour guide is looking at me with awkward look .. hahaha the hell with it..
Alone boat riding was one thing, but hanging out alone in the pub??? Turns out I am not that daring. I turned down the temptation of one great voice coming out from beautiful figure, playing guitar from one of the bar and walk my way back to my Hotel .. I am not that ready to be sitting alone, sipping my orange juice and cater conversation with complete stranger. Then the night ended with superb bean curd with ‘Nori’ layer in between cooked in brown sauce covered with ‘Enoki Mushrom’ completed with free flowing Chinese tea.
Thursday, February 26, 2009
Saturday, December 13, 2008
Monday, June 23, 2008
Harum Kupi di Tepi Sawah
Setelah berapa hari ‘mangkel’ dengan ‘kemahalan’ Jakarta (tapi gue recommend “Pancious” di Pacific Place buat hang out dengan pricing yang acceptable buat mereka yang suka pancake dengan ice cream en coklat sauce yang yummyyy. Yahh setingkat di bawah Gelato Bar pancake lah.. Coba deh “fruity satay pancake” yang gak terlalu besar porsinya, seger karena ada potongan strawberry dan kiwinyah). Gue hari ini bahagia banget ketemu kopi enak di salah satu sempilan jalan di Jogja, deket wilayah Babarsari yang deket dengan Selokan Mataram.
Tadinya gue iseng doang ke “Goeboeq Coffee” ini, entah kenapa gue pengen banget duduk deket sawah nikmatin angin sepoi-sepoi sambil ngupi. Nah abis nemenin makan temen SD gue (aslinye gue dah temenan ama dia 25 tahun!), gue mampir ke warung kopi yang lumayan luas. Pengunjungnya bisa nongkrong persis samping sawah, atau ngeleseh di bagian dalam warungnya. Sepertinya para pengunjung adalah pekerja seni, LSM, atau mahasiswa design graphis kali yeee abisan penampilannya pada nyentrik dan khas. Salah satu waiternya penuh piercing di seputaran bibir, hidung plus di kuping tentu ajah (syeremmm bangettttt!), tapi begitu ngomong lembut pisan ! Jawa abbess hahaha
Cangkir pertama gue adalah kupi Toraja, ga kalah ama Toraja Cafe yang satu chain ama Café Wien!! Harganya.. Rp 3500 ajah buat cangkir, dan Rp 4000 buat gelas! Senangnyah.. Asli enak dan mantabh jadinya langsung tamblas dalam 10 menit. Nah padahal pisang bakar keju gue masih setengah, plus kayaknya masih agak lamaan ngobrolnyah. Gue panggil lagi tuh si Mas Piercing, kali ini gue coba kopi Acehnya. Mayan.. tapi lebih nendang Torajanya. Masih ada juga kopi Lampung ama satu lagi gue lupa. Macem-macem minuman pop berbasis kupi ala starbuck and coffee bean adalah beberapa juga plus basic variant of milkshake. Selebihnya macem-macem dessert local dan makanan standar yang agak berat kayak burger, kentang, mie dan nasi goreng juga ada
Anget-anget kental kupi Toraja plus angin sepoi sawah dan obrolan nostalgia masa SD menjadi agenda yang menyenangkan dalam cuti kali ini. Melengkapi marathon reuni sporadis yang di mulai di Jakarta kemaren. Weittsss tiba-tiba mules gue abis dua cangkir kopi!!!! Aduh mana rumah gue jauh lagi …
Tadinya gue iseng doang ke “Goeboeq Coffee” ini, entah kenapa gue pengen banget duduk deket sawah nikmatin angin sepoi-sepoi sambil ngupi. Nah abis nemenin makan temen SD gue (aslinye gue dah temenan ama dia 25 tahun!), gue mampir ke warung kopi yang lumayan luas. Pengunjungnya bisa nongkrong persis samping sawah, atau ngeleseh di bagian dalam warungnya. Sepertinya para pengunjung adalah pekerja seni, LSM, atau mahasiswa design graphis kali yeee abisan penampilannya pada nyentrik dan khas. Salah satu waiternya penuh piercing di seputaran bibir, hidung plus di kuping tentu ajah (syeremmm bangettttt!), tapi begitu ngomong lembut pisan ! Jawa abbess hahaha
Cangkir pertama gue adalah kupi Toraja, ga kalah ama Toraja Cafe yang satu chain ama Café Wien!! Harganya.. Rp 3500 ajah buat cangkir, dan Rp 4000 buat gelas! Senangnyah.. Asli enak dan mantabh jadinya langsung tamblas dalam 10 menit. Nah padahal pisang bakar keju gue masih setengah, plus kayaknya masih agak lamaan ngobrolnyah. Gue panggil lagi tuh si Mas Piercing, kali ini gue coba kopi Acehnya. Mayan.. tapi lebih nendang Torajanya. Masih ada juga kopi Lampung ama satu lagi gue lupa. Macem-macem minuman pop berbasis kupi ala starbuck and coffee bean adalah beberapa juga plus basic variant of milkshake. Selebihnya macem-macem dessert local dan makanan standar yang agak berat kayak burger, kentang, mie dan nasi goreng juga ada
Anget-anget kental kupi Toraja plus angin sepoi sawah dan obrolan nostalgia masa SD menjadi agenda yang menyenangkan dalam cuti kali ini. Melengkapi marathon reuni sporadis yang di mulai di Jakarta kemaren. Weittsss tiba-tiba mules gue abis dua cangkir kopi!!!! Aduh mana rumah gue jauh lagi …
Transparansi Keuangan Domestik dan Stabilitas Akomodasi Kepentingan
Salah satu potongan hasil ngerumpi ama temen-temen lama gue berapa waktu lalu menyentuh wilayah transparansi manajemen keuangan dan asset keluarga selagi kita ngebahas kegiatan investasi.
Cerita dimulai dengan salah satu beliau yang dengan wajah sumringah menceritakan salah satu insiden internal di rumah dia, “Pernah suatu waktu Air di rumah gue mati, nah gue ajak deh istri gue ke rumah gue yang laen di bilangan xxx. Kebetulan gue gak pernah bilang tuh gue punya rumah di situ, walhasil istri gue malah pulang lagi ke rumah dan nangis karena gue ga pernah bilang gue ada rumah lagi…” Gue yang ngakak denger insiden ironis itu kontan merespon, “ Jadi loe selama ini ga pernah bilang lu ada rumah laen??? Gila loe ya, pantes aja istri loe marah dan insecure!! Dia pasti langsung mikir lagi, apalagi yg loe sembunyiin atau ga di declare ke dia kalo rumah aja loe ga bilang (buat most people rumah adalah suatu hal yang cukup besar dan signifikan toh) . Gue tau deh loe mapan, tapi tetep dunk… “ (emosi spontan solidaritas kaum wanita)
Nah Beliau ini langsung dengan semangat mempertajam arah pembicaraan, “ Nah ini.. Gue ga setuju banget tuh dengan kesalah kaprahan pemahaman sekarang bahwa semua penghasilan suami harus di serahkan atau di declare ke istri. Konsep basicnya adalah Suami harus menafkahi istri dan mencukupi kebutuhannya lahir dan batin. Itu aja! Selama kebutuhan istri terpenuhi, apa yang dia minta tercukupi yah tunai sudah” Statement di tutup dengan senyum manis bijaksana pada wajah yang merefleksikan kepercayaan diri penuh. (tambahan fakta untuk kasus ini : istri tidak dalam posisi bekerja sedemikian rupa sehingga sejajar sama suami yang sukses membina beberapa perusahaan sekaligus menjadi tokoh yang cukup di perhitungkan di dunia bisnis financial)
Gue yang langsung mules ga trima, protes kenapa harus begitu, bukannya suami istri adalah partner yang harus saling terbuka dalam segala hal dan menjalani kebersamaan secara equal. Beliau ngeliatin gue sebentar sebelum menjawab dan mengawali justifikasi dia dengan statement yang bikin gue nggak suka tapi susah gue bantah, “Loe kan belum married Lin…” (ihh deh penting banget ya di pertegas) , “ Konsep extended family dalam berkeluarga sering bersentuhan dengan implikasi financial. Kadang ada kewajiban-kewajiban financial yang harus kita penuhi kepada keluarga besar kita dan pasangan kita. Nah dengan membatasi visibility pasangan pada peta keuangan dan alokasi dana, kita bisa mengurangi friksi yang mungkin timbul karena itung-itungan gedean mana financial aid ke masing-masing keluarga besar. Kalo ngomong masalah ‘Adil’, buat gue yah adil kalo gue ngasih ke nyokap dan adik adik gue lebih besar. Atau bisa saja pas dari sisi keluarga pasangan membutuhkan, kebetulan kondisi kita tidak memungkinkan. Belum lagi kalau kita punya lebih dari satu pasangan ..yang penting kan masing-masing tercukupi dan sejauh mungkin mereduksi potensi konflik karena komparasi alokasi rejeki. Toh kebutuhan tiap orang lain-lain, jadi gak selalu fair di perbandingkan. Gue gak ngerti kenapa istri gue harus nangis, kan itu Cuma asset yang tidak terdeclare, bukannya gue bawa ke rumah itu trus ada penghuninya lengkap dengan anak-anak kecil yang gue kenalin ke anak gue sebagai saudara tiri dia toh..” di sampaikan tetap dengan senyum manis (tambahan fakta: Beliau adalah pendukung poligami yang dari mula sudah ambil langkah strategis cari istri yang setuju dengan poligami walaupun sampai sekarang belum terealisasi).
Pembahasan subject di atas walaupun singkat, cukup bikin gue terusik (as expected). Gue jadi inget ada temen cewek gue yang setengah mati berusaha memenuhi krisis financial keluarga dia dan stress sendiri gimana ngomonginnya ke suami. Intinya, menyebalkan sekali dalam posisi bergantung ke orang lain dan tidak punya kemerdekaan atau control financial yang kadang di perlukan ke keluarga sendiri. Juga gue gak suka dengan ide tinggal satu rumah dengan orang yang punya banyak sisi kehidupan yang nggak gue tau.
Kalau memang harus begitu, setidaknya posisi harus equal dunk, dalam artian pasangan dalam kondisi equal untuk punya sisi-sisi privacy dan otoritas manajemen keuangan. Masing-masing pasangan harus meraih kemandirian financial dan kesetaraan yang mungkin akan berakibat pada terkorbankannya kehidupan si anak. Nah kalau dalam satu sisi, pasangan dedicated untuk ngurus masalah domestic yang implikasinya dia gak punya kesempatan untuk mencapai kemerdekaan financial, pasangan lainnyanya harus fair enough untuk untuk kasih akses ke hasil pencapaian dia di luar rumah. Toh yang terjadi pada hakikatnya adalah implikasi dari pembagian role di keluarga yang setara (harus ada yg cari nafkah dan harus ada yang lebih focus ke domestic dan terlibat di perkembangan anak secara optimal)
Nah mengingat kondisi ideal adalah opsi yang jarang dalam kehidupan, gue jadi berasa insecure untuk meninggalkan kemandirian gue.. lebih kepada gue merasa gak mau dan gak mampu untuk berada dalam posisi di marjinalkan…(pertarungan ego yang terus berjalan)
Hmm… ketidakseimbangan financial dalam satu keluarga (gap yang begitu lebar antara kondisi financial suami istri) kadang adalah cobaan tersendiri yang merupakan salah satu factor hilangnya kehangatan cinta dan ketenangan….
So… how do you guys manage your finance in the family??
TIGA LELAKI DAN TIGA CERITA
Aduh mulai dari mana ya …. masih temen-temen kongkow di kuliah dulu ...
To be Updated
tapi agak ga janji secara dah lama ketemuannya dan kapasitas ingatan terbatas
padahal ini yang paling seru Jek!
To be Updated
tapi agak ga janji secara dah lama ketemuannya dan kapasitas ingatan terbatas
padahal ini yang paling seru Jek!
WANITA PERKASA DUA DAN KAJIAN LOGIKA
Sore di lanjutkan dengan ritual gue ke ITC Kuningan dengan alokasi waktu dua jam saja (biasanya 3-4 jam minimal). Tiga puluh menit pertama gue lewati dengan eskalasi hysteria yang konsisten ngeliat baju batik lucu-lucu dan dress-dress “summer” yang penuh bunga dan warna
Lepas dari ITC, makan bentar di Sederhana belakang Sentra Mulia, abis itu berangkat deh gue ngebuntut temen gue, wanita perkasa lain yang gue kenal, ke Al Azhar buat “numpang bergabung” (istilah ustadznya buat gue) dengan pengajian rutin dia yang di pimpin Ustadz pengajian La Tahzan. Kajian ini sendiri rutin tiap minggunya dengan tema yang berbeda pada tiap urutan minggu. Peserta kajian sengaja di batasi untuk menjaga efektifitas, komitmen dan kontinuitas. Malem itu pas lagi seria kajian Logika. Tadinya gue gak ngeh itu belajar apaan. Hmm…coba deh gue rangkumin pemahaman gue
Ustadz mulai dengan pentingnya ilmu, sains dan kebenaran dalam kehidupan manusia beragama. Nah beliau menyampaikan bahwa sains berawal dari pengembangan filsafat, dan filsafat pada dasarnya adalah pemahaman kebenaran. Dan untuk memahami kebenaran, ada beberapa pola Logika tertentu sebagai pola dasar untuk itu. “Mantiq” kalo ga salah itu nama ilmunya. Pola-pola dasar itu di gambarkan dengan Diagram Venn (eh bener ga sih gue nulisnya, maklum terakhir ngebahas kan jaman SMA bow… )
Nah secara gue cuma ikutan satu sesi selama 1.5 jam, yah ga sanggup lah gue ngebahas lebih dalam lagi apalagi in detail (susahnya jadi orang yg ga kuat detail dan ga punya Photographic Memory).Selebihnya buat yang teretarik ada websitenye kok, parapemikir.com, ada mailing listnya juga. Warning!: Mailing listnya berat banget, di sarankan ga ikutan kalo belom siap mental! Hehehe
Background Bintang Tamu:
Lulusan Institute Teknik yang mengaku terbaik di Indonesia, awal gue kenal dia di Balikpapan, beliau lumayan keras dan sulit di patahkan dalam argumentasi (tapi sekarang dah cukup jinak), di lain pihak cukup intense menikmati seni, suka fotografi dan kerajinan tangan (tapi dah lama ga berkarya karena kitab suci craftnya rusak kebanjiran), fashion awareness yang menyenangkan (menebus masa jahiliyah di kala kuliah hahaha), banyak terlibat kegiatan sosial dari baksos, penggalangan dana sosial untuk bencana alam hingga pengobatan massal, dan founder salah satu pengajian kaum professional muda di Jakarta. Oya satu lagi, beliau single
PARTIKELIRAN
Hmm hari ini cukup menarik. Diawali siangnya gue ketemuan ama teman yang ampir 10th ga ketemuan di restoran Kalimantan Cimanggis yang patin bakar bambunya nendang banget plus sambel mangganya bikin gue nangis terisak-isak saking pedesnya. Beliau adalah temen kecentilan di masa muda dulu, jaman eksplorasi idealisme dan persentuhan awal gue dengan dunia politik kampus.
Today’s subject is another survival story di kota yang keras, ga ada aturan, brutal, penuh godaan dan mahal ini. Dari intelektual partikelir sampai konsultan yang hubungannya dengan salah satu department pemerintah dan bisnis networking. Dari bis dan kereta yang penuh sesak , keringetan di masa kuliah, bertahan hidup dengan jualan apa saja di awal perjuangan sambil mata beler melototin buku-buku referensi untuk memproduksi karya intelektual komersial sampai dengan Sedan Eropah yang ‘neleser’ (walopun di jalan yang padat suka bikin khawatir yang punya kalo kebaret ama motor secara dah lama ga nyetir di tinggal supir barusan) dan project sana-sini setelah melewati roller coaster di awal-awal masa. Oya beliau ini lagi nuntasin S2 filsafat, sekaligus lagi ambil S1 Hukum. Kalo gak salah dulu dia ambil S2 juga deh di bidang laen lagi (cuapwee deehhhhh …)
Filosofi hidup yang ngalir ala Jawa sekaligus keberanian ambil resiko untuk lapar sebelum sukses mendulang rejeki silaturahmi. “As Consultant and bearing active role in networking business, when selling your service and closing a deal, Name your price and stick with it!even though you have nothing to survive for the day and Religiously maintain your Credibility”. Menyenangkan! Satu hal menarik adalah prinsip beliau yang ikhlas buat ngebantu dan menyalurkan rejeki ke siapa saja. Dari pengemis lampu merah, staff yang butuh kuliah, hingga rekanan yang butuh koneksi dan konsultasi proposal gratis. All these good things, turns out to be given back to you in double fold, triple fold, you’ll never know!!
Siang di tutup dengan rencana reuni kecil minggu depan pada peluncuran buku temen culun gue yang rencananya di tahbiskan jadi guru besar termuda mantan kampus gue taon depan. Nah makhluk yang tersebut terakhir ini juga penganut kerja keras dan focus hidup yang konsisten dengan segala keculunan dan kenaifan seorang anak daerah yang sering bikin dia jadi bulan-bulanan empuk temen-temen deketnya termasuk gue. Impressive!
ALL ABOUT TAXES
Gue lumayan excited ketemu dua orang mantan temen sekelas gue di kampus. Kelas gue yang penghuninya termasuk standar, ga neko-neko, lurus banyakan belajar dan sederhana ternyata lewat satu decade perjalanan para personilnya cukup variatif dan kompleks. (ga cukup satu novel kalo mau di certain semua)
Tujuan utama sesi malam ini adalah buat cari solusi masalah internal pelaporan pajak pribadi. Ada yang berkepentingan dengan gimana cara terbaik untuk menekan exposure hutang pajak wajib pajak (WP) yang berada di luar negri dengan cara yang baik dan benar. Tahun ini yang di tujukan sebagai tahun pemutihan wajib pajak di barengi agresivitas KPP (kantor pelayanan pajak) yang tinggi, perlu di amati secara seksama kalau gak mau tiba-tiba ketiban STP (surat tagihan pajak) yang bisa bikin darah tinggi mendadak dan kadang berujung kepada pemerasan oknum otoritas kepada WP pribadi.
Intinya hati-hati lah yang belum punya NPWP, karena peningkatan kualitas database KPP akan menjaring mereka yang bertransaksi asset di mana pun. Lewat pajak penjualan tanah, laporan dealer otomotif dan real estate, etc Pokoke menyeluruh banget deh. Beli mobil di bawah 200 juta aja sudah cukup untuk menghadiahi diri sendiri dengan STP dan instruksi untuk mempunyai NPWP. So mending comply dengan peraturan mengingat denda dan penalty yang bisa mengganggu kesehatan jiwa. Tapi harus tau persis apa peraturannya supaya tidak tersesat.
Teman gue yang pertama adalah temen sekelas yang gue punya kedekatan batin dari tingkat pertama entah kenapa walaupun masing-masing kita sering sibuk sendiri selama bertahun-tahun. Cowok Sunda, easy going, menikmati hidup, hobi traveling (foto di Friendster nya update mulu dengan belahan dunia yang berbeda), rutin ke Gym, fashionista, pecinta dan pelakon paduan suara nasional dan internasional, sempet khilaf jadi rekan kerja di SLB, untuk kemudian menetapkan hati jadi konsultan pajak secara kaffah (buat para pengusaha keturunan terutama). Profesi dengan pengaturan waktu yang lebih fleksibel dan kemampuan berhubungan baik dengan para Client, sangat menunjang motto hidup beliau yang gak mau ngoyo kerja (hidup abis di kantor dan di jalan), traveling rutin sementara membangun eksistensi dalam kompetisi Paduan Suara.
Teman kedua adalah seorang wanita polos yang ketulusannya bikin betah siapa saja untuk berkomunikasi dengannya. Uni satu ini setelah bosan beberapa tahun ngurusin Pajak di perusahaan Jepang, banting setir ke salah satu Big Five Accounting Firm di konsultan Pajaknya. Dia mengeluhkan ritme hidupnya yang terserap habis di antara tumpukan berkas-berkas banding pengadilan pajak. Average jam pulang di atas 21.00, nginep di kantor di masa sibuk, pontang-panting nge-draft surat banding yang di cela-cela partner dan manager. Kasus-kasus pajak dalam grey area yang menyita energi jiwa raga. Herannya walaupun dia mengutuki hidupnya yang hilang, tapi matanya berbinar-binar saat menguraikan detail teknis kasus yang sedang di tangani, persis seperti gadis yang sedang menceritakan pacar barunya! Hahaha By end of the day it is your choice my dear … to explore and absorbed by office life or chose something else where you can take care or your own personal life. Trade off.. (glughh.. keselek sendiri gue)
WANITA,KARIR DAN CINTA
Wanita pertama adalah seorang wanita perkasa, single, pintar, hobi berargumentasi, pekerja keras, reliable resource di kantornya, dengan orientasi spiritual kental yang sedang berjuang untuk cintanya dan memenangkan hati keluarganya. Ngobrol ama dia bikin gue berasa di refresh akan orientasi focus yang perlu di perhatikan dalam langkah-langkah untuk menyempurnakan separuh ibadah. Hari gini jangan kebanyakan pacaran, kalo emang ngerasa ada chemistry, langsung ditindaklanjuti dengan background check yang komprehensif dan explore value-value yang di anut untuk melihat compatibility. Salah satu step yang dia jalanin adalah interview orang-orang terdekat Sang Subject. Kumpulan feedback ini harusnya sedikit banyak bisa mengakselerasi formulasi karakter macam apakah yang kita hadapi untuk kemudian jadi bahan pertimbangan. (awas ada yang bilang, “telat banget sih loe Lin..” tampar ya.. hahaha)
Wanita selanjutnya adalah seorang ibu muda, detail dan perfectionist, lagi asik berpacu dalam karir, yang sedang berusaha menyeimbangkan demand keluarga dan pressure di kantor. Mengatasi percikan-percikan godaan hati di kantor di sela-selanya. Pfiuhhh… hidup memang penuh godaan Jek! Dan lebih sulit lagi tatkala sudah menikah, kayaknya kepegang tangan aja beban mental dan dosanya dah gede banget yah.. langsung akhirat urusannya. (Lah emang kalo pacaran kagak apa!! Hahaha)
Wanita dan hari-harinya… tak pernah habis dituangkan dalam cerita…
Napak Tilas...
Ritme Cuti gue kali ini cukup dinamis dan variatif terutama dalam kerangka pengayaan sosial. Di sambut dengan ritme standar Jakarta yang bising, tak peduli, dan macet. Gue menemukan kehangatan di sana-sini, momen-momen dengan keluarga gue dan temen-temen lama gue.
Dari temen-temen kuliah yang dah sekian lama ga ketemu, para wanita yang wajib gue temui ampe kunjungan rutin ke wilayah PIM, Senayan dan ITC hehehe
Marathon reuni sporadis selama beberapa hari di Jakarta bikin gue excited banget for some reasons. Gue yang gak perhatian detail jadi pengen mikir kenapa ya gue seneng banget ama sesi-sesi reuni ini. Seneng nostalgia-an, refresh arahan spiritual dan focus personal life, cela-celaan, seneng ngeliat mereka sukses, fascinated ama perjalanan yang dinamis, variatif dan banyak nekatnya. Khas Jakarta Survivors!Setelah di kristalisasi lebih lanjut, gue agak kaget menyadari bahwa impact signifikan lainnya adalah gue tertantang!!! Gue merasa tertantang buat Survive and Shine di belantara kejam bernama Jakarta ini dalam ketidak teraturan dan ketidakpastiannya! I am not talking about being employee in MNC, justru di rimba bebas yang gak ada aturannya itu yang gue pengen coba. (biasa Gemini banyak maunya, tapi gue sering bermasalah dengan pelaksanaanya)
Hmm.. kalo gue inget-inget dari dulu emang gue enjoy banget dengan diskusi-diskusi ama makhluk-makhluk aneh ini, dari sastra, politik kampus, buku buku baru, deketin Pudek 3 buat cari dana kegiatan dan budget tahunan, sedikit masalah kuliah (makanya IP gue ga bisa buat apply ke konsultan asing! Hehehe), ampe curhat masalah percintaan sambil ngeleseh di lantai atau makan nasi rames pake telor ama mie goreng yang kayak karet di kafe kampus (menu paling murah dan kenyang, satu level di atas indomie telor kornet) Berada dekat mereka selalu memberi energy buat gue untuk terus mengembangkan pemikiran, menantang ego gue untuk terus belajar dan memaksa diri gue buat meningkatkan deliverables buat pemenuhan eksistensi maupun ‘level up’ pemahaman akan berbagai hal.
Selanjutnya gue coba buat mendokumentasikan ‘highlights’ dalam sesi-sesi tersebut. Tapi secara ingatan jangka pendek gue suka dodol, gue gak yakin bisa cover semua detail.. anyway…
Notes: Karakter Oknum-oknum yang akan di bahas adalah karakter yang sangat mungkin anda jumpai dalam kehidupan Anda sehari-hari yang tidak memiliki keistimewaan apa pun. Beliau-beliau menjadi istimewa buat saya lebih kepada nilai historis dan penghargaan proses yang menjadi hak prerogative saya sendiri
Sunday, April 20, 2008
Menkonstruksi Impian
Secara parsial saya akhir-akhir ini agak sibuk mencerna konsep "Law of Attraction" yang di elaborasi lebih lanjut dalam buku quantum ikhlas. Belum mengerti secara 'Kaffah', tapi sejauh ini pengertian saya adalah bagaimana kita mengolah kekuatan pikiran bawah sadar yang di padu dengan "Positive Feeling" atau "Ikhlas" sebagai magnet besar yang akan menarik hal-hal yang kita inginkan dan membantu kita mencapai hal tersebut.
Positive Feeling ini akan semakin terasah dengan meningkatnya kemampuan kita untuk bersyukur. Mensyukuri hal-hal kecil dan meletakkan perasaan pada tataran positive seolah-olah kita sudah berada pada kondisi yang kita inginkan akan memperkuat kekuatan dari afirmasi yang kita lakukan.
Hmm.. secara konseptual udah agak ngeh, tapi perlu mengkaji lebih lanjut neh..
hmm segitu dulu kali ya.. soon to be continued..
most welcome kalo ada yg mau sharing lebih dalam tentang hal ini, secara hal ini saya yakin sudah lama cukup happening ...
Positive Feeling ini akan semakin terasah dengan meningkatnya kemampuan kita untuk bersyukur. Mensyukuri hal-hal kecil dan meletakkan perasaan pada tataran positive seolah-olah kita sudah berada pada kondisi yang kita inginkan akan memperkuat kekuatan dari afirmasi yang kita lakukan.
Hmm.. secara konseptual udah agak ngeh, tapi perlu mengkaji lebih lanjut neh..
hmm segitu dulu kali ya.. soon to be continued..
most welcome kalo ada yg mau sharing lebih dalam tentang hal ini, secara hal ini saya yakin sudah lama cukup happening ...
Saturday, April 12, 2008
Basic Instinct
Professional rider, swimmer, outdoor activities lover, cigars, drinks, tall, cat walk posture... in brief is everything that I am not and all things that person’s into. Finally I have the answer of my sleepless night.
Sometimes people got interested in something that completely different from their own. Different vibration can seems sexy, appealing or exotic sometimes. We’d like to explore things at certain stage. We potentially change and have our own evolution till the end of times, but most of the time the blue print is still there. Remain, and stays under our subs conscience. And by end of the day, we would come back to that inner print most of the time. Comfort…
One day we might find different color is so appealing; we might want to cruise with that for a while, to realize that we should go back to our basic one. May be we would settle for something at variance of the basic, i.e. not the dark blue, may be a lighter one but still within the gradation range.
Then I guess may be I should stop cruising those different side ways, to be settle with those in line with my basic tone. Would it be possible that I am denying my core and try to become none with attracting all that is not? Is that all creating all the mess…. But how do you distinguish between redefining our core and denying your being?
Hmm this makes me remember… in Moslem believe it is part of the nature law that one will be united with other at the same level of being (but from which angle this can be interpreted in varied way)
Sometimes people got interested in something that completely different from their own. Different vibration can seems sexy, appealing or exotic sometimes. We’d like to explore things at certain stage. We potentially change and have our own evolution till the end of times, but most of the time the blue print is still there. Remain, and stays under our subs conscience. And by end of the day, we would come back to that inner print most of the time. Comfort…
One day we might find different color is so appealing; we might want to cruise with that for a while, to realize that we should go back to our basic one. May be we would settle for something at variance of the basic, i.e. not the dark blue, may be a lighter one but still within the gradation range.
Then I guess may be I should stop cruising those different side ways, to be settle with those in line with my basic tone. Would it be possible that I am denying my core and try to become none with attracting all that is not? Is that all creating all the mess…. But how do you distinguish between redefining our core and denying your being?
Hmm this makes me remember… in Moslem believe it is part of the nature law that one will be united with other at the same level of being (but from which angle this can be interpreted in varied way)
Friday, April 04, 2008
Kegelisahan yang menyenangkan
Sudah genap tiga jam Gadis gelisah di samping hand phone yang tergeletak innocent di meja sebelah. Menunggu kilatan monitor dengan tulisan, "sms received.. "
Kegelisahan bodoh yang menyenangkan! akhirnya untuk mengurangi kegelisahan, di baliknya itu handphone dan akhirnya di tutupi dengan taplak meja seakan itu akan melenyapkan rasa deg-degan yang sudah seminggu ini begitu menyebalkan sekaligus membuat hari hari terasa lebih berwarna.
Mencoba merasionalisasi ketidakwarasan ini, Gadis mencoba mengingat kapan terakhir kali dia menjelma tokoh roman abg picisan begini. Setelah itu mencoba menyusun proposal untuk menanggulangi kondisi rentan. Dua jam berlalu.. dan kertas itu tetap kosong... tak ada kesimpulan.. tak ada rencana tindakan.. yang ada hanya impulse yang sesekali menyeruak tak tertahan...
Gadis akhirnya mengubungiku tadi pagi, menyatakan kalah pada perasaan .. Tak sanggup lagi benteng kemapanan membingkai pikirannya.
Aku hanya sanggup tersenyum.. suka.. cinta.. damba.. datang kapan saja, dan pergi juga bisa tiba-tiba.. "Dis, ikhlas saja jalaninya.. toh nanti juga beralih ke halaman berikutnya.. membingkai kenangan-kenangan selanjutnya.. dan bukan urusan kamu untuk memastikan kenangan apa yang tertinggal di sebelah sana. Kamu hanya punya kuasa akan halaman kamu sendiri, apa yang terangkum di lain halaman adalah formula rumit yang tak akan mampu kamu rumuskan..."
Kegelisahan bodoh yang menyenangkan! akhirnya untuk mengurangi kegelisahan, di baliknya itu handphone dan akhirnya di tutupi dengan taplak meja seakan itu akan melenyapkan rasa deg-degan yang sudah seminggu ini begitu menyebalkan sekaligus membuat hari hari terasa lebih berwarna.
Mencoba merasionalisasi ketidakwarasan ini, Gadis mencoba mengingat kapan terakhir kali dia menjelma tokoh roman abg picisan begini. Setelah itu mencoba menyusun proposal untuk menanggulangi kondisi rentan. Dua jam berlalu.. dan kertas itu tetap kosong... tak ada kesimpulan.. tak ada rencana tindakan.. yang ada hanya impulse yang sesekali menyeruak tak tertahan...
Gadis akhirnya mengubungiku tadi pagi, menyatakan kalah pada perasaan .. Tak sanggup lagi benteng kemapanan membingkai pikirannya.
Aku hanya sanggup tersenyum.. suka.. cinta.. damba.. datang kapan saja, dan pergi juga bisa tiba-tiba.. "Dis, ikhlas saja jalaninya.. toh nanti juga beralih ke halaman berikutnya.. membingkai kenangan-kenangan selanjutnya.. dan bukan urusan kamu untuk memastikan kenangan apa yang tertinggal di sebelah sana. Kamu hanya punya kuasa akan halaman kamu sendiri, apa yang terangkum di lain halaman adalah formula rumit yang tak akan mampu kamu rumuskan..."
Thursday, April 03, 2008
Puisi #4
Pagi tadi mendadak window YM gue ketiban pusi. Dan gue pengen dokumentasi pusi itu di sini ..
Sumbangan posting dari temen sekampus dulu
suatu hari aku pernah menuliskanmu di pintu
hari berganti tahun dan tulisan itu tak lagi terlihat
tulisan lain menutupnya
tapi aku tahu ia pernah ada di sana
addition...
Catatan aku pikir akan tetap ada
Suka atau tidak suka
Hanya prioritas kita saja yang berbeda...
Dan tergantung berapa banyak tulisan lain yang menutupinya ..
Sumbangan posting dari temen sekampus dulu
suatu hari aku pernah menuliskanmu di pintu
hari berganti tahun dan tulisan itu tak lagi terlihat
tulisan lain menutupnya
tapi aku tahu ia pernah ada di sana
addition...
Catatan aku pikir akan tetap ada
Suka atau tidak suka
Hanya prioritas kita saja yang berbeda...
Dan tergantung berapa banyak tulisan lain yang menutupinya ..
Wednesday, March 19, 2008
Days....
11.35 pm
Beberapa kali menghela napas panjang, mencoba mengendapkan kaleidoskop sekian hari terakhir ini. Kiriman dvd yang nyasar, Lap top yang kesiram air, hard disk yang nyaris ga kebaca, mual setelah ambil driving simulation course di container penuh monitor, melesetnya budget tahunan sekian juta dollar, malemnya gagal ketemu penyemarak hari-hari, dapet beep tiga kali dalam 30 menit perjalanan, karaoke dengan kondisi cape lahir batin plus ga dandan, nah ini dia nih.. the best part.. lagi semangat-semangatnya nyanyi eh tiba-tiba dateng oknum yang sempet bikin porak poranda satu paket dengan nyonya… ditutup dengan lagu kenangan yang akhirnya bikin gue sesak dan pamit pulang (norak dramatis dikit lah biar seru)
Hari ini akhirnya gue bisa nemuin penyebab ancurnya budget gue, gak nyelesain masalah, tapi at least gue bisa define masalahnya. Ngejar pesawat buat berangkat training, eh taksi pake mogok. Nunggu lima belas menit taksi pengganti, just in time ampe airport. Nah setelah panjang mengantri, di depan counter check in, gue di tolak berangkat!!!! Visa residency gue valid kurang dari satu bulan, which is against visa on arrival requirement.. bloody hell.. ! gagal melobi supervisor airline, telpon sana-sini akhirnya gontai gue cari taksi pulang…
Kadang hari-hari bisa terasa begitu berat… cape banget yah….
Alhamdulillah gue di berkahi punya temen-temen yang menghibur hati dan bisa jadi tempat bersandar pada saat semua berantakan…
Home made roasted chicken with juicy sauce, chocolate mint shisha that makes u high (kurang oksigen doang benernya hehehe), di tutup dengan espresso organic coffee di warung organic yang menyenangkan. Good enough to get through the day...
Beberapa kali menghela napas panjang, mencoba mengendapkan kaleidoskop sekian hari terakhir ini. Kiriman dvd yang nyasar, Lap top yang kesiram air, hard disk yang nyaris ga kebaca, mual setelah ambil driving simulation course di container penuh monitor, melesetnya budget tahunan sekian juta dollar, malemnya gagal ketemu penyemarak hari-hari, dapet beep tiga kali dalam 30 menit perjalanan, karaoke dengan kondisi cape lahir batin plus ga dandan, nah ini dia nih.. the best part.. lagi semangat-semangatnya nyanyi eh tiba-tiba dateng oknum yang sempet bikin porak poranda satu paket dengan nyonya… ditutup dengan lagu kenangan yang akhirnya bikin gue sesak dan pamit pulang (norak dramatis dikit lah biar seru)
Hari ini akhirnya gue bisa nemuin penyebab ancurnya budget gue, gak nyelesain masalah, tapi at least gue bisa define masalahnya. Ngejar pesawat buat berangkat training, eh taksi pake mogok. Nunggu lima belas menit taksi pengganti, just in time ampe airport. Nah setelah panjang mengantri, di depan counter check in, gue di tolak berangkat!!!! Visa residency gue valid kurang dari satu bulan, which is against visa on arrival requirement.. bloody hell.. ! gagal melobi supervisor airline, telpon sana-sini akhirnya gontai gue cari taksi pulang…
Kadang hari-hari bisa terasa begitu berat… cape banget yah….
Alhamdulillah gue di berkahi punya temen-temen yang menghibur hati dan bisa jadi tempat bersandar pada saat semua berantakan…
Home made roasted chicken with juicy sauce, chocolate mint shisha that makes u high (kurang oksigen doang benernya hehehe), di tutup dengan espresso organic coffee di warung organic yang menyenangkan. Good enough to get through the day...
Saturday, March 08, 2008
House Swap...
Saya percaya buat sebagian besar yang kebetulan baca postingan kali ini, topic obrolan di bawah sudah ‘basi’. Entah berlalu dengan rutinitas hari-hari, atau lebih banyak hal yang lebih nyata buat di bahas seperti sekolah anak, hubungan dengan mertua, menu makanan bergizi, di mana beli daging yang bagus, anak yang bermasalah di sekolah, per-er anak yang over load, pembantu yang berulah, dokter mana yang komunikatif dang ga terlalu fond of antibiotic, baby sitter yang males kerja, harga beras dan minyak goreng yang naik, suami yang males banget beresin kamar, dll…
Well..mungkin buat mereka yang sudah sibuk dengan hal-hal besar di atas obrolan di bawah bisa jadi intermezzo singkat
buttercup: semalem
buttercup: gue liat house swap di tivi
buttercup: jadi dua keluarga tukeran istri
buttercup: buat running sehari hari ajah
buttercup: biasanya dari dua keluarga yg tipenya beda banget. Satu gothik, satu lagi conservative and clean freak. Atau kadang satu bebas banget, satunya keluarga penuh aturan.
buttercup: menarik banget. Biasanya masing masing istri bakal coba apply aturan dari rumahnya ke rumah yang baru. Trus keluarga yang baru bakal protes dan gak jarang its getting ugly
buttercup: tapi pada akhirnya sih masing masing keluarga bikin adjustment
buttercup: dan pada saat mereka di kembalikan ke keluarga asli, masing-masing istri atau suami lebih bisa lebih bisa menghargai pasangan masing masing. Ini karena mereka baru sadar kalo hidup sama orang lain ternyata belum tentu enak, everything in the house before was usually taken for granted. So they will continue their own way of life with a little bit adjustment here and there from different perspective they got from that exchange life within two week
buttercup: hal di atas dalam bebera hal bikin gue jadi inget kata kata temen gue
buttercup: dgn adanya oknum laen yang hadir di kehidupan kita entah sebagai penyemarak hari hari pada kondisi natural atau kehadiran yang di paksakan seperti dalam reality show ini
buttercup: kita kadang jd lebih sayang ke pasangan
buttercup: gitu katanya
buttercup: geblek ya .. in brief, lebih spesifik ke statement temen gue, sayang-sayangan ama orang lain, when it doesn’t work out bikin kita lebih menghargai pasangan utama kita (alasan ajah buat melegalisasi kebutuhan kita nurutin hati pengen ama orang lain setelah merit hahaha)
Linesfreak: hei, I just found what true love is
buttercup: wow
buttercup: what is that
Linesfreak: bogus
buttercup: ?
Linesfreak: seriously, gue pikir sih kita mencari orang yang tetap bersedia bersama kita ketika cinta itu berlalu
Linesfreak: vice versa
buttercup: u're right
buttercup: so in a way u're saying love keep come and go to such extent?
Linesfreak: enggak sih, gue pikir pada saat terbaiknya pun cinta pada dasarnya rapuh….
Obrolan di atas ngingetin gue tentang cerita temen gue (merit) yang susah payah mengendalikan hati buat ga terjebak dalam scenario kehadiran oknum penyemarak hari-hari walopun hati deg-degan tiap ngeliat itu oknum lewat. Berseri-seri tiap ngobrol dan jadi lebih sering senyum dan berbinar-binar walopun deadline di kantor lagi seru-serunya.
Sepertinya sangat dimungkinkan ga peduli seberapa hot dulu kita jatuh cinta ama pasangan kita, pada saat-saat tertentu hati kita bisa melipir ke cerita cinta yang lain dan tetap maintain cerita cinta utama. Jadi bukan berarti ga cinta lagi pada pemeran utama, tapi tiba-tiba aja excitement datang di karenakan kehadiran peran pembantu atau bintang tamu. Dan ga perlu naturally player buat maintain multi loving (sejenis multi tasking) begini.. hihihi
Jadi pada saat kita sudah memantabkan hati buat menentukan pilihan dan melegalisasikan ikatan, harus dengan kesadaran bahwa selebihnya adalah kompromi dan komitmen. Kalo diturutin gak ada abisnya jek… kalo memang ada kuncup kuncup yang numpang mekar di hati, bisa aja di biarin mekar sendiri atau sedikit nakal dengan menatanya dalam rangkaian, mengirimkannya pada pujaan dan membiarkannya layu bersama waktu…
Salut buat mereka yang menjaga hati dan stick to the commitment at all cost… gue pikir itu kenapa merit itu di bilang sebagai salah satu ibadah terbesar.. cause down the way it can get ugly with all variables.. but yet how we deal with it that counts..
(halah berisik banget gue, merit dulu baru komen… )
Well..mungkin buat mereka yang sudah sibuk dengan hal-hal besar di atas obrolan di bawah bisa jadi intermezzo singkat
buttercup: semalem
buttercup: gue liat house swap di tivi
buttercup: jadi dua keluarga tukeran istri
buttercup: buat running sehari hari ajah
buttercup: biasanya dari dua keluarga yg tipenya beda banget. Satu gothik, satu lagi conservative and clean freak. Atau kadang satu bebas banget, satunya keluarga penuh aturan.
buttercup: menarik banget. Biasanya masing masing istri bakal coba apply aturan dari rumahnya ke rumah yang baru. Trus keluarga yang baru bakal protes dan gak jarang its getting ugly
buttercup: tapi pada akhirnya sih masing masing keluarga bikin adjustment
buttercup: dan pada saat mereka di kembalikan ke keluarga asli, masing-masing istri atau suami lebih bisa lebih bisa menghargai pasangan masing masing. Ini karena mereka baru sadar kalo hidup sama orang lain ternyata belum tentu enak, everything in the house before was usually taken for granted. So they will continue their own way of life with a little bit adjustment here and there from different perspective they got from that exchange life within two week
buttercup: hal di atas dalam bebera hal bikin gue jadi inget kata kata temen gue
buttercup: dgn adanya oknum laen yang hadir di kehidupan kita entah sebagai penyemarak hari hari pada kondisi natural atau kehadiran yang di paksakan seperti dalam reality show ini
buttercup: kita kadang jd lebih sayang ke pasangan
buttercup: gitu katanya
buttercup: geblek ya .. in brief, lebih spesifik ke statement temen gue, sayang-sayangan ama orang lain, when it doesn’t work out bikin kita lebih menghargai pasangan utama kita (alasan ajah buat melegalisasi kebutuhan kita nurutin hati pengen ama orang lain setelah merit hahaha)
Linesfreak: hei, I just found what true love is
buttercup: wow
buttercup: what is that
Linesfreak: bogus
buttercup: ?
Linesfreak: seriously, gue pikir sih kita mencari orang yang tetap bersedia bersama kita ketika cinta itu berlalu
Linesfreak: vice versa
buttercup: u're right
buttercup: so in a way u're saying love keep come and go to such extent?
Linesfreak: enggak sih, gue pikir pada saat terbaiknya pun cinta pada dasarnya rapuh….
Obrolan di atas ngingetin gue tentang cerita temen gue (merit) yang susah payah mengendalikan hati buat ga terjebak dalam scenario kehadiran oknum penyemarak hari-hari walopun hati deg-degan tiap ngeliat itu oknum lewat. Berseri-seri tiap ngobrol dan jadi lebih sering senyum dan berbinar-binar walopun deadline di kantor lagi seru-serunya.
Sepertinya sangat dimungkinkan ga peduli seberapa hot dulu kita jatuh cinta ama pasangan kita, pada saat-saat tertentu hati kita bisa melipir ke cerita cinta yang lain dan tetap maintain cerita cinta utama. Jadi bukan berarti ga cinta lagi pada pemeran utama, tapi tiba-tiba aja excitement datang di karenakan kehadiran peran pembantu atau bintang tamu. Dan ga perlu naturally player buat maintain multi loving (sejenis multi tasking) begini.. hihihi
Jadi pada saat kita sudah memantabkan hati buat menentukan pilihan dan melegalisasikan ikatan, harus dengan kesadaran bahwa selebihnya adalah kompromi dan komitmen. Kalo diturutin gak ada abisnya jek… kalo memang ada kuncup kuncup yang numpang mekar di hati, bisa aja di biarin mekar sendiri atau sedikit nakal dengan menatanya dalam rangkaian, mengirimkannya pada pujaan dan membiarkannya layu bersama waktu…
Salut buat mereka yang menjaga hati dan stick to the commitment at all cost… gue pikir itu kenapa merit itu di bilang sebagai salah satu ibadah terbesar.. cause down the way it can get ugly with all variables.. but yet how we deal with it that counts..
(halah berisik banget gue, merit dulu baru komen… )
Mau Selingkuh? Ke Italy ajah...
This afternoon I take the luxury of browsing news website.. Started with BBC .. not too many interesting stories.. Chavez, Obama, all the classic names.. till I found this
Licence to lie for Italian women By Christian Fraser BBC News, Rome Adulterous Italian women can now protect their honour with impunityItaly's highest appeal court has ruled that married Italian women who commit adultery are entitled to lie about it to protect their honour..
< http://news.bbc.co.uk/go/em/fr/-/2/hi/europe/7284134.stm >
The above ruling is taken after hearing the case of a 48-year-old woman, convicted of giving false testimony to police by denying she had lent her mobile phone to her lover.
I was choked by laughter reading this. Sounds interesting hahaha... Let's lie and protect the "Honour" of the family! Seems a good arrangement for those who keen on having affair without wanting taking consequences of losing reputable names... this world is getting weird day by day.. if one decide to do something then let them face the consequences..
So .. for the ladies.. interested to go to Italy ...?Well I guess this will be applicable for the Gents as well.. as the women will cove up evertyhing for them.. sounds like a plan.. hahaha
Licence to lie for Italian women By Christian Fraser BBC News, Rome Adulterous Italian women can now protect their honour with impunityItaly's highest appeal court has ruled that married Italian women who commit adultery are entitled to lie about it to protect their honour..
< http://news.bbc.co.uk/go/em/fr/-/2/hi/europe/7284134.stm >
The above ruling is taken after hearing the case of a 48-year-old woman, convicted of giving false testimony to police by denying she had lent her mobile phone to her lover.
I was choked by laughter reading this. Sounds interesting hahaha... Let's lie and protect the "Honour" of the family! Seems a good arrangement for those who keen on having affair without wanting taking consequences of losing reputable names... this world is getting weird day by day.. if one decide to do something then let them face the consequences..
So .. for the ladies.. interested to go to Italy ...?Well I guess this will be applicable for the Gents as well.. as the women will cove up evertyhing for them.. sounds like a plan.. hahaha
Subscribe to:
Posts (Atom)
